Langsung ke konten utama

BERZIARAH KE MAKAM GUSTI AYU MADE RAI

 

BERZIARAH KE MAKAM GUSTI AYU MADE RAI



Bali merupakan pulau yang terdapat banyak tempat wisatanya. Bali banyak dikunjugi oleh oang-orang dari berbagai wilayah bahkan dari mancanegara. Selain pantai yang indah  terdapat beberapa makam yang sering di ziarahi. Salah satu tempat keramat yang sering di ziarahi ialah makam Gusti Ayu Made Rai yang merupakan putri raja Pemecutan. Makamnya tidak jauh dari kerajaan dan dekat degan pura. Pura merupakan tempat ibadah bagi umat beragama Hindu. Kalau di agama islam tempat ibadahnya ada masjid, langgar, musola, surau.

Beberapa hari lalu saya dan rekan-rekan berziarah ke bali salah satunya ke makam Gusti Ayu Made Rai yang lebih dikenal degan Raden Ayu Siti Khotijah yang makamnya tidak jauh dari kerajaan Pemecutan dan dekat degan pura. Rombongan kami di pandu oleh pemandu wisata yang namanya bli wayang. Istilah bli merupakan salah satu pangilan untuk orang bali berjenis kelamin laki-laki. Kalau di Jawa pangilan untuk berjenis laki-laki depanya ada imbuhan kang, mas, cak dan seterusnya.

Bli wayang ini adalah pemandu wisata salah satunya wisata religi. Di perjalanan menuju wisata bli wayang menceritakan tentang Bali dan kisah Raden Ayu Siti khodijah yang nama awalnya adalah Gusti Ayu Made Rai. Gusti Ayu Made Rai merupakan putri raja dari kerajaan Pemecutan. Sang putri pada suatu saat ia terkena penyakit kuning yang tidak kunjung sembuh. Pada akhirnya sang raja mengadakan sayembara. Sayembara tersebut berisikan siapa yang dapat mengobati Gusti Ayu Made Rai kalau putri diangkat menjadi saudara kalau laki-laki di nikahkan degan Raden Ayu Made Rai.

Dari cerita bli Wayang pemandu wisata selama di Bali. Beliau menuturkan bahwa dahulu ketika ada sayembara dari sang Raja Pemecutan kabar sayembara ini sampai ke ulama di Yogyakarta dan ulama ini memiliki seorang murid yang sekarang sudah menjadi Raja di Madura yakni  Cakraningrat IV.  Atas nasehat sang guru maka  ikutlah sang raja dari Madura tersebut untuk mengobati sang putri raja. Atas izin Allah cakraningrat IV tersebut dapat menyembuhkan penyakit sang putri raja. Sang raja pemecutan menepati janjinya apabila yang dapat menyembuhkan laki-laki maka ia akan menikahkan degan sang putri. Janji sang raja dipenuhi dan pada akhirnya sangputri di nikahkan dengan cakraningrat IV. Sang putripun diboyong ke Madura. Sesampainya di Madura diadakan upacara pernikahan secara islami. Akhirnya sang putri menetap di kerajaan Madura dan memeluk agama Islam.

Bli wayang menceritakan bahwa ketika di kerajaan pemecutan Bali ada acara besar keluarga raja di Madura diundang. Akan tetapi keluarga kerajaan Madura tidak bisa memenuhi undagan karena ada kepentigan sehingga tidak bisa menghadirinya. Hanya sang Putri yang bisa menghadirinya yang di kawal oleh 40 pengawal. 20 orang prajurit  dan 20 dayang. Sebelum sang putri berangkat sang suami memberikan senjata berupa konde untuk menjaga diri. Dan sampailah di kerajaan bali. Sang putri disambut degan baik oleh keluarga kerajaan.

Sang putri sudah beragama islam. Orang bali yang beragama hindu ketika beribadah menghadap ke timur, berbeda degan orang islam kiblatnya dibali ke arah barat. Singkat cerita ketika menjelang sholat mahrib sang putri beribadah sholat dengan menghadap ke barat. Ada abdi ndalem yang salah faham ketika melihat sang putri beribadah. Ia mengira kalau sang putri menghina sesaembahan orang hindu degan beribadah menghadap ke barat. Dan pada akhirnya di laporkan lah ke pada sang ayah yakni sang raja.

Sang putri punya firasat akan dibunuh. Sang putri menghadap raja seraya berkata ‘’saya sembahyang menurut keyakinan saya. Saya tidak bermaksud mengobrak abrik Kerajaan dan juga tidak menghina sesembahan di kerajaan. Sang putri bilang jagan sekali-kali membunuh saya degan senjata tajam itu tidak akan mempan. saya dibekali tusuk konde oleh suami saya’’. kemudian konde itu diberikan kepada pihak kerajaan. ‘’silahkan ambil konde ini lemparkan ke dada saya sebelah kiri maka saya akan meningal dan menuju Tuhan.

 Sebelum wafat sang putri berpesan kalau saya wafat jika keluar bau busuk maka saya bersalah. Tapi kalau keluar bau harum buatkanlah saya makam di tempat suci.  sang abdi ndalem  melapor kepada sang raja. Raja menyesal sekali bau wangi hingga tercium sampai ke kerajaan. Besoknya ketika ada petugas yang di utus raja menjaga makam ia melihat ada pohon tumbuh di tengah makam. Sama penjaga dicabutlah pohon itu dan besoknya tumbuh lagi sampai 3 kali. Dan sang penjaga diberi pesan agar tidak mencabut lagi pohon tersebut. Seperti yang diceritakan bli wayang Pohon ini tumbuh dari rambut sang putri. Dan disebut denga nama pohon rambut.

Apabila berziarah ke makam Raden Ayu Siti Khotijah di tengah makamnya ada pohon besar. Namanya pohon rambut. Tidak hanya umat islam yang berziarah ke makam tersebut, akan tetapi juga umat hindu juga berziarah ke makam Raden Ayu Siti Khotijah.

Komentar

  1. Seru ceritanya. Saya jadi ingin ziarah ke sana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Matursuwun mas. Monggo mas sekalian ke pantai pantain di bali mas..🙏

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak rugi memiliki mimpi

 Tidak rugi memiliki mimpi Orang yang memiliki mimpi tidaklah rugi. Sebab bermimpi tidaklah memerlukan biaya. Saya teringat dawuh guru saat belajar " bermimpilah pada malam hari dan wujudkan mimpi itu pada siang hari"  Seperti istilah yang tidak asing lagi yang sering kita dengar " Bengi macul langit awan macul bumi" Untuk mewujudkan mimpi tersebut butuh usaha dan upaya serta do'a yang tak pernah padam. Dalam mewujudkan mimpi butuh perjuangan, pengorbanan dan tidak luput dari halangan dan rintangan. Mungkin kita harus meningalkan tanah kelahiran kita untuk sementara waktu untuk mewujudkan mimpi tersebut. Sebagaimana yang penah didawuhkan oleh imam Syafi'i " Tiada kata diam dan santai bagi orang yang berakal dan beradab. Maka tinggalkan kampung halaman dan merantaulah".  Seperti halnya jika air tidak mengalir dan mengenang terlalu lama maka air tersebut akan kotor dan berbau tidak enak. Air akan menjadi baik jika mengalir, dan menjadi buruk jika tid...

Bekerja, beribadah dan istirahat

 Bekerja, beribadah dan istirahat Setiap manusia mendambakan hidup yang bahagia, hidup yang berkah dan hidup yang memberikan kemanfaatan yang baik. Mencari kebahagiaan di dunia mapun kebahagiaan di akhirat nanti. Terkadang kita sampai lupa mencari kebahagiaan dunia sampai melupakan kebahagiaan di akhirat. Sebagai contoh siang malam bekerja mencari uang untuk membeli mobil mewah, membagun rumah yang mengah sampai lupa meninggalkan kewajiban sholat lima waktu. Terkadang juga sampai melupakan kesehatan dirinya sendiri. Maka perlunya keseimbangan antara beribadah bekerja dan istirahat untuk mencapai kebahagiaan di dunia maupun kebahagiaan di akhirat. Saya teringat dawuh guru yang mengutip dari kitab karya imam al Ghozali. Yang berisi tentang pentingnya membagi waktu yang seimbang antara bekerja beribadah dan istirahat. Sebab istirahat juga penting untuk menjaga kesehatan fisik agar dapat beribadah dan bekerja dengan baik. Selain itu sang guru juga menjelaskan bahwasanya di negar...

Sibuk kebaikan

Waktu memiliki sifat cepat dan tajam yang jika tidak digunakan untuk kebaikan, akan menebas atau memotong penggunanya. Yaitu membawa kerugian atau penyesalan dikemudian hari. Maka peting sekali kita mengunakan waktu kita untuk perbuatan yang baik. Jangan digunakan untuk perbuatan kemaksiatan  agar kita tidak menyesal dikemudian hari. Dawuh ibu nyai siti saudah, " Lakukanlah amalan wajib dan tambahkanlah amalan-amalan sunah, karena amalan-amalan sunah dapat menambal amalan-amalan yang belum sempurna" Jika setiap hari kita selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan amalan-amalan kecil maupun besar tingkatan iman akan bertambah. Setiap amal sholeh baik perkataan maupun perbuatan, baik amal hati maupun amal jasad pasti akan menambah keimanan. Dan keimanan akan bertambah dengan adanya ketaatan kepada Allah SWT dan kemaksiatan akan berkurang. Seperti halnya jika kita hanya duduk sendirian dan melamun fikiran tidak berkembang dan cenderung ke negatif maka perlu diri...