Santri, Mahasiswa, dan Usaha Ditenggah hiruk pikuk perkotaan ada kisah perjalanan seorang pemuda dari desa yang memberanikan diri meninggalkan desanya untuk berjuang mencari ilmu di bumi perantauan dengan bermodalkan ridho kedua orang tuanya. Sebut saja namanya Budi. Budi yang dari kecil di didik oleh kedua orang tuanya tentang agama. Setelah dewasa ia inggin memperdalam ilmu agama dengan nyantri di pondok pesantren yang jauh dari rumahnya. Kedua orangtuanya memasrahkan budi kepada sang kiyai untuk mencari ilmu di pondok tersebut. Seiring berjalannya waktu budi tidak hanya menjadi santri tapi ia mendaftar menjadi mahasiswa di salah satu Perguruan tinggi negri. Budi memiliki motivasi dan tekat yang kuat. Budi teringat dawuh gurunya. " Apabila kamu ingin menjadi orah shaleh maka tirulah perjalanannya sehingga menjadi orang shaleh. Apabila kamu ingin menjadi orang alim maka tirulah perjalanannya sehingga menjadi orang alim". Nasihat dari gurunya selalu di ingat oleh budi....
Waktu memiliki sifat cepat dan tajam yang jika tidak digunakan untuk kebaikan, akan menebas atau memotong penggunanya. Yaitu membawa kerugian atau penyesalan dikemudian hari. Maka peting sekali kita mengunakan waktu kita untuk perbuatan yang baik. Jangan digunakan untuk perbuatan kemaksiatan agar kita tidak menyesal dikemudian hari. Dawuh ibu nyai siti saudah, " Lakukanlah amalan wajib dan tambahkanlah amalan-amalan sunah, karena amalan-amalan sunah dapat menambal amalan-amalan yang belum sempurna" Jika setiap hari kita selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan amalan-amalan kecil maupun besar tingkatan iman akan bertambah. Setiap amal sholeh baik perkataan maupun perbuatan, baik amal hati maupun amal jasad pasti akan menambah keimanan. Dan keimanan akan bertambah dengan adanya ketaatan kepada Allah SWT dan kemaksiatan akan berkurang. Seperti halnya jika kita hanya duduk sendirian dan melamun fikiran tidak berkembang dan cenderung ke negatif maka perlu diri...