Langsung ke konten utama

Merunduk karena hormat sebagai bentuk sopan santun

 

Merunduk karena hormat sebagai bentuk sopan santun




Indonesia adalah negara yang terdiri dari pulau-pulau yang membentang dari sabang sampai merauke. Dengan banyaknya jumlah pulau, tidak heran jika neara Indonesia ini kaya akan kebudayaan yang beraneka ragam dan juga banyak suku. Salah satu suku yang ada di Indonesia adalah suku jawa. Orang jawa yag terkenal degan kelembutan tutu katanya, keramahannya, kebaikannya dan juga sopan santunya.

Suku jawa sebagian besar mengunakan Bahasa jawa dalam bertutur setiap hariya. Bahasa jawa memiliki aturan perbedaan kosa kata dan intonasi berdasarkan hubugan antara pembicara dan lawan bicara, yaitu ungah-unguh. Misalnya membahasakan diri sendiri ‘’. Saya sedang makan, kulo taseh nedi. Contoh membahasakan orang yang lebih tua, bapak masih makan,  Bapak taseh dahar. Aspek kebahasaan inilah memiliki pengaruh sosial yang kuat dan merupakan bentuk sopan santun.

Bukan hanya Bahasa yang sopan, akan tetapi orang jawa juga memiliki perilaku yang santun. Misalnya anak lewat didepan orang yang lebih tua, ia akan berjalan sedikit menundukkan badan dan mengucapkan, nderek langkung. Hal demikian masih dijaga dan dirawat di dunia Pondok Pesantren. Bagaimana sikap santri kepada kiai, bagaimana sikap santri kepada kedua orang tua, bagaimana sikap santri terhadap bapak-ibu guru. Mungkin sering kita jumpai seorang murid yang begitu hormat pada gurunya. Seorang santri yang hormat pada kiai dan ustadnya dan juga sikap hormat anak kepada kedua orang tuanya.

Semisal seorang guru lewat kemudian sikap murid menundukkan kepala sebagai wujud menghormatinya. Ada sebagian gologan yang mempermasalahkan terkait merunduk untuk menghormati orang tua, guru, atau ulama'. Apakah itu boleh?

Menghormati seseorang adalah perbuatan mulia. Terlebih kepada orang tua, guru atau ulama. Dan hukum merunduk sebagai penghormatan diperbolehkan selama tidak mencapai batas ruku'. Termasuk jagan sampai penghormatan tersebut sampai menyebabkan kita seperti hamba atau penghormatan yng melebihi kepada Allah SWT. Foto diatas merupakan dasar dibolehkannya merunduk untuk menghormati orang tua, guru dan ulama'.

Ungah-unguh sangatlah penting. Meskipun secara intelektual mumpuni akan tetapi ungah-unguh, andap asor, sopan santun kepada kedua orang tua, kepada guru, kepada orang lain, kepada orang yang lebih tua dari kita bahkan terhadap orang yng lebih muda sopan santunya tidak dijaga maka itu kurang. Maka dari itu andap asor itu sangatlah penting.

Saya punya rekan, beliau kerja di pemerintahan kabupate. Meskipun usia tidaklah muda lagi tapi adabnya yang luarbiasa. Beliau juga semngat dalam belajar. Ketika didalam ruagan kelas sebelum guru datang beliau telah menyipakan tempat duduk guru, merapikan meja kemudian beliau juga menghapuskan papan tulis yang kotor. Meskipun bukan berlatar belakang santri, tapi perilakunya yang baik. Beliau juga taat beribadah, selain ibadah yang wajib dikerjakan ia juga melakukan ibadah sunah. Dawuh KH. Ahmad Mustofa Bisri ’’ santri bukan yang mondok saja, tapi siapapun yang berakhlak santri  adalah santri’’. ( Gus Mus ). wallahu a’lam bishshawab.

 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak rugi memiliki mimpi

 Tidak rugi memiliki mimpi Orang yang memiliki mimpi tidaklah rugi. Sebab bermimpi tidaklah memerlukan biaya. Saya teringat dawuh guru saat belajar " bermimpilah pada malam hari dan wujudkan mimpi itu pada siang hari"  Seperti istilah yang tidak asing lagi yang sering kita dengar " Bengi macul langit awan macul bumi" Untuk mewujudkan mimpi tersebut butuh usaha dan upaya serta do'a yang tak pernah padam. Dalam mewujudkan mimpi butuh perjuangan, pengorbanan dan tidak luput dari halangan dan rintangan. Mungkin kita harus meningalkan tanah kelahiran kita untuk sementara waktu untuk mewujudkan mimpi tersebut. Sebagaimana yang penah didawuhkan oleh imam Syafi'i " Tiada kata diam dan santai bagi orang yang berakal dan beradab. Maka tinggalkan kampung halaman dan merantaulah".  Seperti halnya jika air tidak mengalir dan mengenang terlalu lama maka air tersebut akan kotor dan berbau tidak enak. Air akan menjadi baik jika mengalir, dan menjadi buruk jika tid...

Bekerja, beribadah dan istirahat

 Bekerja, beribadah dan istirahat Setiap manusia mendambakan hidup yang bahagia, hidup yang berkah dan hidup yang memberikan kemanfaatan yang baik. Mencari kebahagiaan di dunia mapun kebahagiaan di akhirat nanti. Terkadang kita sampai lupa mencari kebahagiaan dunia sampai melupakan kebahagiaan di akhirat. Sebagai contoh siang malam bekerja mencari uang untuk membeli mobil mewah, membagun rumah yang mengah sampai lupa meninggalkan kewajiban sholat lima waktu. Terkadang juga sampai melupakan kesehatan dirinya sendiri. Maka perlunya keseimbangan antara beribadah bekerja dan istirahat untuk mencapai kebahagiaan di dunia maupun kebahagiaan di akhirat. Saya teringat dawuh guru yang mengutip dari kitab karya imam al Ghozali. Yang berisi tentang pentingnya membagi waktu yang seimbang antara bekerja beribadah dan istirahat. Sebab istirahat juga penting untuk menjaga kesehatan fisik agar dapat beribadah dan bekerja dengan baik. Selain itu sang guru juga menjelaskan bahwasanya di negar...

Sibuk kebaikan

Waktu memiliki sifat cepat dan tajam yang jika tidak digunakan untuk kebaikan, akan menebas atau memotong penggunanya. Yaitu membawa kerugian atau penyesalan dikemudian hari. Maka peting sekali kita mengunakan waktu kita untuk perbuatan yang baik. Jangan digunakan untuk perbuatan kemaksiatan  agar kita tidak menyesal dikemudian hari. Dawuh ibu nyai siti saudah, " Lakukanlah amalan wajib dan tambahkanlah amalan-amalan sunah, karena amalan-amalan sunah dapat menambal amalan-amalan yang belum sempurna" Jika setiap hari kita selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan amalan-amalan kecil maupun besar tingkatan iman akan bertambah. Setiap amal sholeh baik perkataan maupun perbuatan, baik amal hati maupun amal jasad pasti akan menambah keimanan. Dan keimanan akan bertambah dengan adanya ketaatan kepada Allah SWT dan kemaksiatan akan berkurang. Seperti halnya jika kita hanya duduk sendirian dan melamun fikiran tidak berkembang dan cenderung ke negatif maka perlu diri...