Langsung ke konten utama

Jangan diletakkan di hati nanti sakit hati

 Jangan diletakkan di hati nanti sakit hati.



Mengejar dunia yang fana tidak akan ada habisnya. Mengejar Kemewahan yang melimpah, kekuasaan yang memanjakan dan mengiurkan, kekasih yang sempurna seakan tak akan menua ataupun perkembangan teknologi yang cangih yang semua itu hanya sementara sehingga cukup letakkan di tangan saja jangan didalam hati.

Semisal tetangga membeli mobil baru. Sedangkan ia cuma memiliki mobil lama kemudian ia merasa susah dan galau lantaran tetangga beli kendaraan baru. Sesuatu demikian jaganlah dimasukkan dalam hati dan fikiran yang berlebihan karena bisa menjadikan suatu penyakit.  Maka kita perlu melihat orang yang dibawah kita agar bisa mensyukuri dan betapa banyak kenikmatan-kenikmatan yang lain yang telah Tuhan berikan kepada kita. 

Oleh sebab itu para ulama shaleh mengajarkan untuk senantiasa bersyukur dan merasa cukup. Serta meletakkan dunia cukup ditangan saja bukan di hati. 

Ulama shaleh mengajarkan berdoa yang artinya: ya Allah, jadikanlah dunia berada dibawah tanganku. Jangan engkau jadikan didalam hatiku. Dan janganlah jadikan dunia itu tujuan utamaku dan bukan pula menjadi tempat berlabuhnya imanku.

Berusaha selalu bersyukur dan merasa cukup sebagai dasar bagi perjalanan jiwa menuju pusat. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak rugi memiliki mimpi

 Tidak rugi memiliki mimpi Orang yang memiliki mimpi tidaklah rugi. Sebab bermimpi tidaklah memerlukan biaya. Saya teringat dawuh guru saat belajar " bermimpilah pada malam hari dan wujudkan mimpi itu pada siang hari"  Seperti istilah yang tidak asing lagi yang sering kita dengar " Bengi macul langit awan macul bumi" Untuk mewujudkan mimpi tersebut butuh usaha dan upaya serta do'a yang tak pernah padam. Dalam mewujudkan mimpi butuh perjuangan, pengorbanan dan tidak luput dari halangan dan rintangan. Mungkin kita harus meningalkan tanah kelahiran kita untuk sementara waktu untuk mewujudkan mimpi tersebut. Sebagaimana yang penah didawuhkan oleh imam Syafi'i " Tiada kata diam dan santai bagi orang yang berakal dan beradab. Maka tinggalkan kampung halaman dan merantaulah".  Seperti halnya jika air tidak mengalir dan mengenang terlalu lama maka air tersebut akan kotor dan berbau tidak enak. Air akan menjadi baik jika mengalir, dan menjadi buruk jika tid...

Bekerja, beribadah dan istirahat

 Bekerja, beribadah dan istirahat Setiap manusia mendambakan hidup yang bahagia, hidup yang berkah dan hidup yang memberikan kemanfaatan yang baik. Mencari kebahagiaan di dunia mapun kebahagiaan di akhirat nanti. Terkadang kita sampai lupa mencari kebahagiaan dunia sampai melupakan kebahagiaan di akhirat. Sebagai contoh siang malam bekerja mencari uang untuk membeli mobil mewah, membagun rumah yang mengah sampai lupa meninggalkan kewajiban sholat lima waktu. Terkadang juga sampai melupakan kesehatan dirinya sendiri. Maka perlunya keseimbangan antara beribadah bekerja dan istirahat untuk mencapai kebahagiaan di dunia maupun kebahagiaan di akhirat. Saya teringat dawuh guru yang mengutip dari kitab karya imam al Ghozali. Yang berisi tentang pentingnya membagi waktu yang seimbang antara bekerja beribadah dan istirahat. Sebab istirahat juga penting untuk menjaga kesehatan fisik agar dapat beribadah dan bekerja dengan baik. Selain itu sang guru juga menjelaskan bahwasanya di negar...

Sibuk kebaikan

Waktu memiliki sifat cepat dan tajam yang jika tidak digunakan untuk kebaikan, akan menebas atau memotong penggunanya. Yaitu membawa kerugian atau penyesalan dikemudian hari. Maka peting sekali kita mengunakan waktu kita untuk perbuatan yang baik. Jangan digunakan untuk perbuatan kemaksiatan  agar kita tidak menyesal dikemudian hari. Dawuh ibu nyai siti saudah, " Lakukanlah amalan wajib dan tambahkanlah amalan-amalan sunah, karena amalan-amalan sunah dapat menambal amalan-amalan yang belum sempurna" Jika setiap hari kita selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan amalan-amalan kecil maupun besar tingkatan iman akan bertambah. Setiap amal sholeh baik perkataan maupun perbuatan, baik amal hati maupun amal jasad pasti akan menambah keimanan. Dan keimanan akan bertambah dengan adanya ketaatan kepada Allah SWT dan kemaksiatan akan berkurang. Seperti halnya jika kita hanya duduk sendirian dan melamun fikiran tidak berkembang dan cenderung ke negatif maka perlu diri...