Di pondok pesantren tidak hanya diajarkan جَـاءَ زيَـْدٌ
Pondok
pesantren merupakan tempat dimana seorang santri atau murid mencari ilmu, dan
tinggal di tempat itu, yang biasanya ada bangunan berupa masjid ataupun langar sebagai
sarana beribadah dan proses pembelajaran,
dan ndalem seorang kiyai ataupun guru yang luas akan keilmuanya, serta pondokan
tempat dimana santri tinggal.
Pondok pesantren selain tempat para santri
untuk memperdalam ilmu agama pondok pesantren juga tempat pembentukan akhlak,
sebab pondok pesantren menekankan pada pembentukan akhlakul karimah seorang santri
pondok itu selalu menutup aurot dengan berpakain
baju koko, bersarung, dan berpeci.
Sebenarnya
pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang bisa menjawab persoalan di
zaman sekarang ini. Sebab zaman sekarang banyak
pelangaran-pelangaran yang menyimpang seperti pergaulan bebas, perkelahian, membolos
sekolah, seorang murid yang berani kepada guru, seorang anak yang kurang hormat
pada kedua orang tua.
Pondok pesantren mengajarkan akhlak, budi pekerti yang luhur
dan memperdalam tentang ilmu agama dengan mengkaji kitab-kitab kuning yang
sudah jelas dan pasti keotentikannya, zaman sekarang perlu sekiranya
membentengi diri dengan keimanan dan ketakwaan serta ilmu agama.
Pondok pesantren selain mengajarkan
tentang ilmu agama pondok pesantren mengajarkan tentang saling menghormati, hormat
kepada orang tua, kepada guru, kepada teman maupun orang lain dengan di
wujudkan dengan tingkah lakunya.
Saya pernah inggat dawuh
bu guru, apik orane uwong kui tergantung atine, tapi awak e ya ora reti atine
uwong, tapi buahe apik orane ati kui diwujudne karo tingakah laku lan tutur
katane, lek atine apik tingkah laku lan tutur katane apek.
Dalam artian Ketika melakukan
kebaikan tidak hanya di depan orang lain agar mendapat pujian ataupun yang
lain, dalam keadaan sendiri atau tidak harus senantiasa melakukan kebaikan baik
tingkah laku, ucapan maupun perasaan dan fikiran.
Ketika itu saya teringat penjelasan
guru saat ngji kitab ta'limul muta'alim karya Syeh Az Zarnuzi di dalam kitab
tersebut dijelaskan bahwa seorang murid atau santri tidak akan memperoleh ilmu
dan kemanfaatanya kecuali ia memuliakan ilmu, memuliakan ahli ilmu dan menghormati
guru.
Seperti halnya
menghormati guru ialah tidak duduk berdekatan dengan guru, tidak memulai
berbicara kecualai ia mendapat izin darinya, tidak berani duduk ditempat duduknya.
Sedangkan kebiasaan-kebiasaan tersebut dapat dijumpai di pondok pesantren.
Sering kita lihat seorang santri begitu hormat dan ta’dzim pada guru. Diantara
memuliakan ilmu ialah Ketika belajar dalam keadaan suci selain itu memuliakan
ilmu dengan senantiasa menghormati
teman.
Pondok pesantren mengajarkan
untuk saling menghormati semisal santri satu ke santri lainnya jika memangil
tidak langsung namanya tapi dengan panggilan mas atau kang, dengan tujuan
untuk saling menghormati.
Pondok
pesantren juga mengajarkan kepada para santri untuk menjadi orang yang mampu
bersosial dan beradaptasi dengan lingkungan serta bisa berbaur dengan banyak
orang. sebab dipondok pesantren itu banyak para santri dengan banyak karakter
yang berbeda serta ras, suku, budaya yang berbeda dan berasal dari berbagai
wilayah.
Pondok pesantren
mengajarkan kedisiplinan sebab setiap kegiatan sudah terjadwal, dan setiap
pondok pesantren memiliki aturan aturan dan bagi santri yang melanggar akan
mendapat ta’ziran yang bersifat mendidik, dengan kegiatan yang sudah terjadwal dengan
baik diharapkan para santri akan terbiasa dan akan menjadikan kebiasaan yang
baik serta kebiasaan baik ini tidak hanya di pondok pesantren akan tetapi Ketika
sudah terjun di masyarakat.
Pondok pesantren ternyata secara tidak langsung
mengajarkan kepada para santri untuk hidup mandiri dan harus jauh dari orang
tua serta belajar sederhana. pondok bukan
tempat bersenang senang maupaun foya foya akan tetapi tempat dimana belajar
tentang kehidupan sepertihalnya para santri Ketika makan harus Bersama-sama, tidur
di serambi masjid ataupun di kamar tanpa mengunakan Kasur maupun bantal, itulah
contoh kecil kesederhanaan santri.
Pondok pesantren juga mengajarkan tentang menejemen
keuangan dan hidup dalam keadaan pas-pasan agar tidak boros, hemat bukan
berarti pelit akan tetapi tidak berlebihan, dan dipondok diajarkan untuk gemar
berbagi dengan teman lain dan saling tolong menolong, dalam memenejemen
keuangan semisal satri dalam satu bulan dijatah oleh orang tuanya tiga ratus ribu rupiah, seorang santri harus
bisa mengunakan uang itu dengan baik mulai dari beli jajan dan membeli peralatan
mandi seperti sabun, sampo, pasta gigi dan yang lain.
Pondok
pesantren merupakan tempat dimana seorang santri mempersiapkan diri untuk
terjun di masyarakat dan menjadi pemimpin dimasa yang akan datang.
Tulungagung, 23/09/2020

Alhamdulillah. Banyak manfaatnya ngeh mas alif. Mugi" putraku nanti saget mondok sprti jenengan. ,🙏
BalasHapusAmiinn... egeh mbk. Pagestune mawon...
BalasHapus