Langsung ke konten utama

SANG KIAI TELADAN

 

SANG KIAI TELADAN

Mengenang Almaghfurlah KH. Moch.  Burhanuddin HB


Kh. Moch.  Burhanuddin HB pengasuh pondok pesantren Al Fattah kikil yang terletak di kecamatan Arjosari, kabupaten Pacitan, Jawa Timur tepatnya disebelah utara ibu kota kabupaten Pacitan. Pondok pesantren Al Fattah kikil Pacitan menaungi lembaga pendidikan formal diantaranya MTs, MA, SMK dan  STAIFA ( Sekolah Tinggi Agama Islam Al Fattah ).

Kh. Moch.  Burhanuddin HB adalah seorang kiai yang sabar, murah hati dan berjiwa nasionalis. Tidak hanya wali santri dan santri yang sowan kepada beliau akan tetapi banyak warga masyarakat mulai dari pejabat negara, Polri, TNI, pengusaha maupun rakyat biasa yang sowan beliau. Beliau tidak pandang bulu beliau selalu ramah. Beliau adalah sosok kiai yang sabar dan penuh kasih sayang kepada keluarga sanak saudara, santri dan semuanya.

Saya sebagai santri sangat bersyukur bisa nyantri di pondok Al Fattah Kikil Pacitan. Saya  naytri di pondok ini pada tahun 2011 hingga tahun 2014. Saya teringat setiap malam senin semua santri ngaji kitab ta’limul muta’alim karya Syekh Burhanuddin Az Zarnuji di ndalem. Semua dawuh-dawuh beliau dan nasehat beliau menyejukkan hati, mengugah semangat dan menyenangkan hati orang yang mendengarkannya. Beliau sosok kiai yang sangat sabar dalam mendidik para santri. Hal ini terlihat dari sifat sabar beliau baik secara lansung dan tidak langsung dalam memberikan nasehat kepada para santri untuk selalu rajin dalam belajar, rajin dalam beribadah, rajin untuk ngaji Al-Qur’an, rajin ngaji Diniyah.

Saya teringat dawuh beliau saat sowan menjelang liburan, beliau dawuh: ‘’Santri semuanya, jangan buat hati ibumu kecewa, buatlah hati ibumu senang dengan kedataganmu. Amalkan apa yang kamu pelajari di pondok’’.

Sedangkan sifat dan perilaku keikhlasan dan kesederhanaan beliau selalu dicontohkan secara langsung kepada para santri. Sifat keikhlasan dan kesederhanaan dapat dilihat dari  berpikir, bertutur dan bertindak yang dicontohkan kepada santri sehingga dapat menumbuhkan jiwa para santri yang selalu ikhlas, rendah hati, menerima apa adanya tidak mudah mengeluh dan tangguh.

Meskipun beliau adalah kiai besar masih menyempatkan menghadiri acara sidang terbuka santri di UIN SATU Tulungagung pada tahun 2022 lalu. Tidak terasa air mata ini menetes sewaktu mendegarkan dawuh beliau ketika memberi sambutan ketika ada santri ( Bapak Dr. Heri ) sidang terbuka yang dapat menyelesaikan program doktor di Uiniversitas  Islam Negri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Beliau sangat berwibawa dengan mengenakan jas hitam bersarung dan berpeci beliau dawuh, ‘’ saya sangat bahagia kalau ada santri yang semangat belajar’’.

 Beliau sangat mencintai ilmu. Tidak diragukan lagi sifat ysng melekat pada diri beliau yang selalu memberikan motifasi kepada para santri untuk giat dan rajin dalam mencari ilmu. Beliau tidak mendikotomi ilmu yang dipelajari para santri asalkan ilmu tersebut membawa kemaslahatan, kemanfaatan dan keberkahan bagi dirinya dan orang lain. Di Tulungagung saya sowan dan sungkem kepada romo kiai di kediaman bapak Dr. H. Samsi. Saya sangat bahagia bisa sowan dan sungkem dan beliau dawuh ‘’ teruslah belajarmu, seng tenanan’’.

 Semoga kita dapat mengamalkan ilmu-ilmu dan kita dapat meneladani keteladanan beliau yang sudah dicontohkan kepada kita dan semoga kita diakui sebagai santri beliau. Aamin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak rugi memiliki mimpi

 Tidak rugi memiliki mimpi Orang yang memiliki mimpi tidaklah rugi. Sebab bermimpi tidaklah memerlukan biaya. Saya teringat dawuh guru saat belajar " bermimpilah pada malam hari dan wujudkan mimpi itu pada siang hari"  Seperti istilah yang tidak asing lagi yang sering kita dengar " Bengi macul langit awan macul bumi" Untuk mewujudkan mimpi tersebut butuh usaha dan upaya serta do'a yang tak pernah padam. Dalam mewujudkan mimpi butuh perjuangan, pengorbanan dan tidak luput dari halangan dan rintangan. Mungkin kita harus meningalkan tanah kelahiran kita untuk sementara waktu untuk mewujudkan mimpi tersebut. Sebagaimana yang penah didawuhkan oleh imam Syafi'i " Tiada kata diam dan santai bagi orang yang berakal dan beradab. Maka tinggalkan kampung halaman dan merantaulah".  Seperti halnya jika air tidak mengalir dan mengenang terlalu lama maka air tersebut akan kotor dan berbau tidak enak. Air akan menjadi baik jika mengalir, dan menjadi buruk jika tid...

Bekerja, beribadah dan istirahat

 Bekerja, beribadah dan istirahat Setiap manusia mendambakan hidup yang bahagia, hidup yang berkah dan hidup yang memberikan kemanfaatan yang baik. Mencari kebahagiaan di dunia mapun kebahagiaan di akhirat nanti. Terkadang kita sampai lupa mencari kebahagiaan dunia sampai melupakan kebahagiaan di akhirat. Sebagai contoh siang malam bekerja mencari uang untuk membeli mobil mewah, membagun rumah yang mengah sampai lupa meninggalkan kewajiban sholat lima waktu. Terkadang juga sampai melupakan kesehatan dirinya sendiri. Maka perlunya keseimbangan antara beribadah bekerja dan istirahat untuk mencapai kebahagiaan di dunia maupun kebahagiaan di akhirat. Saya teringat dawuh guru yang mengutip dari kitab karya imam al Ghozali. Yang berisi tentang pentingnya membagi waktu yang seimbang antara bekerja beribadah dan istirahat. Sebab istirahat juga penting untuk menjaga kesehatan fisik agar dapat beribadah dan bekerja dengan baik. Selain itu sang guru juga menjelaskan bahwasanya di negar...

Sibuk kebaikan

Waktu memiliki sifat cepat dan tajam yang jika tidak digunakan untuk kebaikan, akan menebas atau memotong penggunanya. Yaitu membawa kerugian atau penyesalan dikemudian hari. Maka peting sekali kita mengunakan waktu kita untuk perbuatan yang baik. Jangan digunakan untuk perbuatan kemaksiatan  agar kita tidak menyesal dikemudian hari. Dawuh ibu nyai siti saudah, " Lakukanlah amalan wajib dan tambahkanlah amalan-amalan sunah, karena amalan-amalan sunah dapat menambal amalan-amalan yang belum sempurna" Jika setiap hari kita selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan amalan-amalan kecil maupun besar tingkatan iman akan bertambah. Setiap amal sholeh baik perkataan maupun perbuatan, baik amal hati maupun amal jasad pasti akan menambah keimanan. Dan keimanan akan bertambah dengan adanya ketaatan kepada Allah SWT dan kemaksiatan akan berkurang. Seperti halnya jika kita hanya duduk sendirian dan melamun fikiran tidak berkembang dan cenderung ke negatif maka perlu diri...