Menjaga lisan dibulan Ramadhan
Menjaga lisan saat bertutur kata merupakan anjuran bagi umat islam. Sebagai seorang muslim sekiranya kita harus menjaga lisan kita dari ucapan-ucapan yang kurang baik. Seyogyanya kita harus menjaga kendali diri melalui apa yang akan kita utarakan. Menjaga lisan tidakhanya pada bulan auci ramadhan akan tetapi pada setiap kehidupan sehari-hari kita.
Menjaga lisan dibulan suci ramadhan termasuk bagian dari kesunahan. Sebagaimana yang dijelaskan dalam kitab fathul qorib pada bab كتاب بيان احكام الصيام dijelaskan
ويستحب في الصوم ثلاثة اشياء احدها تعجيل الفطر والثاني تاءخير السحور و الثالث ترك الهخر اي الفحش من الكلام الفاحش فيصون
الصا ءم لسانه عن الكذب والغيبة ونحو ذلك كالشتم
Dalam melaksanakan puasa disunahkan tigal hal: yang pertama menyegerakan berbuka, yang kedua mengakhirkan sahur, yang ketiga menghindari berkashar dengan perkataan kotor. Orang yang puasa harus menjaga lisanya dari berbohong, mengumpat dan semisalnya seperti mencaci.
Seperti yang didawuhkan musanif bahwa dibulan suci Ramadhan orang yang berpuasa harus menjaga lisanya dari berkata bohong, mengumpat dan menjaga lisanya atau semisalnya yang dapat menyakiti hati orang lain seperti mencaci, misuhi orang lain.
Seperti pepatah orang jawa njogo lesan podokaro njogo ladeng. Bisa diartikan bahwa sekali salah kita mengunakan lisan kita akan melukai hati seseorang.
Zaman sekarang di era digital, menjaga lisan sama halnya menjaga untuk tidak menuliskan komentar di media sosial seperti mencaci, mengumpat yang tidak ada manfaatnya. Dimana komunikasi saat ini bisa dilakukan secara bebas tanpa batasan waktu dan tempat, ada beberapa hal yang terabaikan diantaranya etika dalam bermedia sosial. Banyak di media sosial seperti banyaknya penyebaran berita hoaks, saling menghina, mencaci satu sama lain.
Maka dari itu perlunya kita menjunjung tinggi nilai-nilai budaya indonesia yang sudah dikenal seperti keramahtamahan dan kesopanan.

Intinya adalah pengendalian diri untuk tidak berkata yang tidak baik. Hehehe
BalasHapus