Berterimakasihlah dan minta maaflah kepada guru.
Manusia lahir dimuka bumi ini dalam keadaan tidak mengetahui apapun dan dilahirkan dalam keadaan tidak membawa apa-apa akan tetapi Allah SWT memberikan penglihatan, pendegaran dan hati nurani serta kenikmatan-kenikmatan yang lain yang tidak bisa dihitung jumlahnya.
Manusia yang awalnya tidak mengetahui segala sesuatu dan menjadi mengetahui sesuatu itu semua kuasa Allah SWT lewat lantaran seorang Guru. Sayyidina Ali bin Abi Thalib karamallahu wajhah dalam kitab Ihya Ulumuddin berkata: ‘’Ana ‘abdu man ‘allamani, wa law harfan waa hidan’’. Artinya, ‘’Aku adalah hamba atau budak bagi siapapun yang mengajarkan ilmu kepadaku, walau hanya satu huruf’’.
Menurut gus Ulil Abshar Abdalla bahwa kata ‘’harfan’’ di atas bukan sekedar ilmu pengetahuan atau informasi saja. Akan tetapi harfan dalam pengertian yang menjadi petunjuk kepada kebahagiaan abadi di akhirat kelak.
Sebagai murid atau santri harus berterimakasih kepada guru karena beliaulah yang mendidik kita. Wujud terimakasih kepada guru bisa dengan ucapan akan tetapi juga dapat diwujudkan dengan sikap. Sebagai murid juga harus minta maaf kepada guru karena seringkali kita sebagai seorang murid sering berbuat salah. Terkadang perilaku kita juga menyakiti hati sang guru.
Selain kita sebagai murid yang harus berterimakasih kepada guru dan memohon maaf kepada guru orang tua yang putra putrinya dididik, dibimbing yang putra putrinya di sekolahkan, dititipkan di pondok pesantren orang tua juga harus berterimakasih kepada seorang guru. Karena beliaulah yang mendidik putra putrinya. Walaupun seorang guru tidak memiliki hubungan darah dengan sang anak akantetapi guru ikhlas dan mau mngajarkan ilmu yang dimilikinya kepada putra putri bapak ibu semua.
Sepertihalnya yang sudah berlaku di dunia pondok pesantren sebelum anaknya dipondok orang tua lebih dulu sowan kepada kiyai untuk memasrahkan anaknya belajar di pesantren tersebut. Sebagai wujud terimakasih orang tua kepada kiyai terkadang saat sowan membawa oleh-oleh. Semisal di rumah adanya singkong saat sowan ia membawa olahan makanan dari singkong dan tanpa membebani dari orang tua tersebut. Baik dari orang tua maupun dari sang anak yang belajar harus berterimakasih kedapa sang guru dan juga mohon maaf jika melakukan kesalahan.
Akhir-akhir ini pada bulan oktober 2023 media sosial dihebohkan dengan berita tentang orang tua murid mengugat seorang guru di sumbawa dan di tuntut untuk membayar sebesar 50 juta lantaran menghukum anaknya yang tidak mau sholat saat di sekolah. Tidak lain karena anak tersebut sudah diingatkan oleg sang guru untuk melakukan sholat berjamaah. Ada 3 anak yang sudah diperingatkan tidak mau dan akhirnya guru itu menghukumnya. Semestinya orang tua harus berterimakasih sudah mengigatkan anaknya untuk sholat berjamaah.
Orang tua juga harus mendukung seorang guru dalam mendidik dalam hal kebaikan kepada murid asalkan tidak bertentangan degan syariat yang ada. Belum tentu orang tua mampu mendidik anaknya dan belum tentu juga orang tua menguasai ilmu yang semestinya diberikan kepada anak tersebut.
Beberapa hari lalu saya diutus ibuk. Berhubung waktu sudah menunjukkan pukul setegah duabelas saya mampir ke masjid. Setelah adzan berkumandang datanglah anak kecil di srambi masjid saya bertanya pada anak itu.
Saya: Le, saman ajeng sholat jamaah duhur ta?. Dia menjawab
Anak SD: enggeh pak.
Dalam hati saya subhanallah masih kecil sudah rajin sholat berjamaah. Kemudian saya tanya lagi.
Saya: kelas pinten sampean le ?,
Anak SD: Kulo kelas 2 SD pak.
Setelah adzan berkumandang anak itu bergegas menuju tempat wudhu setelah itu ia masuk kemasjid dan setelah adzan bapak-bapak disitu juga melaksanakan sholat rawatib dan pujian sambil menunggu sang imam datang. Anak itu juga melaksanakan sholat qobliah duhur 2 rekaan.
Dalam hati saya anak mau pergi ke masjid, mau sholat berjamaah dan juga melaksanakan sholawat rawatib itu semua tidak lepas dari sang guru. Guru berperan penting dalam mendidik anak menjadi orang yang sukses di dunia dan akhirat. Dan guru juga yang mendidk anak agar selamat di dunia dan akhirat..maka dari itu sebagai murid dan orang tua murid harus berterimakasih kepada guru dan juga memohonkan maaf kalau perilaku putra putrinya tidak mengenakkan hati.
Dawuh gus Iqdam pimpinan majlis sabilu taubah blitar. Saat itu ada seseorang yang bertanya kepada beliau. Gus, tirakat nopo ingkang panjenegan lampahi sampai-sampai jenegan dados ngeten niki. Beliau dawuh: aku berusaha bungahne atine guru-guruku lan bungahne atine wong tuaku. Begitu tutur beliau. Semoga kita bisa menghormati guru dan juga menghormati bapak ibu. Wallahu A’lam Bishshawab.

Komentar
Posting Komentar