Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2021

Menjaga diri

  Menjaga diri Mari kita senantiasa bersyukur kepada Allah swt yang telah memberikan kenikmatan-kenikmatan kepada kita diwujudkan dengan menjaga diri dari melakukan   keburukan. Kita tidak bisa menghitung berapa banyak kenikmatan yang telah diberikan kepada kita. Ketika kita di dunia menjaga anggota tubuh kita agar tetap sehat dan bisa melakukan ibadah kepada Allah SWT. Kita juga harus menjaga anggota tubuh agar kita diselamatkan di akhirat kelak. Maksudnya apa? Yaitu menjaga anggota badan kita agar tidak melakukan kemaksiatan yang dapat menimbulkan dosa yang menyebabkan siksaan karena telah mengunakan anggota tubuh kita untuk melakukan kemaksiatan. Suatu hari ketika rutinan pengajian di desa Plosokandang yang diisi oleh kiyai   Abdul Kholiq beliau dawuh demikian, kita harus menjaga anggota tubuh kita agar tidak digunakan maksiat termasuk kedua mata, telinga, hidung, mulut, tangan, perut, farji, dan kaki. Anggota tubuh manusia bisa berpotensi untuk melakukan kebai...

Perlunya Pitutur lan Pituduh

  Perlunya Pitutur lan Pituduh Ternyata keadaan jiwa manusia bisa berubah kapan saja. Hidup tidak akan berjalan mulus adakalanya tantangan dan rintagan. Seperti jiwa manusiapun tidak selalu rajin, tidak selalu semangat dalam melakukan kebaikan tapi juga ada rasa malas untuk melakukan kebaikan bahkan malas gerak istilah lainya mager maka carilah pitutur dan pituduh untuk mengobatinya. Guru saya pernah dawuh kurang lebihnya seperti ini dadi munungso iku di paringi gampang waleh, cegeh, aras-arasen, nah niku kudu dilawan, sampean kudu sadar. Perkara wajib saja terkadang masih ditinggalkan jika penyakit malas mulai menyerang jiwa-jiwa ini. Seperti halnya kewajiban seorang hamba kepada Tuhanya di perintahkan untuk mengerjakan sholat fardhu dengan tepat waktu malah menundanya. Sebenarnya kewajiban yang di perintahkan oleh Allah SWT kepada hambanya yang menuai kebaikannya ialah hamba itu sendiri. Dan keuntungan jika kita melakukan kewajiban kitalah yang memanen di kemudian hari. S...