Langsung ke konten utama

Ampuhnya do'a ibu

 

Ampuhnya do'a ibu





Jangan ragukan kekuatan do’a. Do’a adalah senjata orang beriman. Diantara do’a yang mustajab adalah do’a seorang ibu maka muliakanlah.  Ibu adalah orang yang sangat bejasa di dunia ini. Bagaima tidak karena lantaran beliaulah kita terlahir di dunia ini dan perjuangan-perjuangan yang mereka lakukan sangatlah luar biasa maka jangan sekali-kali berani terhadap orang tua, terlebih kepada ibu. Jangan pernah lukai hati seorang ibu. Jaga perasaanya, jaga nama baiknya. Kita harus menghormati terhadap ibu, baik yang masih ada maupun yag sudah tiada.

Lantas bagaimana cara kita menghormati ibu yang sudah tiada? Dengan pertanyaan seperti itu saya teringat dawuh guru Gus  Ilham hasyim, beliau dawuh:  setiap habis sholat kirimlah hadiah fatihah terhadap bapak ibu yang masih ada maupun yang sudah tiada. Berbicaralah kepada kedua orang tuamu degan penuh sopan dan santun, jagan katakan ‘’ ah’’  atau perkataan yang kasar kepada orang tua, taatlah kepada kedua orang tua selama tidak bermaksiat kepada AllahSWT, bersegeralah memenuhi pangilan keduanya degan wajah yang berseri dan mengeluarkan suara yang lembut, lakukanlah hal-hal yang meringankan mereka walaupun tanpa diperintah, jangan membantah keduanya jangan pula menyalahkan keduanya tetapi berusaha menjelaskan keduanya dengan sopan dan kebenaran, jangan berlaku kikir kepada keduanya,

Apabila kita berlaku baik pasti di doakan baik, walaupun kita terkadang bersikap nakal seorang ibu tentu mendoakan anaknya menjadi orang baik. Maka dari itu selalu mintalah doa dan restu kepadanya karena doa adalah senjata orang beriman.  Seperti halnya kisah seorang pemuda di Hadramaut ( Yaman ) setiap orang yang datang menghadab habib Salim habaib sepuh yang alim di Tarim untuk minta didoakan selalu mendapat pertanyaan yang sama. Apakah kamu masih memiliki permata ( ibu ) di rumahmu ? Jika jawabanya masih maka beliau dengan halus mengatakan : tahukah, bahwa do’a ibu untukmu lebih mulia dan makbul dari pada do’a seorang wali besar sekalipun.

Andaikata kita jauh dari orang tua yang masih hidup karena merantau atau sedang mencari ilmu setidaknya memberikan perhatian kepadanya dengan selalu mendoakannya. Kesuksesakn kita dalam belajar maupun bekerja tidak lepas dari doa orang tua.

Dibalik suksesnya seseorang terdapat doa dan tirakat seorang ibu. Ada cerita tentang seseorang yang menginginkan anak anaknya menjadi anak yang sholeh dan sholehah kemudian ia sowan kepada kiyai orang tua itu minta didoakan semoga anak-anaknya menjadi anak yang sholeh dan sholehah kemudian kiyai itu menasehati agar setiap hari kelahiran anaknya di tirakati degan puasa. Semisal anaknya lahir pada hari selasa pon maka kiyai tersebut mengizajahi kepada orang tuanya untuk melakukan puasa degan mengharap ridhonya Allah SWT.

Seperti yang kita tau dari beberapa sumber buku dawuh Kh Mahrus Ali Lirboyo ‘’ kalau putra putrinya di pondok hati orang tuanya juga ikut mondok, terutama hati sang ibu. Sering dibacakan al Fatihah setiap ba’da mahrib sebanyak 41x karena do’a seorang ibu yang bisa melembutkan hati anaknya. Degan kisah diatas segala sesuatunya sudah kehendak Allah SWT.  والله اعلم

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak rugi memiliki mimpi

 Tidak rugi memiliki mimpi Orang yang memiliki mimpi tidaklah rugi. Sebab bermimpi tidaklah memerlukan biaya. Saya teringat dawuh guru saat belajar " bermimpilah pada malam hari dan wujudkan mimpi itu pada siang hari"  Seperti istilah yang tidak asing lagi yang sering kita dengar " Bengi macul langit awan macul bumi" Untuk mewujudkan mimpi tersebut butuh usaha dan upaya serta do'a yang tak pernah padam. Dalam mewujudkan mimpi butuh perjuangan, pengorbanan dan tidak luput dari halangan dan rintangan. Mungkin kita harus meningalkan tanah kelahiran kita untuk sementara waktu untuk mewujudkan mimpi tersebut. Sebagaimana yang penah didawuhkan oleh imam Syafi'i " Tiada kata diam dan santai bagi orang yang berakal dan beradab. Maka tinggalkan kampung halaman dan merantaulah".  Seperti halnya jika air tidak mengalir dan mengenang terlalu lama maka air tersebut akan kotor dan berbau tidak enak. Air akan menjadi baik jika mengalir, dan menjadi buruk jika tid...

Bekerja, beribadah dan istirahat

 Bekerja, beribadah dan istirahat Setiap manusia mendambakan hidup yang bahagia, hidup yang berkah dan hidup yang memberikan kemanfaatan yang baik. Mencari kebahagiaan di dunia mapun kebahagiaan di akhirat nanti. Terkadang kita sampai lupa mencari kebahagiaan dunia sampai melupakan kebahagiaan di akhirat. Sebagai contoh siang malam bekerja mencari uang untuk membeli mobil mewah, membagun rumah yang mengah sampai lupa meninggalkan kewajiban sholat lima waktu. Terkadang juga sampai melupakan kesehatan dirinya sendiri. Maka perlunya keseimbangan antara beribadah bekerja dan istirahat untuk mencapai kebahagiaan di dunia maupun kebahagiaan di akhirat. Saya teringat dawuh guru yang mengutip dari kitab karya imam al Ghozali. Yang berisi tentang pentingnya membagi waktu yang seimbang antara bekerja beribadah dan istirahat. Sebab istirahat juga penting untuk menjaga kesehatan fisik agar dapat beribadah dan bekerja dengan baik. Selain itu sang guru juga menjelaskan bahwasanya di negar...

Sibuk kebaikan

Waktu memiliki sifat cepat dan tajam yang jika tidak digunakan untuk kebaikan, akan menebas atau memotong penggunanya. Yaitu membawa kerugian atau penyesalan dikemudian hari. Maka peting sekali kita mengunakan waktu kita untuk perbuatan yang baik. Jangan digunakan untuk perbuatan kemaksiatan  agar kita tidak menyesal dikemudian hari. Dawuh ibu nyai siti saudah, " Lakukanlah amalan wajib dan tambahkanlah amalan-amalan sunah, karena amalan-amalan sunah dapat menambal amalan-amalan yang belum sempurna" Jika setiap hari kita selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan amalan-amalan kecil maupun besar tingkatan iman akan bertambah. Setiap amal sholeh baik perkataan maupun perbuatan, baik amal hati maupun amal jasad pasti akan menambah keimanan. Dan keimanan akan bertambah dengan adanya ketaatan kepada Allah SWT dan kemaksiatan akan berkurang. Seperti halnya jika kita hanya duduk sendirian dan melamun fikiran tidak berkembang dan cenderung ke negatif maka perlu diri...