Langsung ke konten utama

Menghargai setiap pekerjaan.

 Menghargai setiap pekerjaan.



Setiap pekerjaan asal baik dan halal adalah perbuatan yang mulia. Sebagaimana yang kita tau Rasulullah sebelum diangkat menjadi nabi dan rasul  beliau menggembala dan berdagang. Hal ini dijelaskan dalam Sirah Nabawiyah karya Ibnu Hisyam. Saat masih kecil dan dirawat oleh ibu susuannya, Halimah, Nabi Muhammad SAW pernah membantu untuk bekerja menggembala ternak. Dan saat remaja beliau berdagang.

Menghargai pekerjaan adalah hal yang mulia asal degan cara yang halal. Sebaliknya mengangur adalah perbuatan yang kurang baik.  Tidak hanya itu menurut KH. Saifudin Zuhri mengatakan bahwa mengagur bukan saja tidak baik akan tetapi merupakan benalu atau parasit dalam masyarakat.

Pekerjaan mencangkul di sawah meskipun bergelimang dengan lumpur adalah pekerjaan yang mulia. Sebaliknya pekerjaan korupsi atau menipu meskipun dikerjakan didalam kantor yang ber ac dan diatas meja tulis yang mengkilap itu adalah hina. 

Membantu pekerjaan orang tua termasuk bagian cara mendidik seorang anak agar tidak manja dan anak memiliki mental bahwa usaha yang  mulia adalah hasil usaha buah tanganya sendiri. Kelak anak akan memiliki pandagan bekerja dengan usahanya sendiri adalah hal mulia. Tentu perlu diingat tujuanya untuk mendidik bukan memperlakukannya sebagai pekerja atau buruhnya. Maka haruslah diingat kapan anak waktunya beribadah, waktunya mencari ilmu dan waktunya bermain.  

Saatsaya masih duduk dibangku sekolah dasar ketika hari ahad atau saat libur sekolah saya ikut bapak ke sawah membantu bapak mencangkul rasanya sangat senang. Sampai sekarangpun ketika pulangkampung saya tidak malu untuk pergi kesawah membantu bapak meskipun bergelimang degan lumpur. Terkadang juga mencarikan rumput untuk kambing, ngombor dengan katul buat hewan ternak. 

Maka, membiasakan membantu pekerjaan orang tua adalah hal yang baik sebagai bagian dari menanamkan sikap mental untuk menghargai setiap pekerjaan.

Komentar

  1. Catatan yang menarik tentang profesi. Tetapi alangkah baiknya jika paragraf ke 4 dan selanjutnya untuk disinkronkan dengan paragraf sebelumnya. Dan keserasian antar paragraf dan judul bisa diperhatikan lagi๐Ÿ˜Š

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih bu masukanya sangat membantu. Kebetul ini tadi status fb saya trus saya salin di blong ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak rugi memiliki mimpi

 Tidak rugi memiliki mimpi Orang yang memiliki mimpi tidaklah rugi. Sebab bermimpi tidaklah memerlukan biaya. Saya teringat dawuh guru saat belajar " bermimpilah pada malam hari dan wujudkan mimpi itu pada siang hari"  Seperti istilah yang tidak asing lagi yang sering kita dengar " Bengi macul langit awan macul bumi" Untuk mewujudkan mimpi tersebut butuh usaha dan upaya serta do'a yang tak pernah padam. Dalam mewujudkan mimpi butuh perjuangan, pengorbanan dan tidak luput dari halangan dan rintangan. Mungkin kita harus meningalkan tanah kelahiran kita untuk sementara waktu untuk mewujudkan mimpi tersebut. Sebagaimana yang penah didawuhkan oleh imam Syafi'i " Tiada kata diam dan santai bagi orang yang berakal dan beradab. Maka tinggalkan kampung halaman dan merantaulah".  Seperti halnya jika air tidak mengalir dan mengenang terlalu lama maka air tersebut akan kotor dan berbau tidak enak. Air akan menjadi baik jika mengalir, dan menjadi buruk jika tid...

Bekerja, beribadah dan istirahat

 Bekerja, beribadah dan istirahat Setiap manusia mendambakan hidup yang bahagia, hidup yang berkah dan hidup yang memberikan kemanfaatan yang baik. Mencari kebahagiaan di dunia mapun kebahagiaan di akhirat nanti. Terkadang kita sampai lupa mencari kebahagiaan dunia sampai melupakan kebahagiaan di akhirat. Sebagai contoh siang malam bekerja mencari uang untuk membeli mobil mewah, membagun rumah yang mengah sampai lupa meninggalkan kewajiban sholat lima waktu. Terkadang juga sampai melupakan kesehatan dirinya sendiri. Maka perlunya keseimbangan antara beribadah bekerja dan istirahat untuk mencapai kebahagiaan di dunia maupun kebahagiaan di akhirat. Saya teringat dawuh guru yang mengutip dari kitab karya imam al Ghozali. Yang berisi tentang pentingnya membagi waktu yang seimbang antara bekerja beribadah dan istirahat. Sebab istirahat juga penting untuk menjaga kesehatan fisik agar dapat beribadah dan bekerja dengan baik. Selain itu sang guru juga menjelaskan bahwasanya di negar...

Sibuk kebaikan

Waktu memiliki sifat cepat dan tajam yang jika tidak digunakan untuk kebaikan, akan menebas atau memotong penggunanya. Yaitu membawa kerugian atau penyesalan dikemudian hari. Maka peting sekali kita mengunakan waktu kita untuk perbuatan yang baik. Jangan digunakan untuk perbuatan kemaksiatan  agar kita tidak menyesal dikemudian hari. Dawuh ibu nyai siti saudah, " Lakukanlah amalan wajib dan tambahkanlah amalan-amalan sunah, karena amalan-amalan sunah dapat menambal amalan-amalan yang belum sempurna" Jika setiap hari kita selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan amalan-amalan kecil maupun besar tingkatan iman akan bertambah. Setiap amal sholeh baik perkataan maupun perbuatan, baik amal hati maupun amal jasad pasti akan menambah keimanan. Dan keimanan akan bertambah dengan adanya ketaatan kepada Allah SWT dan kemaksiatan akan berkurang. Seperti halnya jika kita hanya duduk sendirian dan melamun fikiran tidak berkembang dan cenderung ke negatif maka perlu diri...