Menjaga kebersihan
Sewaktu
saya belajar di tingkat dasar, yakni di Madrasah Ibtidaiyah Pager Lor 2
Sudimoro Pacitan, saya teringat tugas dari bapak guru untuk membuat tulisan
yang bertemakan tentang kebersihan. Tugas tersebut ditulis di buku gambar yang
ukurannya besar dan diwarna. Begitulah instruksi dari bapak guru kala itu.
Beberapa teman ada yang menulis seperti, bersih pangkal sehat, buanglah sampah
pada tempatnya, Allah Maha Indah dan Menyukai Keindahan dan saat itu saya
menulis tentang النظافة من الا يمان kebersihan sebagian dari iman. Kemudian hasil
karya tersebut di nilai oleh bapak guru.
Tulisan-
tulisan itu yang masuk lima besar di pajang di dinding kelas, rasanya hati ini
sangat bahagia ketika hasil karya sendiri di tempel di kelas meskipun tidak
bagus-bagus amat. Akan tetapi menurut saya kala itu sudah maksimal, mungkin
kalo sekarang tulisan itu masih ada bisa senyum- senyum sendiri melihat tulisan
jaman dulu. Dari situ saya berangkapan bahwa tujuan dari bapak guru adalah
memberikan motifasi, memberikan nasehat kepada kita untuk hidup bersih. Sebagai muslim kita harus menjaga
kebersihan, baik menjaga kebersihan pada diri, tempat maupun kebersihan pada
pakaian.
Kita
menjaga kebersihan sebagai wujud syukur kita kepada Allah SWT, yang telah memberikan
semua kenikmatan yang tidak bisa dihitung. Selalu menjaga kebersihan merupakan
bentuk syukur kita atas semua titipan dari Allah SWT. Apa yang ada padi diri
kita ini sejatinya bukanlah milik kita, akan tetapi semua itu kuasa Allah SWT
dan suatu saat nanti akan dimintai pertangung jawaban atas apa yang telah kita
lakukan dimuka bumi ini. Apakah titipan dari Allah SWT tersebut digunakan untuk
hal baik dan bisa amanah atau kita gunakan pada hal yang tidak bermanfaat.
Allah
SWT telah memberikan kita kepala, tangan, kaki, rambut, kulit, telinga, mulut,
mata dan banyak lagi anggota tubuh lainya. Semestinya anggota ini kita jaga
sebagai wujud syukur kita atas pemberian-Nya. Contohnya membersihkan rambut,
merawat rambut dengan mencuci, menyisir. Allah SWT telah memberikan kita mulut
sehingga kita gunakan degan baik dan menjaganya dengan membersihkannya,
mengosok gigi, bersiwak. Agar mulut kita bersih dan terhindar dari sisa-sisa
makanan.
Saya
teringat dawuh guru ketika mengaji di madrasah. Saat itu guru menjelaskan
keterangan dari sebuah kitab taisirul kholaq. Guru dawuh Allah SWT telah
memberikan kita hidung degan kesempurnaan. Kita bisa mencium dengan baik maka
dari itu kita juga harus menjaga kebersihanya yaitu ketika berwudhu istinsyaq yaitu menyerot air ke dalam hidung dan juga istinsar yaitu
mengeluarkan air dari dalam hidung. Hal demikian bertujuan untuk membersihkan
kotoran-kotoran yang ada dalam hidung. Demikian dawuh guru saat itu.
Allah
SWT telah memberikan kita dua tangan dan dua kaki. Kita juga harus menjaga kebersihanya. Misal
dengan mencucinya selain itu apabila kuku sudah panjang bisa dipotong dan
merapikannya.
Semoga
kita semuanya bisa menjaga kebersihan anggota tubuh kita degan baik sebagai wujud
syukur kita kepada Allah SWT. Sepertihalnya saat kita diberikan amana oleh seseorang
apabila kita menjaga, merawat dan mengunakan dengan baik kemungkinan besar orang
tersebut merasa senang. Diumpamakan kita diberikan amanah sebuah sepeda motor.
Apabila sepeda motor itu kita gunakan degan baik, apabila kotor juga kita cuci,
apabila ada kerusakan kita memperbaikinya tentunya orng tersebut tidak kecewa.
Mari
belajar untuk menjaga kebersihan. Cukup sekian semoga bermanfaat.Wallahu a’lam
bish shawab.

Amin. Kebersihan adalah aktualisasi ajaran agama.
BalasHapusTerimakasih prof atas kunjunganya dan petuah serta motivasinya🙏
BalasHapus