Langsung ke konten utama

Silaturahmi untuk Mencari Keberkahan

  Silaturahmi untuk Mencari Keberkahan



Kita harus menjaga hubungan baik dengan sesama muslim dengan bersilaturahmi. Karena silaturahmi memiliki banyak keberkahan bagi orang yang melaksanakan. Karena silaturahmi merupakan suatu amalan umat muslim untuk menyambung tali persaudaraan. Karena silaturahmi dapat menyambungkan apa-apa yang putus.

Kita perlu untuk menjaga tali persaudaraan sesama muslim. Karena didalam silaturahmi tersebut terdapat adanya keberkahan. Misalnya kita silaturahmi secara langsung dengan mengunjugi rumahnya atau cukup dengan menanyakan kabar melalui media sosial karena jarak yang jauh. Dengan demikian maka terjalinlah hubungan baik antara yang satu dengan yang lain.

Tentunya dalam melakukan silaturahmi kerumah guru, saudara, tetangga atau yang lain maka perlu sikap yang santun.  Agar tuan rumah atau orang yang kita kunjungi itu merasa senang dengan kedatangan kita. Misalnya kita silaturahmi kepada guru ngaji  kita. Saat kita sowan atau silaturahmi kepada guru, kita harus tau waktu-waktu tertentu yaitu waktu dimana seorang guru tersebut tidak memiliki kesibukan sehingga kita tidak mengangu beliau.

Imam An Nawawi menuturkan bahwa Hendaklah pelajar bersikap rendah diri terhadap gurunya dan sopan kepadanya, meskipun lebih muda, kurang tersohor, dan lebih rendah nasab daripada dia. Hendaklah pelajar rendah diri untuk belajar ilmu. Dengan sikapnya yang rendah diri ia bisa mendapat ilmu.

Saat kita silaturahmi ke  rumah guru. Terlebih dahulu mengucapkan salam dengan penuh ketawadhu’an. Apabila seorang guru belum keluar maka tunggulah hingga beliau keluar jangan sampai mengetok-ngetok pintu berulangkali yang dapat mengangu beliau. Andaikata beliau di belakang dan tidak terdengar dengan salam kitaMungkin kita bisa minta bantuan santri yang abdi ndalem guru tersebut.

Karena guru adalah orang yang telah mengajarkan kepada kita tentang suatu ilmu. Tidak hanya ilmu yang diajarkan guru kepada kita ada lebih berarti ia adalah guru juga yang telah memperkenalkan kita kepada sang maha kuasa. Mengajarkan kepada kita agar kita beriman. Agar kita lebih takut kepada sang maha kuasa.

Saat silaturahmi kepada guru kita, setidaknya membawa buah tangan yaitu oleh-oleh. Mugkin dirumah kita panen pisang, dengan kemampuan dan kapasitas kita dengan memiliki yang demikian bisa kita bawa mungkin pisang tersebut juga bisa di olah menjadi jajanan yang lain untuk oleh oleh. Saat kita bersilaturahmi kepada guru kita pasti hati kita sangat senang. Dan guru juga pastinya memberikan nasehat-nasehat kepada kita. Karena apa yang diucapkan guru, nasehat guru itu membawa kebaikan kepada kita. Kita termotifasi oleh dawuh-dawuh beliau. Misalnya ketika kita sudah di rumah sudah jarang melakukan amalan sunah karena kesibukan. Dan guru menasehatinya mungkin dengan nasehat guru kita bisa menjalankannya lagi begitulah salah satu buah manisnya silaturahmi yang membawa keberkahan.

Dengan kita menjaga silaturahmi kepada guru semoga mendapatkan keberkahan. Barokah bukanlah cukup mencukupi saja, tetapi barokah adalah bertambahnya ketaatan kepada Allah. Hidup yang barokah bukan hanya sehat, tapi kadang sakit itu justru barokah sebagaimana nabi Ayub As, sakitnya menambah taatnya kepada Allah. Keberkahan orang yang bersilaturahmi sangatlah luar biasa,dengan menjaga silaturahmi semoga menambah kebaikan kepada kita semua.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak rugi memiliki mimpi

 Tidak rugi memiliki mimpi Orang yang memiliki mimpi tidaklah rugi. Sebab bermimpi tidaklah memerlukan biaya. Saya teringat dawuh guru saat belajar " bermimpilah pada malam hari dan wujudkan mimpi itu pada siang hari"  Seperti istilah yang tidak asing lagi yang sering kita dengar " Bengi macul langit awan macul bumi" Untuk mewujudkan mimpi tersebut butuh usaha dan upaya serta do'a yang tak pernah padam. Dalam mewujudkan mimpi butuh perjuangan, pengorbanan dan tidak luput dari halangan dan rintangan. Mungkin kita harus meningalkan tanah kelahiran kita untuk sementara waktu untuk mewujudkan mimpi tersebut. Sebagaimana yang penah didawuhkan oleh imam Syafi'i " Tiada kata diam dan santai bagi orang yang berakal dan beradab. Maka tinggalkan kampung halaman dan merantaulah".  Seperti halnya jika air tidak mengalir dan mengenang terlalu lama maka air tersebut akan kotor dan berbau tidak enak. Air akan menjadi baik jika mengalir, dan menjadi buruk jika tid...

Bekerja, beribadah dan istirahat

 Bekerja, beribadah dan istirahat Setiap manusia mendambakan hidup yang bahagia, hidup yang berkah dan hidup yang memberikan kemanfaatan yang baik. Mencari kebahagiaan di dunia mapun kebahagiaan di akhirat nanti. Terkadang kita sampai lupa mencari kebahagiaan dunia sampai melupakan kebahagiaan di akhirat. Sebagai contoh siang malam bekerja mencari uang untuk membeli mobil mewah, membagun rumah yang mengah sampai lupa meninggalkan kewajiban sholat lima waktu. Terkadang juga sampai melupakan kesehatan dirinya sendiri. Maka perlunya keseimbangan antara beribadah bekerja dan istirahat untuk mencapai kebahagiaan di dunia maupun kebahagiaan di akhirat. Saya teringat dawuh guru yang mengutip dari kitab karya imam al Ghozali. Yang berisi tentang pentingnya membagi waktu yang seimbang antara bekerja beribadah dan istirahat. Sebab istirahat juga penting untuk menjaga kesehatan fisik agar dapat beribadah dan bekerja dengan baik. Selain itu sang guru juga menjelaskan bahwasanya di negar...

Sibuk kebaikan

Waktu memiliki sifat cepat dan tajam yang jika tidak digunakan untuk kebaikan, akan menebas atau memotong penggunanya. Yaitu membawa kerugian atau penyesalan dikemudian hari. Maka peting sekali kita mengunakan waktu kita untuk perbuatan yang baik. Jangan digunakan untuk perbuatan kemaksiatan  agar kita tidak menyesal dikemudian hari. Dawuh ibu nyai siti saudah, " Lakukanlah amalan wajib dan tambahkanlah amalan-amalan sunah, karena amalan-amalan sunah dapat menambal amalan-amalan yang belum sempurna" Jika setiap hari kita selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan amalan-amalan kecil maupun besar tingkatan iman akan bertambah. Setiap amal sholeh baik perkataan maupun perbuatan, baik amal hati maupun amal jasad pasti akan menambah keimanan. Dan keimanan akan bertambah dengan adanya ketaatan kepada Allah SWT dan kemaksiatan akan berkurang. Seperti halnya jika kita hanya duduk sendirian dan melamun fikiran tidak berkembang dan cenderung ke negatif maka perlu diri...