Langsung ke konten utama

Memberi salam

 

Memberi salam


 

Sebagai manusia kita harus memiliki kepribadian yang baik, bersikap sopan dan santun kepada sesama. Baik ketika di rumah, di sekolah, ditempat umum, di jalan atau dimanapun. Salah satunya jika bertemu dengan orang lain memberikan salam. Salah satu ciri seorang muslim yang sempurna imanya ialah orang yang baik budi pekertinya.  Sunguh indah pemandangan jika antar satu dengan satunya memiliki hubungan yang baik saling mencintai dan saling menghormati. Tidak ada rasa curiga, tidak ada rasa kebencian, tidak ada rasa permungsuhan tidak saling hujat, tidak saling ujar kebencian juga tidak saling maki-makian sehingga hubugan antara hamba yang satu dengan yang lainnya harmonis dan baik.

Seyogyanya kita harus membiasakan mengucapkan salam kepada saudara-saudara kita. Agar hubungan dengan orang lain bisa terjalin dengan baik.  Bukan hanya kepada saudara dekat saja akan tetapi kepada orang lain. Saya teringat didikan dari orang tua ketika masih kecil. Setiap mau berangkat sekolah, baik sekolah formal atau ngaji di madrasah harus berjabat tangan dan mengucapkan salam. Begitu juga ketika pulang dari skolah. Dengan sungkem beliau dan mengucapkan salam dengan harapan kedua orang tua kita selalui memberikan ridho terhadap apa yang kita lakukan. Tentunya bapak dan ibu merasa bahagia dan bangga kepada anaknya jika anak berbakti kepada orang tua dan memiliki sikap yang sopan dan santun. 

Selain itu jika kita jala-jalan santai di kampong kita atau di desa tempat tinggal kita dengan mengendarai kendaraan seperti sepeda motor. Apabila memungkinkan menyapa dengn mengucapkan salam alangkah baikya kita menyapa dan memberikan salam kepada orang yang berjalan, karena itu tandanya kita menghormati orang yang sedang berjalan kaki. Tentunya sebagai hamba yang baik kita juga harus menjaga hubungan baik dengan sesama.

Andaikata kita yang sedang berjalan kaki hendaknya menyapa dan memberikan salam terhadap orang yang sedang duduk. Misalnya saat kita pulang dari suatu tempat dan kita melewati depan rumah tetangga kita, alangkah baiknya kita menyapa. Misalnya monggo pak, mari pak, atau dengan ucapan salam yang baik. Dan Orang yang jumlahnya sedikit memberikan salam kepada orang yang jumlahnya lebih banyak banyak.

Saya teringat dawuh guru saya. Saat itu yang mengajar adalah bapak Soiman ketika ngaji di madrasah diniah pondok pesantren misbahul janah tepatnya di desa Pager Lor, Pacitan, beliau menuturkan tentang hadis Rasulullah SAW, yang artinya;

Rasulullah SAW bersabda yang artinya hendaklah orang yang berkendaraan memberikan salam kepada orang yang berjalan, orang yang berjalan kepada orang yang duduk dan orang yang sedikit jumlahnya kepada orang banyak. HR. Bukhori dan Muslim

Hendaklah orang yang lebih muda memberi salam kepada orang yang lebih tua, orang yang berjalan kepada orang yang duduk dan orang yang sedikit jumlahnya kepada orang banyak.  HR. Bukhori.

Apabila kita seorang murid ketika bertemu dengan bapak ibu guru. Kita harus menyapa dan mengucapkan salam. Andaikata kita seorang mahasiswa, apabila bertemu denga bapak ibu dosen. Sikap kita adalah menyapa dan mengucapkan salam. Seperti dawuh Rasulullah SAW yang muda memberikan salam kepada yang lebih tua.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak rugi memiliki mimpi

 Tidak rugi memiliki mimpi Orang yang memiliki mimpi tidaklah rugi. Sebab bermimpi tidaklah memerlukan biaya. Saya teringat dawuh guru saat belajar " bermimpilah pada malam hari dan wujudkan mimpi itu pada siang hari"  Seperti istilah yang tidak asing lagi yang sering kita dengar " Bengi macul langit awan macul bumi" Untuk mewujudkan mimpi tersebut butuh usaha dan upaya serta do'a yang tak pernah padam. Dalam mewujudkan mimpi butuh perjuangan, pengorbanan dan tidak luput dari halangan dan rintangan. Mungkin kita harus meningalkan tanah kelahiran kita untuk sementara waktu untuk mewujudkan mimpi tersebut. Sebagaimana yang penah didawuhkan oleh imam Syafi'i " Tiada kata diam dan santai bagi orang yang berakal dan beradab. Maka tinggalkan kampung halaman dan merantaulah".  Seperti halnya jika air tidak mengalir dan mengenang terlalu lama maka air tersebut akan kotor dan berbau tidak enak. Air akan menjadi baik jika mengalir, dan menjadi buruk jika tid...

Bekerja, beribadah dan istirahat

 Bekerja, beribadah dan istirahat Setiap manusia mendambakan hidup yang bahagia, hidup yang berkah dan hidup yang memberikan kemanfaatan yang baik. Mencari kebahagiaan di dunia mapun kebahagiaan di akhirat nanti. Terkadang kita sampai lupa mencari kebahagiaan dunia sampai melupakan kebahagiaan di akhirat. Sebagai contoh siang malam bekerja mencari uang untuk membeli mobil mewah, membagun rumah yang mengah sampai lupa meninggalkan kewajiban sholat lima waktu. Terkadang juga sampai melupakan kesehatan dirinya sendiri. Maka perlunya keseimbangan antara beribadah bekerja dan istirahat untuk mencapai kebahagiaan di dunia maupun kebahagiaan di akhirat. Saya teringat dawuh guru yang mengutip dari kitab karya imam al Ghozali. Yang berisi tentang pentingnya membagi waktu yang seimbang antara bekerja beribadah dan istirahat. Sebab istirahat juga penting untuk menjaga kesehatan fisik agar dapat beribadah dan bekerja dengan baik. Selain itu sang guru juga menjelaskan bahwasanya di negar...

Sibuk kebaikan

Waktu memiliki sifat cepat dan tajam yang jika tidak digunakan untuk kebaikan, akan menebas atau memotong penggunanya. Yaitu membawa kerugian atau penyesalan dikemudian hari. Maka peting sekali kita mengunakan waktu kita untuk perbuatan yang baik. Jangan digunakan untuk perbuatan kemaksiatan  agar kita tidak menyesal dikemudian hari. Dawuh ibu nyai siti saudah, " Lakukanlah amalan wajib dan tambahkanlah amalan-amalan sunah, karena amalan-amalan sunah dapat menambal amalan-amalan yang belum sempurna" Jika setiap hari kita selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan amalan-amalan kecil maupun besar tingkatan iman akan bertambah. Setiap amal sholeh baik perkataan maupun perbuatan, baik amal hati maupun amal jasad pasti akan menambah keimanan. Dan keimanan akan bertambah dengan adanya ketaatan kepada Allah SWT dan kemaksiatan akan berkurang. Seperti halnya jika kita hanya duduk sendirian dan melamun fikiran tidak berkembang dan cenderung ke negatif maka perlu diri...