Langsung ke konten utama

Bersikap rendah hati

 

Bersikap rendah hati



Rasulullah SAW mewajibkan bagi setip umat muslim laki-laki dan muslim perempuan untuk mencari ilmu. Andaikata ilmu sudah didapat maka perlu untuk diamalkan. Bersikaplah rendah hati meskipun sudah punya ilmu yang tinggi. Karena diatas langit masih ada langit. Jangan menyombongkan diri atau takabur, karena takabur merupakan penyakit hati.

Menurut Imam Ghozali penyakit hati salah satunya adalah takabbur. Maka patut di waspadai karena takabur tidak hanya menyerang manusia secara umum akan tetapi justru lebih banyak menyerang orang orang pandai. Seperti Dawuh gus Ilham Hasyim ketika ngaji ‘penyakitnya orang  ngalim itu sombong al kibr, Menyombongkan diri al takabbur. Maka hati ini harus senantiasa ingat pada Allah. Diibaratkan ilmu manusia itu dibandingkan Ilmu Allah, ibarat setetes tinta di lautan.

Kita bisa meneladani tokoh-tokoh seperti Imam Safi’i pendiri madzhab Safi’i yang lebih tawadhu'. Disebutkan setiap beliau memperoleh tambahan ilmu beliau selalu menangis, karena makin sadar, betapa banyak ilmu yang belum diketahuinya. Sepertihalnya Socrates, filosof yunani pernah menunjukkan sikap rendah hati itu pernah berkata,  I only know  that i don't know. ( aku hanya tahu bahwa aku tidak tahu ).

Ada juga beliau guru besar di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung yakni Prof. Ngainun Naim, dalam sebuat tulisanya yang berjudul  ‘’.Mumpung masih ada waktu mari terus menulis. Didalam tulisan tersebut beliau menulis (‘’Beberapa kawan menyebut saya cukup produktif menulis. Saya kira itu berlebihan. Saya tidak terlalu produktif. Masih banyak penulis yang jauh lebih produktif dibandingkan saya.Jika boleh menyebut, saya ini penikmat menulis. Bagi saya, menulis itu menyenangkan. Aktivitas menulis membuat saya merasakan bahagia.’’ ).   Begitu tutur beliau. Bahkan menurut saya, beliau adalah guru besar di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung yang produktif menulis dan menebar semangat untuk membaca dan menulis lewat nasehat yang dituangkan dalam karya tulis beliau.

Kita sering mendengar nasehat orang dulu tentang filosofi padi, dari situ kita bisa belajar tentang  filosofi padi. Semakin berisi semakin merunduk. Maksudnya tidak sepantasnya manusia bersifat sombong atas apa yang dimilikinya. Semakin tinggi ilmunya semestinya semakin rendah hati.  

Wallahualam bish shawab


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak rugi memiliki mimpi

 Tidak rugi memiliki mimpi Orang yang memiliki mimpi tidaklah rugi. Sebab bermimpi tidaklah memerlukan biaya. Saya teringat dawuh guru saat belajar " bermimpilah pada malam hari dan wujudkan mimpi itu pada siang hari"  Seperti istilah yang tidak asing lagi yang sering kita dengar " Bengi macul langit awan macul bumi" Untuk mewujudkan mimpi tersebut butuh usaha dan upaya serta do'a yang tak pernah padam. Dalam mewujudkan mimpi butuh perjuangan, pengorbanan dan tidak luput dari halangan dan rintangan. Mungkin kita harus meningalkan tanah kelahiran kita untuk sementara waktu untuk mewujudkan mimpi tersebut. Sebagaimana yang penah didawuhkan oleh imam Syafi'i " Tiada kata diam dan santai bagi orang yang berakal dan beradab. Maka tinggalkan kampung halaman dan merantaulah".  Seperti halnya jika air tidak mengalir dan mengenang terlalu lama maka air tersebut akan kotor dan berbau tidak enak. Air akan menjadi baik jika mengalir, dan menjadi buruk jika tid...

Bekerja, beribadah dan istirahat

 Bekerja, beribadah dan istirahat Setiap manusia mendambakan hidup yang bahagia, hidup yang berkah dan hidup yang memberikan kemanfaatan yang baik. Mencari kebahagiaan di dunia mapun kebahagiaan di akhirat nanti. Terkadang kita sampai lupa mencari kebahagiaan dunia sampai melupakan kebahagiaan di akhirat. Sebagai contoh siang malam bekerja mencari uang untuk membeli mobil mewah, membagun rumah yang mengah sampai lupa meninggalkan kewajiban sholat lima waktu. Terkadang juga sampai melupakan kesehatan dirinya sendiri. Maka perlunya keseimbangan antara beribadah bekerja dan istirahat untuk mencapai kebahagiaan di dunia maupun kebahagiaan di akhirat. Saya teringat dawuh guru yang mengutip dari kitab karya imam al Ghozali. Yang berisi tentang pentingnya membagi waktu yang seimbang antara bekerja beribadah dan istirahat. Sebab istirahat juga penting untuk menjaga kesehatan fisik agar dapat beribadah dan bekerja dengan baik. Selain itu sang guru juga menjelaskan bahwasanya di negar...

Sibuk kebaikan

Waktu memiliki sifat cepat dan tajam yang jika tidak digunakan untuk kebaikan, akan menebas atau memotong penggunanya. Yaitu membawa kerugian atau penyesalan dikemudian hari. Maka peting sekali kita mengunakan waktu kita untuk perbuatan yang baik. Jangan digunakan untuk perbuatan kemaksiatan  agar kita tidak menyesal dikemudian hari. Dawuh ibu nyai siti saudah, " Lakukanlah amalan wajib dan tambahkanlah amalan-amalan sunah, karena amalan-amalan sunah dapat menambal amalan-amalan yang belum sempurna" Jika setiap hari kita selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan amalan-amalan kecil maupun besar tingkatan iman akan bertambah. Setiap amal sholeh baik perkataan maupun perbuatan, baik amal hati maupun amal jasad pasti akan menambah keimanan. Dan keimanan akan bertambah dengan adanya ketaatan kepada Allah SWT dan kemaksiatan akan berkurang. Seperti halnya jika kita hanya duduk sendirian dan melamun fikiran tidak berkembang dan cenderung ke negatif maka perlu diri...