Silaturahmi untuk Mencari Keberkahan
Kita
harus menjaga hubungan baik dengan sesama muslim dengan bersilaturahmi. Karena
silaturahmi memiliki banyak keberkahan bagi orang yang melaksanakan. Karena
silaturahmi merupakan suatu amalan umat muslim untuk menyambung tali
persaudaraan. Karena silaturahmi dapat menyambungkan apa-apa yang putus.
Kita
perlu untuk menjaga tali persaudaraan sesama muslim. Karena didalam silaturahmi
tersebut terdapat adanya keberkahan. Misalnya kita silaturahmi secara langsung
dengan mengunjugi rumahnya atau cukup dengan menanyakan kabar melalui media sosial
karena jarak yang jauh. Dengan demikian maka terjalinlah hubungan baik antara
yang satu dengan yang lain.
Tentunya
dalam melakukan silaturahmi kerumah guru, saudara, tetangga atau yang lain maka
perlu sikap yang santun. Agar tuan rumah
atau orang yang kita kunjungi itu merasa senang dengan kedatangan kita.
Misalnya kita silaturahmi kepada guru ngaji
kita. Saat kita sowan atau silaturahmi kepada guru, kita harus tau
waktu-waktu tertentu yaitu waktu dimana seorang guru tersebut tidak memiliki
kesibukan sehingga kita tidak mengangu beliau.
Imam
An Nawawi menuturkan bahwa Hendaklah pelajar bersikap rendah diri terhadap
gurunya dan sopan kepadanya, meskipun lebih muda, kurang tersohor, dan lebih
rendah nasab daripada dia. Hendaklah pelajar rendah diri untuk belajar ilmu.
Dengan sikapnya yang rendah diri ia bisa mendapat ilmu.
Saat
kita silaturahmi ke rumah guru. Terlebih
dahulu mengucapkan salam dengan penuh ketawadhu’an. Apabila seorang guru belum
keluar maka tunggulah hingga beliau keluar jangan sampai mengetok-ngetok pintu
berulangkali yang dapat mengangu beliau. Andaikata beliau di belakang dan tidak
terdengar dengan salam kitaMungkin kita bisa minta bantuan santri yang abdi
ndalem guru tersebut.
Karena
guru adalah orang yang telah mengajarkan kepada kita tentang suatu ilmu. Tidak
hanya ilmu yang diajarkan guru kepada kita ada lebih berarti ia adalah guru
juga yang telah memperkenalkan kita kepada sang maha kuasa. Mengajarkan kepada
kita agar kita beriman. Agar kita lebih takut kepada sang maha kuasa.
Saat
silaturahmi kepada guru kita, setidaknya membawa buah tangan yaitu oleh-oleh.
Mugkin dirumah kita panen pisang, dengan kemampuan dan kapasitas kita dengan
memiliki yang demikian bisa kita bawa mungkin pisang tersebut juga bisa di olah
menjadi jajanan yang lain untuk oleh oleh. Saat kita bersilaturahmi kepada guru
kita pasti hati kita sangat senang. Dan guru juga pastinya memberikan
nasehat-nasehat kepada kita. Karena apa yang diucapkan guru, nasehat guru itu
membawa kebaikan kepada kita. Kita termotifasi oleh dawuh-dawuh beliau.
Misalnya ketika kita sudah di rumah sudah jarang melakukan amalan sunah karena
kesibukan. Dan guru menasehatinya mungkin dengan nasehat guru kita bisa
menjalankannya lagi begitulah salah satu buah manisnya silaturahmi yang membawa
keberkahan.
Komentar
Posting Komentar