Perlunya
Pitutur lan Pituduh
Ternyata
keadaan jiwa manusia bisa berubah kapan saja. Hidup tidak akan berjalan mulus
adakalanya tantangan dan rintagan. Seperti jiwa manusiapun tidak selalu rajin,
tidak selalu semangat dalam melakukan kebaikan tapi juga ada rasa malas untuk
melakukan kebaikan bahkan malas gerak istilah lainya mager maka carilah pitutur
dan pituduh untuk mengobatinya.
Guru
saya pernah dawuh kurang lebihnya seperti ini dadi munungso iku di paringi gampang
waleh, cegeh, aras-arasen, nah niku kudu dilawan, sampean kudu sadar.
Perkara
wajib saja terkadang masih ditinggalkan jika penyakit malas mulai menyerang
jiwa-jiwa ini. Seperti halnya kewajiban seorang hamba kepada Tuhanya di
perintahkan untuk mengerjakan sholat fardhu dengan tepat waktu malah menundanya.
Sebenarnya kewajiban yang di perintahkan oleh Allah SWT kepada hambanya yang
menuai kebaikannya ialah hamba itu sendiri. Dan keuntungan jika kita melakukan
kewajiban kitalah yang memanen di kemudian hari.
Selain
itu kewajiban seorang mahasiswa yang yang memiliki kewajiban dari bapak atau
ibu dosen untuk membuat tugas atau makalah. Jika ia menunda-nunda tidak segera
mengerjakan jika sudah mendekati waktu pengumpulan maka ia mengunakan jurus SKS
(sistem kebut semalam).
Bisa juga kehidupan seorang santri yang
memiliki kewajiban untuk menghafal nadhom seperti nadhom tasrif, atau nadhom
imriti bahkan nadhom alfiah jika ia bermalas malasan tidak mau menghafalkan
tiba saatnya setoran akan kebingugan sendiri dan pada akhirnya mendapat
takziran misalnya ketika proses pembelajaran di suruh berdiri.
Maka
dari itu kita harus mengenali dan menguasa sifat malas pada diri sendiri. Ketika
kita mengenalinya kita tau obat apa yang meski kita konsumsi untuk
mengatasinya.
Saat
kita mager atau malas gerak maka kita juga butuh asupan motivasi dari dalam
diri sendiri serta motivasi dari luar. seperti pitutur lan pitudah (bahasa jawa)
Pitutur merupakan petuah bijak atau nasehat. Pituduh merupakan petunjuk atau
bimbingan. Gunakann perlakuan orang lain sebagai guru kehidupan. Darimana kita
mencari nasehat dan yang mau menunjukkan kita agar lebih baik?
Sadarilah
bahwa rasa malas itu adalah penyakit. Penyakit harus dicarikan obat agar sembuh.
Dan namanya penyakit pasti memiliki efek buruk bagi kita.
Rasa
malas itu bisa membunuhmu. Jika ia tak membunuhmu hari ini, maka kemungkinan ia
akan membunuhmu hari esok. Karena itu jagan mengangap enteng rasa malas. Yang tau
keadaan diri kita ya kita sendiri.

Komentar
Posting Komentar