Menjaga
perilaku kita agar tidak menyakiti hati orang lain
Baginda
Rasulullah SAW diutus kemuka bumi ini pertama kali untuk menyempurnakan moral
dan akhlak manusia. Kehadiranya dengan akhlak beliau yang mulia dapat memberikan
pencerahan kepada segenap manusia yang ada dimuka bumi ini. Beliau yang
mengubah perilaku buruk manusia menjadi perilaku yang baik.
Pendidikan
akhlak sagat penting diajarkan kepada semua manusia dari usia kanak-kanak
hingga dewasa baik diligkungan sekolah formal maupun non formal. Islam sudah
mengatur dalam kehidupan manusia baik dari hal kecil sekalipun hingga perkara
yang besar sudah di atur oleh islam. Seperti bagaimana akhlak seorang murid
kepada gurunya dan sebaliknya, bagaimana seorang guru menghargai
murid-muridnya, akhlak seorang anak kepada kedua orang tuanya, akhlak rakyat
kepada pemimpinya, akhlak manusia kepada sesama maupun kepada makhluk yang
lainya. Serta hubungan manusia dengan sang maha pencipta.
Bagaimana
diri kita menghambakan kepada yang maha kuasa, menjalankan perintahnya dan
menjauhi semua laranganya. Termasuk menjalankan perintahnya ialah melakukan
kebaikan kepada sesame dengan meneladani Rasulullah SAW.
Salah
satu akhlak seorang muslim ialah menjaga perilaku kita agar tidak menyingung
perasaan orang lain. Jangan sampai perilaku kita sampai menyakiti perasaan
orang lain. Ketika kita melakukan suatu tingkah laku yang kurang baik dan di anggap
tidak sopan maka jika orang tersebut tidak terima ia bisa tersingung dan sakit
hati.
Seyogyanya
kita berperilaku yang baik dan menjaga perilaku kita lebih-lebih ketika kita
berada di tengah masyarakat atu di tempat umum. Akan tetapi akhlak sopan santu
tidak hanya ketika di tempat ramai. Akan tetapi ketika kita dalam keadaan
sendiri juga harus menjaga perilakuk kita. Karena kita tak luput dari
pengawasanya Tuhan yang maha kuasa.
Salahsatu
contoh kita menjaga perasaan oang lain atau teman ialah ketika kita bertiga
dengan teman kita, kita jagan berbisik-bisik dengan teman kita yang satunya. Dikhawatirkan
jika teman yang satuya akan tersingung atau sakit hati.
Rasulullah
SAW juga bersabda;
Yang
artinya: apabila berkumpul tiga orang maka janganlah dua orang itu
berbisik-bisik tanpa menyertakan orang ketika ( HR. Bukhari dan Muslim )
Demikian
Rasululah mengajarkan kepada kita agar menjaga perasaan sesama saudara agar
tidak sakit hati. Mungkin kita juga pernah mengalami sewatu masih anak-anak. Teman
kita yang berbisik-bisik satu dengan lainya, pastinya kita ada rasa curiga dan
sakit hati apa yang dibicarakanya. Meskipun sebenarnya ia tidak membicarakan
kita. Mari kita bersama-sama belajar untuk memperbaiki diri dan peka terhadap
sekitar.
👍👍👍🙏
BalasHapusTerimakasih mbak🙏🙂
BalasHapus