Langsung ke konten utama

Di pondok pesantren tidak hanya diajarkan جَـاءَ زيَـْدٌ

 

                                  Di pondok pesantren tidak hanya diajarkan جَـاءَ زيَـْدٌ


Pondok pesantren merupakan tempat dimana seorang santri atau murid mencari ilmu, dan tinggal di tempat itu, yang biasanya ada bangunan berupa masjid ataupun langar sebagai sarana  beribadah dan proses pembelajaran, dan ndalem seorang kiyai ataupun guru yang luas akan keilmuanya, serta pondokan tempat dimana santri tinggal.

 Pondok pesantren selain tempat para santri untuk memperdalam ilmu agama pondok pesantren juga tempat pembentukan akhlak, sebab pondok pesantren menekankan pada pembentukan akhlakul karimah seorang santri pondok itu selalu menutup aurot dengan  berpakain baju koko, bersarung, dan berpeci.

Sebenarnya pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang bisa menjawab persoalan di zaman sekarang ini. Sebab zaman sekarang banyak pelangaran-pelangaran yang menyimpang seperti pergaulan bebas, perkelahian, membolos sekolah, seorang murid yang berani kepada guru, seorang anak yang kurang hormat pada kedua orang tua.

Pondok pesantren  mengajarkan akhlak, budi pekerti yang luhur dan memperdalam tentang ilmu agama dengan mengkaji kitab-kitab kuning yang sudah jelas dan pasti keotentikannya, zaman sekarang perlu sekiranya membentengi diri dengan keimanan dan ketakwaan serta ilmu agama.

Pondok pesantren selain mengajarkan tentang ilmu agama pondok pesantren mengajarkan tentang saling menghormati, hormat kepada orang tua, kepada guru, kepada teman maupun orang lain dengan di wujudkan dengan tingkah lakunya.

Saya pernah inggat dawuh bu guru, apik orane uwong kui tergantung atine, tapi awak e ya ora reti atine uwong, tapi buahe apik orane ati kui diwujudne karo tingakah laku lan tutur katane, lek atine apik tingkah laku lan tutur katane apek.

Dalam artian Ketika melakukan kebaikan tidak hanya di depan orang lain agar mendapat pujian ataupun yang lain, dalam keadaan sendiri atau tidak harus senantiasa melakukan kebaikan baik tingkah laku, ucapan maupun perasaan dan fikiran.

Ketika itu saya teringat penjelasan guru saat ngji kitab ta'limul muta'alim karya Syeh Az Zarnuzi di dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa seorang murid atau santri tidak akan memperoleh ilmu dan kemanfaatanya kecuali ia memuliakan ilmu, memuliakan ahli ilmu dan menghormati guru.

Seperti halnya menghormati guru ialah tidak duduk berdekatan dengan guru, tidak memulai berbicara kecualai ia mendapat izin darinya, tidak berani duduk ditempat duduknya. Sedangkan kebiasaan-kebiasaan tersebut dapat dijumpai di pondok pesantren. Sering kita lihat seorang santri begitu hormat dan ta’dzim pada guru. Diantara memuliakan ilmu ialah Ketika belajar dalam keadaan suci selain itu memuliakan ilmu  dengan senantiasa menghormati teman.

Pondok pesantren mengajarkan untuk saling menghormati semisal santri satu ke santri lainnya jika memangil tidak langsung namanya tapi dengan panggilan mas atau kang, dengan tujuan untuk saling menghormati.

Pondok pesantren juga mengajarkan kepada para santri untuk menjadi orang yang mampu bersosial dan beradaptasi dengan lingkungan serta bisa berbaur dengan banyak orang. sebab dipondok pesantren itu banyak para santri dengan banyak karakter yang berbeda serta ras, suku, budaya yang berbeda dan berasal dari berbagai wilayah.

 

Pondok pesantren mengajarkan kedisiplinan sebab setiap kegiatan sudah terjadwal, dan setiap pondok pesantren memiliki aturan aturan dan bagi santri yang melanggar akan mendapat ta’ziran yang bersifat mendidik, dengan kegiatan yang sudah terjadwal dengan baik diharapkan para santri akan terbiasa dan akan menjadikan kebiasaan yang baik serta kebiasaan baik ini tidak hanya di pondok pesantren akan tetapi Ketika sudah terjun di masyarakat.

            Pondok pesantren ternyata secara tidak langsung mengajarkan kepada para santri untuk hidup mandiri dan harus jauh dari orang tua serta belajar  sederhana. pondok bukan tempat bersenang senang maupaun foya foya akan tetapi tempat dimana belajar tentang kehidupan sepertihalnya para santri Ketika makan harus Bersama-sama, tidur di serambi masjid ataupun di kamar tanpa mengunakan Kasur maupun bantal, itulah contoh kecil kesederhanaan santri.

 

            Pondok pesantren juga mengajarkan tentang menejemen keuangan dan hidup dalam keadaan pas-pasan agar tidak boros, hemat bukan berarti pelit akan tetapi tidak berlebihan, dan dipondok diajarkan untuk gemar berbagi dengan teman lain dan saling tolong menolong, dalam memenejemen keuangan semisal satri dalam satu bulan dijatah oleh orang tuanya  tiga ratus ribu rupiah, seorang santri harus bisa mengunakan uang itu dengan baik mulai dari beli jajan dan membeli peralatan mandi seperti sabun, sampo, pasta gigi dan yang lain.

 

Pondok pesantren merupakan tempat dimana seorang santri mempersiapkan diri untuk terjun di masyarakat dan menjadi pemimpin dimasa yang akan datang.

             

            Tulungagung, 23/09/2020

Komentar

  1. Alhamdulillah. Banyak manfaatnya ngeh mas alif. Mugi" putraku nanti saget mondok sprti jenengan. ,🙏

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak rugi memiliki mimpi

 Tidak rugi memiliki mimpi Orang yang memiliki mimpi tidaklah rugi. Sebab bermimpi tidaklah memerlukan biaya. Saya teringat dawuh guru saat belajar " bermimpilah pada malam hari dan wujudkan mimpi itu pada siang hari"  Seperti istilah yang tidak asing lagi yang sering kita dengar " Bengi macul langit awan macul bumi" Untuk mewujudkan mimpi tersebut butuh usaha dan upaya serta do'a yang tak pernah padam. Dalam mewujudkan mimpi butuh perjuangan, pengorbanan dan tidak luput dari halangan dan rintangan. Mungkin kita harus meningalkan tanah kelahiran kita untuk sementara waktu untuk mewujudkan mimpi tersebut. Sebagaimana yang penah didawuhkan oleh imam Syafi'i " Tiada kata diam dan santai bagi orang yang berakal dan beradab. Maka tinggalkan kampung halaman dan merantaulah".  Seperti halnya jika air tidak mengalir dan mengenang terlalu lama maka air tersebut akan kotor dan berbau tidak enak. Air akan menjadi baik jika mengalir, dan menjadi buruk jika tid...

Bekerja, beribadah dan istirahat

 Bekerja, beribadah dan istirahat Setiap manusia mendambakan hidup yang bahagia, hidup yang berkah dan hidup yang memberikan kemanfaatan yang baik. Mencari kebahagiaan di dunia mapun kebahagiaan di akhirat nanti. Terkadang kita sampai lupa mencari kebahagiaan dunia sampai melupakan kebahagiaan di akhirat. Sebagai contoh siang malam bekerja mencari uang untuk membeli mobil mewah, membagun rumah yang mengah sampai lupa meninggalkan kewajiban sholat lima waktu. Terkadang juga sampai melupakan kesehatan dirinya sendiri. Maka perlunya keseimbangan antara beribadah bekerja dan istirahat untuk mencapai kebahagiaan di dunia maupun kebahagiaan di akhirat. Saya teringat dawuh guru yang mengutip dari kitab karya imam al Ghozali. Yang berisi tentang pentingnya membagi waktu yang seimbang antara bekerja beribadah dan istirahat. Sebab istirahat juga penting untuk menjaga kesehatan fisik agar dapat beribadah dan bekerja dengan baik. Selain itu sang guru juga menjelaskan bahwasanya di negar...

Sibuk kebaikan

Waktu memiliki sifat cepat dan tajam yang jika tidak digunakan untuk kebaikan, akan menebas atau memotong penggunanya. Yaitu membawa kerugian atau penyesalan dikemudian hari. Maka peting sekali kita mengunakan waktu kita untuk perbuatan yang baik. Jangan digunakan untuk perbuatan kemaksiatan  agar kita tidak menyesal dikemudian hari. Dawuh ibu nyai siti saudah, " Lakukanlah amalan wajib dan tambahkanlah amalan-amalan sunah, karena amalan-amalan sunah dapat menambal amalan-amalan yang belum sempurna" Jika setiap hari kita selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan amalan-amalan kecil maupun besar tingkatan iman akan bertambah. Setiap amal sholeh baik perkataan maupun perbuatan, baik amal hati maupun amal jasad pasti akan menambah keimanan. Dan keimanan akan bertambah dengan adanya ketaatan kepada Allah SWT dan kemaksiatan akan berkurang. Seperti halnya jika kita hanya duduk sendirian dan melamun fikiran tidak berkembang dan cenderung ke negatif maka perlu diri...