Langsung ke konten utama

Perlunya Pitutur lan Pituduh

 

Perlunya Pitutur lan Pituduh



Ternyata keadaan jiwa manusia bisa berubah kapan saja. Hidup tidak akan berjalan mulus adakalanya tantangan dan rintagan. Seperti jiwa manusiapun tidak selalu rajin, tidak selalu semangat dalam melakukan kebaikan tapi juga ada rasa malas untuk melakukan kebaikan bahkan malas gerak istilah lainya mager maka carilah pitutur dan pituduh untuk mengobatinya.

Guru saya pernah dawuh kurang lebihnya seperti ini dadi munungso iku di paringi gampang waleh, cegeh, aras-arasen, nah niku kudu dilawan, sampean kudu sadar.

Perkara wajib saja terkadang masih ditinggalkan jika penyakit malas mulai menyerang jiwa-jiwa ini. Seperti halnya kewajiban seorang hamba kepada Tuhanya di perintahkan untuk mengerjakan sholat fardhu dengan tepat waktu malah menundanya. Sebenarnya kewajiban yang di perintahkan oleh Allah SWT kepada hambanya yang menuai kebaikannya ialah hamba itu sendiri. Dan keuntungan jika kita melakukan kewajiban kitalah yang memanen di kemudian hari.

Selain itu kewajiban seorang mahasiswa yang yang memiliki kewajiban dari bapak atau ibu dosen untuk membuat tugas atau makalah. Jika ia menunda-nunda tidak segera mengerjakan jika sudah mendekati waktu pengumpulan maka ia mengunakan jurus SKS (sistem kebut semalam).

 Bisa juga kehidupan seorang santri yang memiliki kewajiban untuk menghafal nadhom seperti nadhom tasrif, atau nadhom imriti bahkan nadhom alfiah jika ia bermalas malasan tidak mau menghafalkan tiba saatnya setoran akan kebingugan sendiri dan pada akhirnya mendapat takziran misalnya ketika proses pembelajaran di suruh berdiri.

Maka dari itu kita harus mengenali dan menguasa sifat malas pada diri sendiri. Ketika kita mengenalinya kita tau obat apa yang meski kita konsumsi untuk mengatasinya.

Saat kita mager atau malas gerak maka kita juga butuh asupan motivasi dari dalam diri sendiri serta motivasi dari luar. seperti pitutur lan pitudah (bahasa jawa) Pitutur merupakan petuah bijak atau nasehat. Pituduh merupakan petunjuk atau bimbingan. Gunakann perlakuan orang lain sebagai guru kehidupan. Darimana kita mencari nasehat dan yang mau menunjukkan kita agar lebih baik?

Sadarilah bahwa rasa malas itu adalah penyakit. Penyakit harus dicarikan obat agar sembuh. Dan namanya penyakit pasti memiliki efek buruk bagi kita.

Rasa malas itu bisa membunuhmu. Jika ia tak membunuhmu hari ini, maka kemungkinan ia akan membunuhmu hari esok. Karena itu jagan mengangap enteng rasa malas. Yang tau keadaan diri kita ya kita sendiri.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak rugi memiliki mimpi

 Tidak rugi memiliki mimpi Orang yang memiliki mimpi tidaklah rugi. Sebab bermimpi tidaklah memerlukan biaya. Saya teringat dawuh guru saat belajar " bermimpilah pada malam hari dan wujudkan mimpi itu pada siang hari"  Seperti istilah yang tidak asing lagi yang sering kita dengar " Bengi macul langit awan macul bumi" Untuk mewujudkan mimpi tersebut butuh usaha dan upaya serta do'a yang tak pernah padam. Dalam mewujudkan mimpi butuh perjuangan, pengorbanan dan tidak luput dari halangan dan rintangan. Mungkin kita harus meningalkan tanah kelahiran kita untuk sementara waktu untuk mewujudkan mimpi tersebut. Sebagaimana yang penah didawuhkan oleh imam Syafi'i " Tiada kata diam dan santai bagi orang yang berakal dan beradab. Maka tinggalkan kampung halaman dan merantaulah".  Seperti halnya jika air tidak mengalir dan mengenang terlalu lama maka air tersebut akan kotor dan berbau tidak enak. Air akan menjadi baik jika mengalir, dan menjadi buruk jika tid...

Bekerja, beribadah dan istirahat

 Bekerja, beribadah dan istirahat Setiap manusia mendambakan hidup yang bahagia, hidup yang berkah dan hidup yang memberikan kemanfaatan yang baik. Mencari kebahagiaan di dunia mapun kebahagiaan di akhirat nanti. Terkadang kita sampai lupa mencari kebahagiaan dunia sampai melupakan kebahagiaan di akhirat. Sebagai contoh siang malam bekerja mencari uang untuk membeli mobil mewah, membagun rumah yang mengah sampai lupa meninggalkan kewajiban sholat lima waktu. Terkadang juga sampai melupakan kesehatan dirinya sendiri. Maka perlunya keseimbangan antara beribadah bekerja dan istirahat untuk mencapai kebahagiaan di dunia maupun kebahagiaan di akhirat. Saya teringat dawuh guru yang mengutip dari kitab karya imam al Ghozali. Yang berisi tentang pentingnya membagi waktu yang seimbang antara bekerja beribadah dan istirahat. Sebab istirahat juga penting untuk menjaga kesehatan fisik agar dapat beribadah dan bekerja dengan baik. Selain itu sang guru juga menjelaskan bahwasanya di negar...

Sibuk kebaikan

Waktu memiliki sifat cepat dan tajam yang jika tidak digunakan untuk kebaikan, akan menebas atau memotong penggunanya. Yaitu membawa kerugian atau penyesalan dikemudian hari. Maka peting sekali kita mengunakan waktu kita untuk perbuatan yang baik. Jangan digunakan untuk perbuatan kemaksiatan  agar kita tidak menyesal dikemudian hari. Dawuh ibu nyai siti saudah, " Lakukanlah amalan wajib dan tambahkanlah amalan-amalan sunah, karena amalan-amalan sunah dapat menambal amalan-amalan yang belum sempurna" Jika setiap hari kita selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan amalan-amalan kecil maupun besar tingkatan iman akan bertambah. Setiap amal sholeh baik perkataan maupun perbuatan, baik amal hati maupun amal jasad pasti akan menambah keimanan. Dan keimanan akan bertambah dengan adanya ketaatan kepada Allah SWT dan kemaksiatan akan berkurang. Seperti halnya jika kita hanya duduk sendirian dan melamun fikiran tidak berkembang dan cenderung ke negatif maka perlu diri...