Berburuk sangka akan menyesal akhirnya
Salah satu kelemahan manusia adalah mudah sekali menilai orang dari penampilan luarnya saja atau hanya mendegar perkataan dari orang lain yang itu belum tentu kebenaranya.
Berburuk sangka merupakan sifat yang tidak baik. Sebagai orang muslim kita harus berusaha agar tidak berburuk sangka kepada diri sendiri, tidak berburuk sangka kepada orang lain, jangkan berburuk sangka kepada makluk lain apalagi jangan sampai berburuk sangka kepada Tuhan semesta alam. Berprasangka buruk kepada orang lain selain termasuk sifat yang tidak baik hal demikian juga dapat membuat kita menyesal dikemudian hari. Berprasangka buruk dapat membuat hati dan pikiran dipenuhi rasa benci.
Terkadang manusia berprasangka buruk kepada yang Tuhan yang maha kuasa dengan kondisi yang dialami saat ini. Mengatak Tuhan tidak adil, tuhan tidak sayang dan yang lainya. Berprasangka buru kepada Tuhan merupakan bentuk cemooh atau ingkar pada takdir Tuhan. Misalnya mengatakan’’ kok rezeki saya akhir-akhir ini seret ya, sedangkan saya melakukan semua perintahnya sholat, puasa dan yang lainya. Sedangkan orang yang tidak sholat itu rizkinya lancear. Sudah seharusnya kita sebagai makhluk yang berakal mau bertobat serta memohon ampun terhadap prasangka buruk kita. Kita harus iman dan yakin bahwa Tuhan adalah maha adil maha rahman dan rahim yang tidak ada tandiganya.
Ada hal menarik tentang seseorang pelayan yang berburuk sangka kepada rajanya. Disebuah negri zaman dulu ada seorang pelayan raja tampak gelisah, ia merenung kenapa raja tidak pernah adil kepada dirinya. Hampir setiap hari prelayan lain mendapatkan hadiah dari raja, mulai dari cincin, emas, perak, uang dan perabot antik sedangkan dirinya tidak mendapat hadiah dari sang raja. Hanya beberapa bulan para pelayan yang mendapatkan hadiah dari raja ada perubahan lain. Para pelayan yang sebelumnya betah berlama-lama di istana mulai pulang cepat, begitupun dengan kedatangan yang tidak sepagi dulu. Tampaknya mereka mulai sibuk dengan urusan masing-masing.
Sedangkan pelayan yang paling setia kepada raja tidak diberikan hadiah. Pelayan lain sudah mulai engan mencuci pakaian raja, sedangkan sipelayang yang satu ini masih setia dengan tugas yang dierikan oleh sang raja.
Hingga suatu hari kegelisahan pelayan yang tidak mendapat hadiah mulai tidak terbendung, pelayan meberanikan diri berbicara kepada sang raja ubntuk mengundurkan diri dari pekerjaan ini. Raja bertanya, kenapa kamu ingin mengundurkan diri pelayanku ? Si pemuda pelayan itu berkata, maafkan saya raja, menurut saya raja sudah tidak adil, sang pelayan menunduk tidak berani mendongak, kemudian sipelayan itu memberanikan diri untuk mendongak ia pun terkejut. Ternyata sang raja menangis. Air amatanya menitik.
Beberapa hari setelah itu sang raja dikabarkan wafat. Seorang kurir istana menyampaikan sepucuk surat kepada pelayan miskin tadi. Dengan penasaran ia mulai membaca’’ aku sayang kamu, pelayanku. Aku hanya ingin selalu dekat denganmu. Aku tidak ingin ada penghalang antara kita. Tapi, kalau kau terjemahkan cintaku dalam bentuk benda, kuserahkan sepaaruh istanaku untukmu. Ambillah. Itulah wujud sebagian kecil sayangku atas kesetiaan dan ketaatanmu.
Dari kisah di atas betapa hidup itu memberikan warna-warni yang beranekaragam. semoga kita bisa berbenah diri untuk tidak berburuk sangka agar tidak menyesal dikemudian hari. Wallohu a’lam.

Keren tulisannya. Sungguh sulit untuk menghilangkan sifat berburuk sangka. Tapi harus belajar untuk meminimalisir. Hehehe
BalasHapusTerimakasih bu atas kunjuganya. Iya bu betul sekali panjenegan harus belajar meminimalisir🙏
Hapus