Menjaga
diri
Mari
kita senantiasa bersyukur kepada Allah swt yang telah memberikan
kenikmatan-kenikmatan kepada kita diwujudkan dengan menjaga diri dari
melakukan keburukan. Kita tidak bisa
menghitung berapa banyak kenikmatan yang telah diberikan kepada kita.
Ketika
kita di dunia menjaga anggota tubuh kita agar tetap sehat dan bisa melakukan
ibadah kepada Allah SWT. Kita juga harus menjaga anggota tubuh agar kita
diselamatkan di akhirat kelak. Maksudnya apa? Yaitu menjaga anggota badan kita
agar tidak melakukan kemaksiatan yang dapat menimbulkan dosa yang menyebabkan
siksaan karena telah mengunakan anggota tubuh kita untuk melakukan kemaksiatan.
Suatu
hari ketika rutinan pengajian di desa Plosokandang yang diisi oleh kiyai Abdul Kholiq beliau dawuh demikian, kita
harus menjaga anggota tubuh kita agar tidak digunakan maksiat termasuk kedua
mata, telinga, hidung, mulut, tangan, perut, farji, dan kaki.
Anggota
tubuh manusia bisa berpotensi untuk melakukan kebaikan dan juga tidak luput
untuk melakukan kemaksiatan. Misalnya mata. Jika mata tidak dipergunakan dengan
baik maka mata bisa untuk melakukan kemasiatan termasuk melihat gambar atau
video yang kurang baik.
Akan
tetapi mata juga sebagai fasilitas kita untuk melakukan kebaikan seperti
memandang kebesaran Allah SWT, melihat langit yang tinggi, gunung yang menjulang
keangkasa, lautan yang begitu luas. Serta kebesaran lainya dan
kebaiakan-kebaikan yang ada di jagat raya ini.
Begitu
juga dengan telingga. Telinga kita jagan sampai digunakan untuk kemaksiatan seperti
mendengarkan keburukan orang lain. Alangkah baiknya digunakan untuk mendengarkan
suatu kebaikan yang dapat menambah keimanan
dak ketakwaan kita kepada yang maha kuasa.
Ada
sutu riwayat Al Qadli Abu Thayyib telah berusia 160 tahun. Tetapi tidak ada sebuah
anggota badannya yang cacat. Ketika ditanya tentang hal itu, ia menjawab tidak
pernah aku berbuat maksiat dengan satupun anggota badanku.
Ada
juga ulama lain yang sudah berusia lebih dari 100 tahun dengan anggota badan
yang masih sehat dan tidak cacat. Ketika ditanya ia menjawab: anggota-anggota
badan ini kami jaga dari maksiat ketika kami masih muda, maka Allah menjaganya
saat kami sudah tua.
Dilain
waktu ketika bulan Ramadhan 1442 H ketika pengajian kitab uyubunnafsi guru
dawuh. Fikiran jaganlah digunakan untuk memikirkan hal yang tidak bermanfaat,
jagan menimbulkan fikiran yang kotor dan jagan memikirkan pikiran yang negatif andaikata
terlintas fikiran yang kotor perbanyaklah istigfar. Begitu juga dengan hati,
jagan memiliki perasaan yang buruk kepada siapapun. Andaikata dalam fikiran dan
hati terlintas hal-hal yang tidak baiak segeralah istigfar. Semoga kita bisa
mejaga diri kita baik secara jasmani dan rohani agar kita selamat di dunia dan
di akhirat. Aamiin.

Komentar
Posting Komentar