Langsung ke konten utama

Derek dawuh guru mesti slamete

 

Derek dawuh guru mesti slamete



Setiap guru menginginkan murid-muridnya menjadi orang yang lebih baik. Berbagai upaya dilakukan guru dalam mendidik muridnya.

Guru tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan dan kreatifitas akan tetapi lebih dari itu. Guru mengajarkan nilai-nilai adab lahiriyah maupun batiniyah. Keteladanan dan nasehat selalu guru berikan. Karakter setiap anak didik berbeda-beda. cara mendidik seorang gurupun berbeda pula.

Guru lebih tau batas kemampuan muridnya dengan demikian dawuh guru kepada muridnya itu mesti tepat dan sesuai. Seperti kisah ada seorang guru menasehati muridnya untuk melanjutkan jenjang yang lebih tinggi dalam mencari ilmu. Seorang guru nimbali muridnya ke ndalem sang guru. Sang muridpun bergegas menghadap sang guru. Sesampai di ndalem guru dawuh" cung, terusno sekolahmu" .....!!! sang murid dengan agak sedikit ragu menjawab "enggeh guru". Dalam hati murid ‘’mungkinkah saya bisa melanjutkan lagi sedangkan biayanya dalam melanjutkan kejenjang lebih tinggi memerlukan biaya yang banyak’’. Sang murid belum sama sekali memiliki pengalaman dalam menghasilkan uang untuk biaya sekolah atau yang lainya.

Dengan kemantapan hati dia niatkan lillahi ta’ala darek dawuh guru. Guru tidak serta merta menyuruh murid tanpa ada solusi dan jalan keluar disaat ia merasa bimbang. Sebenarnya guru lebih tau apa yang murid rasakan. Guru tidak memberikan apa yang dibutuhkan murid secara instan. Akan tetapi diberikan arahan agar mau berfikir dan berproses secara mandiri.

Ibarat seseorang berkeinginan untuk makan nasi. Tidak serta merta diberi nasi secara langsung. Akan tetapi di beri padi untuk di tanam agar tau susah payahnya dalam menanam padi. Mulai dari persiapan media tanam, pemilihan bibit, persemaian, penanaman, perawatan dari hama dan penyakit hingga memanen. Begitu panjang prosesnya. Ketika ia tau prosesnya ia tidak akan menyepelekan sepiring nasi dan merasa bersyukur atas proses yang telah ia lalui.

Begitu juga dengan murid yang diutus gurunya untuk melanjutkan sekolah kejenjang yang lebih tinggi. Sedangkan murid tidak tau cara mendapatkan uang yang begitu banyak. Kemudian murid tersebut diberi satu buah korek. Dan pada akhirnya muridpun bisa mendapatkannya dan mengembangkanya. Memang benar derek dawuh guru mesti slamete☕

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak rugi memiliki mimpi

 Tidak rugi memiliki mimpi Orang yang memiliki mimpi tidaklah rugi. Sebab bermimpi tidaklah memerlukan biaya. Saya teringat dawuh guru saat belajar " bermimpilah pada malam hari dan wujudkan mimpi itu pada siang hari"  Seperti istilah yang tidak asing lagi yang sering kita dengar " Bengi macul langit awan macul bumi" Untuk mewujudkan mimpi tersebut butuh usaha dan upaya serta do'a yang tak pernah padam. Dalam mewujudkan mimpi butuh perjuangan, pengorbanan dan tidak luput dari halangan dan rintangan. Mungkin kita harus meningalkan tanah kelahiran kita untuk sementara waktu untuk mewujudkan mimpi tersebut. Sebagaimana yang penah didawuhkan oleh imam Syafi'i " Tiada kata diam dan santai bagi orang yang berakal dan beradab. Maka tinggalkan kampung halaman dan merantaulah".  Seperti halnya jika air tidak mengalir dan mengenang terlalu lama maka air tersebut akan kotor dan berbau tidak enak. Air akan menjadi baik jika mengalir, dan menjadi buruk jika tid...

Bekerja, beribadah dan istirahat

 Bekerja, beribadah dan istirahat Setiap manusia mendambakan hidup yang bahagia, hidup yang berkah dan hidup yang memberikan kemanfaatan yang baik. Mencari kebahagiaan di dunia mapun kebahagiaan di akhirat nanti. Terkadang kita sampai lupa mencari kebahagiaan dunia sampai melupakan kebahagiaan di akhirat. Sebagai contoh siang malam bekerja mencari uang untuk membeli mobil mewah, membagun rumah yang mengah sampai lupa meninggalkan kewajiban sholat lima waktu. Terkadang juga sampai melupakan kesehatan dirinya sendiri. Maka perlunya keseimbangan antara beribadah bekerja dan istirahat untuk mencapai kebahagiaan di dunia maupun kebahagiaan di akhirat. Saya teringat dawuh guru yang mengutip dari kitab karya imam al Ghozali. Yang berisi tentang pentingnya membagi waktu yang seimbang antara bekerja beribadah dan istirahat. Sebab istirahat juga penting untuk menjaga kesehatan fisik agar dapat beribadah dan bekerja dengan baik. Selain itu sang guru juga menjelaskan bahwasanya di negar...

Sibuk kebaikan

Waktu memiliki sifat cepat dan tajam yang jika tidak digunakan untuk kebaikan, akan menebas atau memotong penggunanya. Yaitu membawa kerugian atau penyesalan dikemudian hari. Maka peting sekali kita mengunakan waktu kita untuk perbuatan yang baik. Jangan digunakan untuk perbuatan kemaksiatan  agar kita tidak menyesal dikemudian hari. Dawuh ibu nyai siti saudah, " Lakukanlah amalan wajib dan tambahkanlah amalan-amalan sunah, karena amalan-amalan sunah dapat menambal amalan-amalan yang belum sempurna" Jika setiap hari kita selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan amalan-amalan kecil maupun besar tingkatan iman akan bertambah. Setiap amal sholeh baik perkataan maupun perbuatan, baik amal hati maupun amal jasad pasti akan menambah keimanan. Dan keimanan akan bertambah dengan adanya ketaatan kepada Allah SWT dan kemaksiatan akan berkurang. Seperti halnya jika kita hanya duduk sendirian dan melamun fikiran tidak berkembang dan cenderung ke negatif maka perlu diri...