Jagan
patah semangat
Ketika kita melakukan sesuatu
tentunya dengan harapan membuahkan hasil yang baik bagi diri kita maupun
memberikan dampak baik kepada orang lain. Aktifitas yang dilakukan oleh
seseorang itu berharap memperoleh keuntungan bukan kerugian, akan tetapi ketika
kita melakukan sesuatu hendaknya dapat memberikan keuntugan di dunia dan di
akhirat.
Ketika
kita memiliki cita-cita atau suatu keinginan dan keinginan itu belum tercapai
makan jaganlah mudah putus asa. Tanamkan dalam hati kesunguhan untuk meraih
cita-cita tersebut.
Adakalanya kita tidak
perlu menceritan cita-cita atau keinginan kita kepada orang lain, cukup dengan
pembuktian. Semisal kita memiliki cita-cita untuk menjadi pengusaha dan memiliki
suatu perusahaan yang besar dan bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain dan memiliki keinginan menjadi pendidik untuk terus belajar serta
mengamalkan sedikit ilmu yang dimilikinya. Jika cita-cita kita utarakan kepada
orang yang salah terkadang orang tersebut tidak mendukung atau tidak memberikan
semangat terkadang malah menyepelekan dan menjatuhkan.
Akan tetapi jika kita
memiliki cita-cita yang tinggi kita juka perlu menceritakan kepada orang yang
tepat, yang bisa memberi semnagat, memberi pengarahan serta mendoakan. Cita-cita
yang tinggi jangan hanya berorientasi di dunia saja akan tetapi cita-cita yang mengarahkan
kepada kehidupan yang kekal yaitu akherat.
Perlu
kita ketahui bahwasanya tidak ada keberhasilan yang bisa diraih tanpa upaya dan
doa. Perangilah sifat malas pada diri kita, sebab kemalasan membuat manusia untuk
bermalas malasan dalam berusaha dan berdoa. Akibatnya manusia malas untuk
menjemput takdir suksesnya.
Jagan
sampai kita memanjakan diri, berdiam diri dan berkhayal atau berangan angan
menjadi orang yang sukses di dunia dan bahagia di surga. jagan sampai kita
tetap dan tak melakukan apapun untuk mengejar impian itu. Tidak ada kesuksesan
yang diraih tanpa usaha, pengorbanan dan doa.
Seorang
cendekiawan muslim yang terkenal, Ibnu Al Jauzi pernah berkata, ‘’ sekiranya
engkau bisa melampaui ( pencapaian) setiap sosok ulama dan ahli zuhud, maka
lakukanlah ! karena mereka adalah manusia (biasa ) dan engkaupun juga manusia (
biasa ). dan tidaklah seseorang duduk ( berpangku tangan ) kecuali dikarenakan
hina dan rendahnya cita-cita.
Maksud
beliau, tak pernah ada cita cita yang terlalu tinggi selama kita melihat ada
orang lainyang pernah mencapainy. jika orang lain bisa, maka yakinlah bahwa
kitapun akan bisa mengapainya.
Sering
kita dengan istilah burung terbang dengan sayapnya, manusia terbang dengan cita
citanya. Jangan takut memiliki cita cita yang tinggi. dan gantunglah cita-cita
itu kepada Allah swt.
Jagan
patah semangat dalah hal apapun, semisal kita telah melakukan kesalahan atau
telah berbuat dosa, maka jagan sedih dan jangan menyesal berkepanjagan yang
hanya berpangku tanggan sehingga tidak melakukan hal-hal kebaikan.
Saat
ngji ibu nyai setelah membacakan kitab dan para murid maknani kitab tersebut,
setelah beberapa pembahasan sudah di bacakan beliau memberikan penjelasan dari
kitab tersebut. Beliau menjelaskan tentang maksiat dan taubat, jika seseorang
telah melakukan dosa kecil maka
segeralah bertaubat pada Allah SWT, dan tutupilah dosa-dosa kecil tersebut
dengan memperbahyak melakukan amalan kebaikan.
Berwudhulah,
lakukan sholat taubat dan lakukanlah kebaikan-kebaikan yang bisa menutupi dosa
kecil yang telah dilakukan dengan bersedekah, berdzikir dan melakukan amal sholeh
lainya.
Tulungagung 5/11/2020

Mantap...
BalasHapusPagestunipun pak.
BalasHapusLuar biasa
BalasHapusPagestunipun bu, kulo geh belajar saking blog panjenegan....
Hapuskeren pak
BalasHapus