Langsung ke konten utama

Adab Seorang Muslim atas Kelahiran Baginda Muhammad SAW


 

Adab Seorang Muslim atas Kelahiran Baginda Muhammad SAW

Perayaan maulid nabi merupakan bentuk syukur kita atas kelahiran Nabi Muhamma SAW. Nabi Muhammad SAW di bumi ini membawa misi yang besar  untuk menyempurnakan akhlah manusia. Adab kita sebagai umat muslim harus berbahagia dan bersyukur atas kelahiran kanjeng Nabi Muhammad SAW, yakni dengan merayakan kelahiran beliau.

Masyarakat muslim Indonesia sangat antusias dalam merayakan bulan kelahiran Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Banyak acara dan kegiatan yang diadakan oleh masyarakat kita untuk memperiganti kelahiran kanjeng Nabi Muhammad SAW. Peringatan maulid Nabi diperingati di berbagai tempat seperti di mushola, masjid, madrasah, pondok pesantren, sekolah formal maupun di lembaga formal lainya.

Sepeti halnya masyarakat desa Plosokandang, kabupaten Tulungagung tepatnya di masjid Mbah Dul, masyarakat mengundang seorang tokoh kiyai untuk memberikan ceramah di masjid tersebut dan banyak masyarakat yang mebuat nasi bungkus untuk di bawa ke masjid untuk dibagi-bagikan dan makan bersama setelah acara pengajian selesai. Tidak hanya itu, saking senangnya dan rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW, masyarakat memperingati maulid nabi dengan sholawatan, pembacaan kitab Al Barjanzi. Sebelum acara, masyarakat mengantungkan jajan, buah, sayur di serambi dan halam masjid. Ketika acara mulai, Jajan, buah dan lainya bisa dinikmati bersama-sama. Semoga semuanya mendapatkan keberkahan di dunia dan juga keberkahan di akhirat nanti atas rasa senang dan syukur kita atas kelahiran kanjeng Nabi Muhammad SAW.

Pengajian berlangsung, kiyai meberikan penjelasan tentang keteladanan Rasulullah SAW. Beliau juga menjelaskan untuk memperbanyak membaca sholawat kepada kanjeng Nabi. Karena banyak keutamaan-keutamaan bagi orang yang membaca sholawat.

Banyak refrensi yang menjelaskan keberkahan terhadap orang yang selalu membaca sholawat seperti halnya buku yang ditulis oleh Kh. Muchlis muyafa’,diceritakan bahwa pada zaman Rasulullah SAW ada seorang yahudi yang menuduh seorang muslim mencuri untanya. Orang yahudipun mendatangkan empat orang saksi palsu dari gologan munafik. Nabi SAW memutuskan hukum bahwa unta itu milik orang yahui. Orang muslim itu kebingungan kemudian ia menengadahkan kepalanya kearah langit dan berdoa’.

Selanjutnya orang muslim itu berkata kepada Nabi SAW,  wahai Rasulullah SAW sungguh keputusannmu itu benar, karena orang itu telah mendatangkan empat orang saksi. Akan tetapi tolong mintalah keterangan dari unta ini.

 Kemudian nabi bertanya kepada unta tersebut, wahai unta milik siapakah engkau ini sebenarnya?. Unta itu menjawanb degan fasih dan terang, wahai Rasulullah SAW, aku adalah milik orang muslim ini. Sesunghnya para saksi itu berkata dusta. Akhirnya Rasulullah SAW berkata pada seorang muslim tersebut, hai orang muslim, beritahkan kepadaku apakah yang menjadi amal perbuatanmu sehingga allah swt menjadikan unta ini dapat berbicara tentang permasalahan ini degan benar?. Wahai Rasulullah SAW, aku tidak tidur diwaktu malam, sehingga lebih dulu aku membaca sholawat atas engkau sebanyak sepuluh kali, jawab orang muslim itu.

Rasulullah bersabda engkau telah selamat dari hukuman potong tangan di dunia dan selamat dari siksaan di akhirat nanti karena keberkahan yang engkau dapatkan degan membaca sholawat untukku.

Begitu luarbiasa keberkahan atas membaca sholawat atas kanjeng Nabi, maka sepatutnya adab kita harus berbahagia dan bersyukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW, semoga kita semua mendapatkan syafaatnya. Aamiin.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak rugi memiliki mimpi

 Tidak rugi memiliki mimpi Orang yang memiliki mimpi tidaklah rugi. Sebab bermimpi tidaklah memerlukan biaya. Saya teringat dawuh guru saat belajar " bermimpilah pada malam hari dan wujudkan mimpi itu pada siang hari"  Seperti istilah yang tidak asing lagi yang sering kita dengar " Bengi macul langit awan macul bumi" Untuk mewujudkan mimpi tersebut butuh usaha dan upaya serta do'a yang tak pernah padam. Dalam mewujudkan mimpi butuh perjuangan, pengorbanan dan tidak luput dari halangan dan rintangan. Mungkin kita harus meningalkan tanah kelahiran kita untuk sementara waktu untuk mewujudkan mimpi tersebut. Sebagaimana yang penah didawuhkan oleh imam Syafi'i " Tiada kata diam dan santai bagi orang yang berakal dan beradab. Maka tinggalkan kampung halaman dan merantaulah".  Seperti halnya jika air tidak mengalir dan mengenang terlalu lama maka air tersebut akan kotor dan berbau tidak enak. Air akan menjadi baik jika mengalir, dan menjadi buruk jika tid...

Bekerja, beribadah dan istirahat

 Bekerja, beribadah dan istirahat Setiap manusia mendambakan hidup yang bahagia, hidup yang berkah dan hidup yang memberikan kemanfaatan yang baik. Mencari kebahagiaan di dunia mapun kebahagiaan di akhirat nanti. Terkadang kita sampai lupa mencari kebahagiaan dunia sampai melupakan kebahagiaan di akhirat. Sebagai contoh siang malam bekerja mencari uang untuk membeli mobil mewah, membagun rumah yang mengah sampai lupa meninggalkan kewajiban sholat lima waktu. Terkadang juga sampai melupakan kesehatan dirinya sendiri. Maka perlunya keseimbangan antara beribadah bekerja dan istirahat untuk mencapai kebahagiaan di dunia maupun kebahagiaan di akhirat. Saya teringat dawuh guru yang mengutip dari kitab karya imam al Ghozali. Yang berisi tentang pentingnya membagi waktu yang seimbang antara bekerja beribadah dan istirahat. Sebab istirahat juga penting untuk menjaga kesehatan fisik agar dapat beribadah dan bekerja dengan baik. Selain itu sang guru juga menjelaskan bahwasanya di negar...

Sibuk kebaikan

Waktu memiliki sifat cepat dan tajam yang jika tidak digunakan untuk kebaikan, akan menebas atau memotong penggunanya. Yaitu membawa kerugian atau penyesalan dikemudian hari. Maka peting sekali kita mengunakan waktu kita untuk perbuatan yang baik. Jangan digunakan untuk perbuatan kemaksiatan  agar kita tidak menyesal dikemudian hari. Dawuh ibu nyai siti saudah, " Lakukanlah amalan wajib dan tambahkanlah amalan-amalan sunah, karena amalan-amalan sunah dapat menambal amalan-amalan yang belum sempurna" Jika setiap hari kita selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan amalan-amalan kecil maupun besar tingkatan iman akan bertambah. Setiap amal sholeh baik perkataan maupun perbuatan, baik amal hati maupun amal jasad pasti akan menambah keimanan. Dan keimanan akan bertambah dengan adanya ketaatan kepada Allah SWT dan kemaksiatan akan berkurang. Seperti halnya jika kita hanya duduk sendirian dan melamun fikiran tidak berkembang dan cenderung ke negatif maka perlu diri...