Zarkasi ( ziaroh dan rekreasi )
Pada bulan-bulan Rajab, sya'ban banyak masyarakat yang mengadakan ziarah kemakam para wali, auliya, guru-guru. Sebagaimana jamaah dari Masjid Nurul Huda Tulungagung mengadakan ziarah ke beberapa makam wali di wilayah jawa timur, jawa tengah juga ke bali. Sebelum berangkat mbah yai memberi pesan meskipun ziaroh kemana-mana jangan sampai lupa untuk mendoakan orang tua. Seperti beberapa hari lalu saya derek ziaroh kebeberapa tempat tidak lupa juga rekreasi kebeberapa tempat wisata.
Tujuan pertama kali ini di makam mbh yai ihsan jampes. Beliau merupakan ulama nusantara yang karyanya dikaji di Timur Tengah. Al-'Aalim Al-'Allaamah Ash-Shufi Asy-Syaikh Muhammad Ihsan bin Muhammad Dahlan atau dikenal Syeikh Ihsan Jampes memiliki banyak karya-karya yang luarbiasa.
Pernah saya membaca buku yang mengkisahkan mbh ihsan di ajak neneknya yakni Nyai Isti’anah ziaroh ke maqom simbahnya yakni syekh yahuda yang makamnya berada di desa nogosari lorok pacitan. Semoga kita mendapatkan keberkahanya.
Kemudian lanjut ke tebuireng jombang. siapa yang tak kenal sosok Gus Dur, beliau dicintai banyak masyarakat. Akan tetapi semasa hidupnya ada seseorang yang menghina Gus Dur ia mengatakan kalau Gus Dur itu buta mata, buta hati. Atas izin Allah semasa Gus dur masih ada maupun sudah meninggal banyak yang mencintai beliau. Dapat kita lihat data penziarah dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan. Dawuh Gus dur "Orang yang masih terganggu dengan hinaan dan pujian manusia, dia masih hamba yang amatiran."
Kemudian juga ziarah di pasuruan. Tepatnya di maqbaroh mbh yai hamid pasuruan yang terkenal dengan kewalianya. Menurut kisah sejarah beliau selain beliau menimba ilmu di mekah beliau juga menimba ilmu di Pondok Pesantren Tremas pacitan yang didirikan oleh Kiai Manan. Pada saat itu Pesantren Tremas diasuh oleh Kiai Dimyati bin Abdullah bin Manan. Semoga kita dapat keberkahanya. Aamiin.

Komentar
Posting Komentar