Langsung ke konten utama

MENYIKAPI SEGALA SESUATU DENGAN BAIK

 

 

MENYIKAPI SEGALA SESUATU DENGAN BAIK



Setiap kita mendapatkan ujian atau cobaan perlu sekiranya kita sikapi dengan sabar, ikhlas dan ridho. Karena setiap pemberianNya pasti ada sisi baiknya dan ada hikmahnya.  Ketika kita mendapatkan suatu kejadian yang tidak sesuai dengan keinginan kita atau kita mendapat musibah sebaiknya disikapi dengan baik. Seperti dawuh mbah kiai Abdul Kholik, beliau dawuh. Karep kalah karo kerso, maksudnya keinginan kita kalah dengan kehendak Allah SWT. Tentunya rencana Allah lebih baik daripada rencana kita.

Setiap Orang yang menyadari ada hikmah dibalik setiap kejadian, maka dia akan terhindar dari rasa kecewa apalagi putus asa. Karena rasa kecewa muncul karena dia belum menyadari dan tidak mau mengambil hikmah dari kejadian yang dialaminya, apabila kita menyadari ada hikmah dibalik itu semua baru kita akan sadar bahwa Allah maha kuasa. Kebanyakan orang merasa kecewa karena tmbul dari fikirannya sendiri. Orang berpikir, kenapa saya seperti ini, harusnya saya seperti itu, seperti yang saya inginkan. Silakan kita mempunyai keinginan demi keinginan, tetapi pada saat yang sama kita harus siap menghadapi kenyataan.

Pernahkah kita mengalami suatu peristiwa, yang mana peristiwa itu awalnya tidak sesuai keinginan kita, akan tetapi pada akhirnya kita menyadari ada hikmah dibalik semua itu.     kemungkinan kita telah mengalami hal-hal demikian.  Seperti cerita anak dan ibunya. Ada anak kecil ketika masih beajar di bangku sekolah. Sebelum berangkat sekolah ibunya menyarankan untuk membawa payung. Tapi anak tersebut  engan untuk membawa payung dengan alasan ribet. Akan tetapi pada akhirnya ia mematuhi perintah ibunya meskipun sedikit berat hati. Ternyata diluar dugaan sewaktu anak itu pulang dari sekolah terjadi hujan deras. Untung anak tersebut menuruti dawuh ibunya untuk membawa payung. Anak tersebut baru menyadari, dibalik itu semua ada hikmahnya. Sehinga setiap kejadian baik itu yang kita sukai atau tidak kita sukai harus menyikapi dengan baik dan mengambil hikmahnya. 

Seperti yang kita tau cerita oleh KH. Zainudin MZ. Dulu ada seorang Raja yang sedang berburu dihutan bersama pengawal setianya. Tidak lama kemudian ia berhasil mendapatkan rusa dengan panahnya, lalu sang raja mengambil pisaunya hingga tak terasa pisau tersebut mengenai jarinya. Seketika putuslah jarinya. Sesampai di istana raja tersebut memerintahkan pengawalnya untuk mencari potogan jarinya. Sahut sang pengawal, raja syukurilah apa yang terjadi. Mendegar perkataan pengawal. Raja marah besar dan akhirnya di penjara.

Dilain waktu ketika raja sudah sembuh. Raja berburu lagi ke hutan bersama pengawal yang baru. Saat di hutan raja dan pengawal salah jalan sehingga bertemu dengan golongan orang primitif dan kanibal. Kemudian raja dan pengawal di tangkap. Pengawalnya di bunuh dan dimasak untuk pesta. Tanggapan dari kepala suku kanibal, daging manusia enak. Kemudian kepala suku memerintahkan untuk membunuh raja tadi. Saat mau di bunuh salah satu orang kanibal melihat kecacatan jari raja yang patah. Sehingga ia tidak jadi membunuh dan tidak jadi dibuat hidangan karena ia berangapan bahwa kalau angota tubuh ada yng cacat mesti dagingnya tidak enak. Kemudian raja itu dilepaskan lagi.

Pada akhirnya raja tersebut selamat sampai di kerajaan. Sesampai di kerajaan ia mengucapkqn terimakasih kepada pengawalnya yang pertama dan ia dilepaskan. Berkah dari jarinya putus ia tidak di buat hidagan suku kanibal. Pengawalnya juga mengucapkan terimakasih terhadap rajanya karena sudah dipenjara. Andaikata tidak di penjara ia akan di santap kanibal saat berburu menemani raja. 

Ternyata setiap peristiwa itu ada sisi baiknya dan ada hikmahnya. Apapun yang kita alami seyogyanya kita sikapi dengan sabar, ikhlas dan ridho.

 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak rugi memiliki mimpi

 Tidak rugi memiliki mimpi Orang yang memiliki mimpi tidaklah rugi. Sebab bermimpi tidaklah memerlukan biaya. Saya teringat dawuh guru saat belajar " bermimpilah pada malam hari dan wujudkan mimpi itu pada siang hari"  Seperti istilah yang tidak asing lagi yang sering kita dengar " Bengi macul langit awan macul bumi" Untuk mewujudkan mimpi tersebut butuh usaha dan upaya serta do'a yang tak pernah padam. Dalam mewujudkan mimpi butuh perjuangan, pengorbanan dan tidak luput dari halangan dan rintangan. Mungkin kita harus meningalkan tanah kelahiran kita untuk sementara waktu untuk mewujudkan mimpi tersebut. Sebagaimana yang penah didawuhkan oleh imam Syafi'i " Tiada kata diam dan santai bagi orang yang berakal dan beradab. Maka tinggalkan kampung halaman dan merantaulah".  Seperti halnya jika air tidak mengalir dan mengenang terlalu lama maka air tersebut akan kotor dan berbau tidak enak. Air akan menjadi baik jika mengalir, dan menjadi buruk jika tid...

Bekerja, beribadah dan istirahat

 Bekerja, beribadah dan istirahat Setiap manusia mendambakan hidup yang bahagia, hidup yang berkah dan hidup yang memberikan kemanfaatan yang baik. Mencari kebahagiaan di dunia mapun kebahagiaan di akhirat nanti. Terkadang kita sampai lupa mencari kebahagiaan dunia sampai melupakan kebahagiaan di akhirat. Sebagai contoh siang malam bekerja mencari uang untuk membeli mobil mewah, membagun rumah yang mengah sampai lupa meninggalkan kewajiban sholat lima waktu. Terkadang juga sampai melupakan kesehatan dirinya sendiri. Maka perlunya keseimbangan antara beribadah bekerja dan istirahat untuk mencapai kebahagiaan di dunia maupun kebahagiaan di akhirat. Saya teringat dawuh guru yang mengutip dari kitab karya imam al Ghozali. Yang berisi tentang pentingnya membagi waktu yang seimbang antara bekerja beribadah dan istirahat. Sebab istirahat juga penting untuk menjaga kesehatan fisik agar dapat beribadah dan bekerja dengan baik. Selain itu sang guru juga menjelaskan bahwasanya di negar...

Sibuk kebaikan

Waktu memiliki sifat cepat dan tajam yang jika tidak digunakan untuk kebaikan, akan menebas atau memotong penggunanya. Yaitu membawa kerugian atau penyesalan dikemudian hari. Maka peting sekali kita mengunakan waktu kita untuk perbuatan yang baik. Jangan digunakan untuk perbuatan kemaksiatan  agar kita tidak menyesal dikemudian hari. Dawuh ibu nyai siti saudah, " Lakukanlah amalan wajib dan tambahkanlah amalan-amalan sunah, karena amalan-amalan sunah dapat menambal amalan-amalan yang belum sempurna" Jika setiap hari kita selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan amalan-amalan kecil maupun besar tingkatan iman akan bertambah. Setiap amal sholeh baik perkataan maupun perbuatan, baik amal hati maupun amal jasad pasti akan menambah keimanan. Dan keimanan akan bertambah dengan adanya ketaatan kepada Allah SWT dan kemaksiatan akan berkurang. Seperti halnya jika kita hanya duduk sendirian dan melamun fikiran tidak berkembang dan cenderung ke negatif maka perlu diri...