Bekerja, beribadah dan istirahat
Setiap manusia mendambakan hidup yang bahagia, hidup yang berkah dan hidup yang memberikan kemanfaatan yang baik. Mencari kebahagiaan di dunia mapun kebahagiaan di akhirat nanti.
Terkadang kita sampai lupa mencari kebahagiaan dunia sampai melupakan kebahagiaan di akhirat. Sebagai contoh siang malam bekerja mencari uang untuk membeli mobil mewah, membagun rumah yang mengah sampai lupa meninggalkan kewajiban sholat lima waktu. Terkadang juga sampai melupakan kesehatan dirinya sendiri.
Maka perlunya keseimbangan antara beribadah bekerja dan istirahat untuk mencapai kebahagiaan di dunia maupun kebahagiaan di akhirat.
Saya teringat dawuh guru yang mengutip dari kitab karya imam al Ghozali. Yang berisi tentang pentingnya membagi waktu yang seimbang antara bekerja beribadah dan istirahat. Sebab istirahat juga penting untuk menjaga kesehatan fisik agar dapat beribadah dan bekerja dengan baik.
Selain itu sang guru juga menjelaskan bahwasanya di negara kita yang tercinta ini dalam sehari semalam itu ada 24 jam maka perlu kita untuk membagi menjadi tiga bagian. 24 dibagi 3 = 8. Bagian pertama digunakan untuk beribadah, bagian kedua digunakan untuk bekerja atau berkarya, dan bagian ketiga digunakan untuk istirahat.
Sebagai contoh kita kerja dari jam 8 pagi sampai jam 3 sore. Untuk beribadah dari jam 3 sore sampai jam 10 malam, dari jam 10 malam istirahat sampai jam 5 pagi. Akan tetapi aktifitas semua itu bisa bernilai ibadah dengan niat untuk beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Semisal kita bekerja diniatkan untuk mencari rizki yang halal sebagai bekal untuk beribadah, untuk menafkahi keluarga atau dengan tujuan yang baik lainya.
Dengan demikian beribadah, bekerja dan istirahat merupakan tiga aspek dalam kehidupan yang perlu diatur untuk memperoleh kebahagiaan di dunia maupun kebahagiaan di akhirat. Aamiin.

Komentar
Posting Komentar