Langsung ke konten utama

Bersikap hati-hati bagian dari menjaga diri

                                                         


Bersikap hati-hati bagian dari menjaga diri


Sebagai hamba Allah SWT yang baik, seyogyanya kita harus saling mencintai, saling mengasihi, saling menghormati, saling mengisi, saling melengkapi, saling bahu-membahu, saling tolong menolong agar selalu ada hubugan baik degan sesame. Ada beberapa persoalan yang ada di masyarakat sepertihalnya ingin menjatuhkan pemimpin yang sah, berebut kekuasaan, berebut kedudukan, berebut harta warisan dan sebagainya. Misalnya yang semula adalah saudara, yang semula adalah teman dekat, yang semula adalah tetangga yang baik karena ada sifat dengki maka aka merubah segalanya. Jika hal demikian terjadi, akan menimbulkan perpecahan, pertikaian. Jika hanya menuruti keinginan dan kesenagan semata, itu tidak ada batasnya.

Pada suatu majelis. Saya teringat dawuh ibu nyai saudah. saya mencoba mendegarkan degan seksama dan mencatat beberapa bagian di buku tulis. Beliau menceritakan kisah zaman terdahulu ada dua orang yang saleh. Suatu ketika kedua orang Shaleh tersebut melakukan transaksi jual beli tanah. Kedua orang saleh tersebut memiliki sifat yang jujur, amanah dan tidak mudah diperdaya oleh gemerlapnya dunia. Orang saleh tersebut membeli sebidang tanah kepada orang saleh satunya. Sebut saja bapak zaid dan bapak umar. Bapak zaid membeli tanah kepada bapak umar dan sudah dibayar lunas.

Beberapa hari kemudian bapak zaid mendatangi bapak umar. Kedatanganya bukan komplain atau tidak cocok degan tanah yang sudah dibeli, melainkan ia akan memberikan seguci emas.

Bapak zaid ketika mengarap tanah untuk ditanami ia menemukan seguci emas. Ia bermaksud mengembalikan seguci emas itu kepada bapak umar. Bapak zaid itu berkata, ambillah emasmu wahai pak umar, saya hanya membeli tanah bapak.

Namun bapak umar berkata. Itu bukan emasku, karena emas itu di dalam tanah berarti itu hakmu pak zaid. Seperti kejujuranya pak zaid menemukan harta yg terpendam. Bgitu juga pak umar berkata jujur, Itu bukan hartanya. Karena pak umar sudah menjual tanah berarti sudah menjual seisinya.

Berikut sikap orang saleh yang tidak berebut harta. Keduanya juga merasa takut harta itu bukan haknya. Keduanya kebingugan hingga pada akhirnya mendatangkan seorang qodhi.

Seorang qodhi menemukan solusi. Qodhi itu tanya pada pak zaid. Apa bapak punya anak? Jawab pak zaid, saya punya anak laki-laki. Qodhi juga bertanya pada pak umar. Pak umar apa punya anak gadis? Jawab pak umar, Iya. Saya punya anak gadis. Kemudian qodhi itu memerintahkan agar anaknya dijodohkan dan akhirnya temuan emas tersebut dihadiahkan kepada anaknya.

            Begitulah sikap orang yang saleh. Ia tidak merebutkan seguci emas, malah ia akan memberikan kepada orang lain yang ia angap hak orang lain tersebut. Degan sikap kehati-hatianya ia takut terhadap sesuatu yang ia rasa bukan miliknya. Kisah tersebut disampaikan oleh beliau saat ngaji setelah sholat isya’. Semoga kita semua diberikan keselamatan dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Aamiin… wallahu a’lam bishshawab.

 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak rugi memiliki mimpi

 Tidak rugi memiliki mimpi Orang yang memiliki mimpi tidaklah rugi. Sebab bermimpi tidaklah memerlukan biaya. Saya teringat dawuh guru saat belajar " bermimpilah pada malam hari dan wujudkan mimpi itu pada siang hari"  Seperti istilah yang tidak asing lagi yang sering kita dengar " Bengi macul langit awan macul bumi" Untuk mewujudkan mimpi tersebut butuh usaha dan upaya serta do'a yang tak pernah padam. Dalam mewujudkan mimpi butuh perjuangan, pengorbanan dan tidak luput dari halangan dan rintangan. Mungkin kita harus meningalkan tanah kelahiran kita untuk sementara waktu untuk mewujudkan mimpi tersebut. Sebagaimana yang penah didawuhkan oleh imam Syafi'i " Tiada kata diam dan santai bagi orang yang berakal dan beradab. Maka tinggalkan kampung halaman dan merantaulah".  Seperti halnya jika air tidak mengalir dan mengenang terlalu lama maka air tersebut akan kotor dan berbau tidak enak. Air akan menjadi baik jika mengalir, dan menjadi buruk jika tid...

Bekerja, beribadah dan istirahat

 Bekerja, beribadah dan istirahat Setiap manusia mendambakan hidup yang bahagia, hidup yang berkah dan hidup yang memberikan kemanfaatan yang baik. Mencari kebahagiaan di dunia mapun kebahagiaan di akhirat nanti. Terkadang kita sampai lupa mencari kebahagiaan dunia sampai melupakan kebahagiaan di akhirat. Sebagai contoh siang malam bekerja mencari uang untuk membeli mobil mewah, membagun rumah yang mengah sampai lupa meninggalkan kewajiban sholat lima waktu. Terkadang juga sampai melupakan kesehatan dirinya sendiri. Maka perlunya keseimbangan antara beribadah bekerja dan istirahat untuk mencapai kebahagiaan di dunia maupun kebahagiaan di akhirat. Saya teringat dawuh guru yang mengutip dari kitab karya imam al Ghozali. Yang berisi tentang pentingnya membagi waktu yang seimbang antara bekerja beribadah dan istirahat. Sebab istirahat juga penting untuk menjaga kesehatan fisik agar dapat beribadah dan bekerja dengan baik. Selain itu sang guru juga menjelaskan bahwasanya di negar...

Sibuk kebaikan

Waktu memiliki sifat cepat dan tajam yang jika tidak digunakan untuk kebaikan, akan menebas atau memotong penggunanya. Yaitu membawa kerugian atau penyesalan dikemudian hari. Maka peting sekali kita mengunakan waktu kita untuk perbuatan yang baik. Jangan digunakan untuk perbuatan kemaksiatan  agar kita tidak menyesal dikemudian hari. Dawuh ibu nyai siti saudah, " Lakukanlah amalan wajib dan tambahkanlah amalan-amalan sunah, karena amalan-amalan sunah dapat menambal amalan-amalan yang belum sempurna" Jika setiap hari kita selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan amalan-amalan kecil maupun besar tingkatan iman akan bertambah. Setiap amal sholeh baik perkataan maupun perbuatan, baik amal hati maupun amal jasad pasti akan menambah keimanan. Dan keimanan akan bertambah dengan adanya ketaatan kepada Allah SWT dan kemaksiatan akan berkurang. Seperti halnya jika kita hanya duduk sendirian dan melamun fikiran tidak berkembang dan cenderung ke negatif maka perlu diri...