Langsung ke konten utama

Ketekunan dalam belajar

 

Ketekunan dalam belajar



Mencari ilmu merupakan suatu kewajiban bagi setiap Muslim laki-laki maupun perempuan. Karena untuk mencapai derajat kebahagiaan di dunia maupun di akhirat perlu ilmu. Sebagaimana kita yang sering dinasehati oleh bapak ibu guru di sekolah maupun orang tua di rumah beliau selalu memberikan nasehat agar sungguh-sungguh dlaam mencari ilmu, yang rajin dan kontinu.
Saya teringat dawuh guru. Barangsiapa yang menghendaki sesuatu disertai ketekunan, tentu akan kesampaian apa yang diharapkan. Dan barangsiapa yang mengetuk pintu, kemudian terus maju maka ia akan sampai kedalam. 
Sebagai seorang murid yang mencari ilmu tentu banyak rintangan maupun ujian. Misalnya saat kita mencari ilmu diuji tentang perekonomian. Sebab saat pencari ilmu juga dibutuhkan biaya. Mungkin ada juga ujian tentang lawan jenis. Misalnya saat mencari ilmu ia tertarik pada lawan jenis dan menjalin hubungan degan pacaran. Hal demikian juga termasuk ujian selain perbuatan tersebut dilarang oleh agama juga membuat seseorang yang mencari ilmu menjadi tidak fokus. Mungkin ada juga ujian yang saat mencari ilmu terserang penyakit. seperti halnya ada seorang santri ketika mondok selalu terkena penyakit gudik hingga bertahun tahun.
Maka dari itu saat mencari ilmu perlunya kesabaran dan kesungguhan.
Ketekunan itu dapat mendekatkan sesuatu yang jauh. Dan ketekunan itu bisa membuka pintu yang tertutup.
Saya teringat dawuh guru. Seorang murid yang mencari ilmu hendaknya mempunyai waktu tertentu untuk mengulang-ulang pelajaran yang, khususnya di waktu awal dan akhir malam. karena antara waktu maghrib dan Isyak serta waktu sahur merupakan waktu yang penuh berkah.
Sebagaimana yang dapat kita lihat di sekitar kita madrasah diniah, TPA banyak yang dilakukan ketika sore hari maupun setelah sholat maghrib karena penuh dengan keberkahan.
Semoga di sisa umur kita selagi masih kuat dapat kita gunakan untuk mencari ilmu. Dan mendapatkan ilmu yang berkah dan manfaat. Aamiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak rugi memiliki mimpi

 Tidak rugi memiliki mimpi Orang yang memiliki mimpi tidaklah rugi. Sebab bermimpi tidaklah memerlukan biaya. Saya teringat dawuh guru saat belajar " bermimpilah pada malam hari dan wujudkan mimpi itu pada siang hari"  Seperti istilah yang tidak asing lagi yang sering kita dengar " Bengi macul langit awan macul bumi" Untuk mewujudkan mimpi tersebut butuh usaha dan upaya serta do'a yang tak pernah padam. Dalam mewujudkan mimpi butuh perjuangan, pengorbanan dan tidak luput dari halangan dan rintangan. Mungkin kita harus meningalkan tanah kelahiran kita untuk sementara waktu untuk mewujudkan mimpi tersebut. Sebagaimana yang penah didawuhkan oleh imam Syafi'i " Tiada kata diam dan santai bagi orang yang berakal dan beradab. Maka tinggalkan kampung halaman dan merantaulah".  Seperti halnya jika air tidak mengalir dan mengenang terlalu lama maka air tersebut akan kotor dan berbau tidak enak. Air akan menjadi baik jika mengalir, dan menjadi buruk jika tid...

Bekerja, beribadah dan istirahat

 Bekerja, beribadah dan istirahat Setiap manusia mendambakan hidup yang bahagia, hidup yang berkah dan hidup yang memberikan kemanfaatan yang baik. Mencari kebahagiaan di dunia mapun kebahagiaan di akhirat nanti. Terkadang kita sampai lupa mencari kebahagiaan dunia sampai melupakan kebahagiaan di akhirat. Sebagai contoh siang malam bekerja mencari uang untuk membeli mobil mewah, membagun rumah yang mengah sampai lupa meninggalkan kewajiban sholat lima waktu. Terkadang juga sampai melupakan kesehatan dirinya sendiri. Maka perlunya keseimbangan antara beribadah bekerja dan istirahat untuk mencapai kebahagiaan di dunia maupun kebahagiaan di akhirat. Saya teringat dawuh guru yang mengutip dari kitab karya imam al Ghozali. Yang berisi tentang pentingnya membagi waktu yang seimbang antara bekerja beribadah dan istirahat. Sebab istirahat juga penting untuk menjaga kesehatan fisik agar dapat beribadah dan bekerja dengan baik. Selain itu sang guru juga menjelaskan bahwasanya di negar...

Sibuk kebaikan

Waktu memiliki sifat cepat dan tajam yang jika tidak digunakan untuk kebaikan, akan menebas atau memotong penggunanya. Yaitu membawa kerugian atau penyesalan dikemudian hari. Maka peting sekali kita mengunakan waktu kita untuk perbuatan yang baik. Jangan digunakan untuk perbuatan kemaksiatan  agar kita tidak menyesal dikemudian hari. Dawuh ibu nyai siti saudah, " Lakukanlah amalan wajib dan tambahkanlah amalan-amalan sunah, karena amalan-amalan sunah dapat menambal amalan-amalan yang belum sempurna" Jika setiap hari kita selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan amalan-amalan kecil maupun besar tingkatan iman akan bertambah. Setiap amal sholeh baik perkataan maupun perbuatan, baik amal hati maupun amal jasad pasti akan menambah keimanan. Dan keimanan akan bertambah dengan adanya ketaatan kepada Allah SWT dan kemaksiatan akan berkurang. Seperti halnya jika kita hanya duduk sendirian dan melamun fikiran tidak berkembang dan cenderung ke negatif maka perlu diri...