Langsung ke konten utama

Sisetan dan slametan

 Sisetan dan slametan



       Beberapa hari lalu saya derekaken mbah yai ke trenggalek. Pagi-pagi sekali saya ditimbali abah untuk persiapan derek untuk menghadiri undagan  sekitar pukul 9 pagi. Sebenarnya saya belum tau acara apa yang akan dihadiri abah di trenggalek tersebut. Sebagai seorang murid derek dawuh mawon. Kendaraan isuzu panther sudah diparkir rapi menghadap ke pintu gerbang, kaca mobil sudah dibuka, pintunyapun sudah direnggangkan agar memudahkan mbah yai masuk kekendaraan. sehinga ketika mbah yai sudah siap tinggal menyalakan dan jalan. 

       Perjalanan menuju ke lokasi berjalan lancar. Sesampai dilokasi sudah banyak orang. Hidangan berbagai jajanan tradisional sudah disiapkan di ruang tamu. Sesampai tiba dilokasi saya baru tau kalo acara tersebuat adalah sisetan. Saya tau dari bapak-bapak yang duduk disampingku.

       Saya belum tau secara detail sisetan itu apa. Ternyata setelah mengikuti rangkain acara tersebut baru tau kalau sisetan itu proses pencarian dan penetapan hari baik untuk ijab qobul. Sisetan itu biasanya dilakukan ketika telah terjadi petung alus antara kedua belah pihak. Dari informasi yang saya dapat bahwa seorang pria akan melamar terlebih dahulu kepada orang tua sang wanita. Setelah jawaban pasti dari pihak orang tua sang wanita. Kini pihak keluarga orang tua pria tinggal menunggu proses selanjutnya yakni sisetan. Pada saat acara itu mbah yai disuwuni tulung untuk barokah doanipun.

       Budaya sisetan biasanya dilakukan pihak keluarga pria datang kerumah calon mempelai wanita beserta sesepuh pinisepuh dengan membawa upo rampe yang diperlukannya. Sesampai acara kedua belah pihak melakukan sambutan sambutan baik dari pihak keluarga pria maupun dari pihak keluarga wanita. Selanjutnya sesepuh pinisepuh dari kedua belah pihak akan bermusyawarah jejer jarak degan rumus tertentu berdasarkan hari weton kelahiran kedua belah pihak mempelai dalam hal ini terjadi perdebatan perdabatn kecil yang dikemas dalam bahasa kromo ingil yang halus antara kedua belah pihak dalam menentukan hari baik. Seperti kemaren itu pihak mempelai wanita menginginkan di bulan ba'da mulut, hari kamis pon. Sedangkan perhitungan dari calon mempelai laki-laki menginginkan bulan dzulhijjah, hari selasa pon. 

       Saya sebagai penderek mbah yai ikut menyimak musyawarah para sesepuh sesekali sambil rokokan YAHU dan menyeruput kopi. Musyawarah berjalan degan baik dan akhirnya  hari baik telah ditentukan degan bebagai alasan dan pertimbagan dan dilanjutkan tasyakuran dan slametan kemudian mbah yai dipersilahkan untuk memimpin doa. Sebelum doa mahalul qiyam terlebih dahulu. 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak rugi memiliki mimpi

 Tidak rugi memiliki mimpi Orang yang memiliki mimpi tidaklah rugi. Sebab bermimpi tidaklah memerlukan biaya. Saya teringat dawuh guru saat belajar " bermimpilah pada malam hari dan wujudkan mimpi itu pada siang hari"  Seperti istilah yang tidak asing lagi yang sering kita dengar " Bengi macul langit awan macul bumi" Untuk mewujudkan mimpi tersebut butuh usaha dan upaya serta do'a yang tak pernah padam. Dalam mewujudkan mimpi butuh perjuangan, pengorbanan dan tidak luput dari halangan dan rintangan. Mungkin kita harus meningalkan tanah kelahiran kita untuk sementara waktu untuk mewujudkan mimpi tersebut. Sebagaimana yang penah didawuhkan oleh imam Syafi'i " Tiada kata diam dan santai bagi orang yang berakal dan beradab. Maka tinggalkan kampung halaman dan merantaulah".  Seperti halnya jika air tidak mengalir dan mengenang terlalu lama maka air tersebut akan kotor dan berbau tidak enak. Air akan menjadi baik jika mengalir, dan menjadi buruk jika tid...

Bekerja, beribadah dan istirahat

 Bekerja, beribadah dan istirahat Setiap manusia mendambakan hidup yang bahagia, hidup yang berkah dan hidup yang memberikan kemanfaatan yang baik. Mencari kebahagiaan di dunia mapun kebahagiaan di akhirat nanti. Terkadang kita sampai lupa mencari kebahagiaan dunia sampai melupakan kebahagiaan di akhirat. Sebagai contoh siang malam bekerja mencari uang untuk membeli mobil mewah, membagun rumah yang mengah sampai lupa meninggalkan kewajiban sholat lima waktu. Terkadang juga sampai melupakan kesehatan dirinya sendiri. Maka perlunya keseimbangan antara beribadah bekerja dan istirahat untuk mencapai kebahagiaan di dunia maupun kebahagiaan di akhirat. Saya teringat dawuh guru yang mengutip dari kitab karya imam al Ghozali. Yang berisi tentang pentingnya membagi waktu yang seimbang antara bekerja beribadah dan istirahat. Sebab istirahat juga penting untuk menjaga kesehatan fisik agar dapat beribadah dan bekerja dengan baik. Selain itu sang guru juga menjelaskan bahwasanya di negar...

Sibuk kebaikan

Waktu memiliki sifat cepat dan tajam yang jika tidak digunakan untuk kebaikan, akan menebas atau memotong penggunanya. Yaitu membawa kerugian atau penyesalan dikemudian hari. Maka peting sekali kita mengunakan waktu kita untuk perbuatan yang baik. Jangan digunakan untuk perbuatan kemaksiatan  agar kita tidak menyesal dikemudian hari. Dawuh ibu nyai siti saudah, " Lakukanlah amalan wajib dan tambahkanlah amalan-amalan sunah, karena amalan-amalan sunah dapat menambal amalan-amalan yang belum sempurna" Jika setiap hari kita selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan amalan-amalan kecil maupun besar tingkatan iman akan bertambah. Setiap amal sholeh baik perkataan maupun perbuatan, baik amal hati maupun amal jasad pasti akan menambah keimanan. Dan keimanan akan bertambah dengan adanya ketaatan kepada Allah SWT dan kemaksiatan akan berkurang. Seperti halnya jika kita hanya duduk sendirian dan melamun fikiran tidak berkembang dan cenderung ke negatif maka perlu diri...