Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2024

Menjaga lisan di bulan suci Ramadhan

 Menjaga lisan dibulan Ramadhan Menjaga lisan saat bertutur kata merupakan anjuran bagi umat islam. Sebagai seorang muslim sekiranya kita harus menjaga lisan kita dari ucapan-ucapan yang kurang baik. Seyogyanya kita harus menjaga kendali diri melalui apa yang akan kita utarakan. Menjaga lisan tidakhanya pada bulan auci ramadhan akan tetapi pada setiap kehidupan sehari-hari kita. Menjaga lisan dibulan suci ramadhan termasuk bagian dari kesunahan. Sebagaimana yang dijelaskan dalam kitab fathul qorib pada bab  كتاب بيان احكام الصيام dijelaskan ويستحب في الصوم ثلاثة اشياء احدها تعجيل الفطر  والثاني تاءخير السحور  و الثالث ترك الهخر اي الفحش من الكلام الفاحش فيصون  الصا ءم لسانه عن الكذب والغيبة ونحو ذلك كالشتم  Dalam melaksanakan puasa disunahkan tigal hal: yang pertama menyegerakan berbuka, yang kedua mengakhirkan sahur, yang ketiga menghindari berkashar dengan perkataan kotor. Orang yang puasa harus menjaga lisanya dari berbohong, mengumpat dan semisalnya sep...

Permainan jaman dulu

Ditempat teman-teman namanya apa permainan seperti ini ? Ditempat saya namanya lompat tali. Mungkin juga sama ya 😁. Permainan seperti ini dulu biasa dilakukan di halaman langgar. Sebab langgar atau mushola sebagai tempat titik kumpul saat bermainan bersama teman-teman. Apalagi hari ahad saat libur sekolah bahagianya bukan main.  Dulu permainan tradisioanal seperti ini tidak hanya ketika hari libur saja. Saat sekolah di Madrasah Ibtidaiyah jam kosong atau jam istirahat permainan kami seperti itu seperti sebak bola, gobak sodor, srampang maleng, bola kasti sangat asyik. Selain di sekolah bermain permainan tradisioanl seperti itu juga kami lakukan saat di TPA di Madrasah tempat kami ngaji sebelum bel ngaji di bunyikan. Permainan lompat tali seperti ini tidak hanya dimainkan oleh anak perempuan saja tapi juga anak laki laki. Filosofi apa yang dapat diambil dari permainan lompat tali ? Yang dapat diambil dari lompat tali ialah Setiap kali kita selesai menaklukan tantangan maka akan ada...

Nasehat Guru ’’jangan pacaran’’

  Nasehat   Guru ’’jangan pacaran’’ Cerita awal mondok. Setelah lulus dari Madrasah Aliyah saya didaftarkan mondok oleh bapak di salah satu pondok pesantren yang berada di desa Plosokandang Tulungagung. Setelah beberapa hari di pondok pesantren. Saya berusaha untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan baru. Bapak memberi nasehat agar betah dulu di pondok. Pada awal-awal di pondok jujur saya belum krasan dan pengen pulang. Akan tetapi orang tua sudah sowan ke ndalem kiyai memasrahkan saya untuk mencari ilmu disini. Kegiatan demi kegiatan yang ada di pondok pesantren saya berusaha mengikutinya. Walaupun saat kegiatan masih teringat rumah dan teringat bapak dan ibuk. pada keesokan harinya setelah kegiatan ngaji pagi saya membantu memasak di dapur ndalem bersama kang-kang senior. Saya diajari banyak hal tentak cara memasak. Terkait ilmu memasak saya belum bisa. Cuma kalau dirumah membantu ibu mencuci piring, gelas, menanak nasi. Untuk membuat bumbu masakan belum berpegalaman ...