Langsung ke konten utama

Bersikap welas asih

 

Bersikap welas asih



Manusia tidak bisa hidup sendiri, ia akan membutuhkan orang lain. Karena manusia adalah makhluk sosial. Ketika manusia berbaur dengan orang lain maka harus memiliki sifat sopan santun, rasa kasih sayang, tolong menolong, menghargai sesama, menghormati sesama tidak menyakiti dan tidak melakukan sesuatu yang dapat merugikan orang lain. Agar orang lain merasa senang, merasa aman, dan merasa tenang.

Saat kita melihat sahabat, tetangga atau orang lain terkena musibah atu mendapat cobaan seyogyanya kita merasa welas asih sehingga hati kita tergerak untuk membantu untuk meringankan beban orang yang terkena cobaan tersebut. Karena setiap kehidupan tidak selalu berjalan mulus dan tidak luput dari musibah. Semoga dengan lantaran kita mengasihi orang lain semoga Allah mengasihi kita semua, aamiin.

 Bisa jadi kebaikan yang kita rasakan hari ini buah manis dari kebaikan yang dulu pernah kita lakukan. Misalnya kita dulu pernah membantu teman kita saat ia mengalami kesulitan dan sekarang kita ada masalah tidak tau kenapa ada orang lain yang membantu kita. Sehingga seyongyanya kita senantiasa melakukan kebaikan dimana saja.

Ini ada kisah tepatnya di perempatan jepun tepatnya di desa Jepun Kabupaten Tulungagung. Dari kejauhan ada seorang nenek yang akan menyeberang dari arah selatan ke utara akan tetapi tidak berani menyebrang. Dari kejauhan ada sesorang wanita yang mengendarai mobil berwarna putih. Mobil itu menepi kepinggir jalan kemudian wanita itu turun kemudian menuntun nenek tersebut untuk menyeberang jalan. Setelah selesai membantu nenek tersebut ibu tadi naik kendaraanya dan melanjutkan perjalananya.  Keadaan jalan saat itu sagat ramai banyak kendaraan roda dua maupun roda empat yang berlalu lalang.

Menurut saya ini adalah keteladanan yang baik. seorang ibu-ibu yang membawa kendaraan ia rela turun dari kendaraan untuk membantu menyebrngkan nenek-nenek tersebut. Walaupun tidak ada hubungan darah sekalipun muslim yang satu dengan muslim yang lain adalah saudara.

Sehingga kita harus bersikap mengasihi orang lain sebagaimana kita mengasihi kepada diri kita sndiri. Saat kita merasa lapar maka kita akan mencari makan karena kita mengasihi diri sendiri. Saat kita sakit maka kita berusaha untuk mencarikan obat agar penyakit yang sedang kita alami sembuh. Sehingga jika kita memiliki perasaan welas aseh maka ketika orang lain membutuhkan bantuan dan kita mampu membantu maka kita membantu.

 Seperti sabda Rasulullah SAW, Yang artinya  Demi tuhan. Yang diriku berada dalam tangganNya tidaklah sempurna iman seorang hamba hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri ( HR. Bukhori dan Muslim))

Seperti yang disabdakan Rasulullah SAW di atas. Kita harus mencintai saudara muslim yang lain sebagaimana kita mencintai dirikita sendiri. Muslim yang satu dengan yang lain ibarat angota badan kita seniri.  Misalnya Saat kita jalan-jalan dan tidak sengaja kaki kita menginjak duri maka angota tubuh yang lain juga mengalami sakit. Kaki kita yang terluka karena menginjak duri mata kita yang menangis kesakitan. Mulut kita yang merintih kesakitan. Begitu juga kita dengan muslim yang lain andaikata muslim lain terkena musibah maka kita juga harus merasakan kesedihan yang yang mereka alami dan hati kita tergerak untuk membantunya.

 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak rugi memiliki mimpi

 Tidak rugi memiliki mimpi Orang yang memiliki mimpi tidaklah rugi. Sebab bermimpi tidaklah memerlukan biaya. Saya teringat dawuh guru saat belajar " bermimpilah pada malam hari dan wujudkan mimpi itu pada siang hari"  Seperti istilah yang tidak asing lagi yang sering kita dengar " Bengi macul langit awan macul bumi" Untuk mewujudkan mimpi tersebut butuh usaha dan upaya serta do'a yang tak pernah padam. Dalam mewujudkan mimpi butuh perjuangan, pengorbanan dan tidak luput dari halangan dan rintangan. Mungkin kita harus meningalkan tanah kelahiran kita untuk sementara waktu untuk mewujudkan mimpi tersebut. Sebagaimana yang penah didawuhkan oleh imam Syafi'i " Tiada kata diam dan santai bagi orang yang berakal dan beradab. Maka tinggalkan kampung halaman dan merantaulah".  Seperti halnya jika air tidak mengalir dan mengenang terlalu lama maka air tersebut akan kotor dan berbau tidak enak. Air akan menjadi baik jika mengalir, dan menjadi buruk jika tid...

Bekerja, beribadah dan istirahat

 Bekerja, beribadah dan istirahat Setiap manusia mendambakan hidup yang bahagia, hidup yang berkah dan hidup yang memberikan kemanfaatan yang baik. Mencari kebahagiaan di dunia mapun kebahagiaan di akhirat nanti. Terkadang kita sampai lupa mencari kebahagiaan dunia sampai melupakan kebahagiaan di akhirat. Sebagai contoh siang malam bekerja mencari uang untuk membeli mobil mewah, membagun rumah yang mengah sampai lupa meninggalkan kewajiban sholat lima waktu. Terkadang juga sampai melupakan kesehatan dirinya sendiri. Maka perlunya keseimbangan antara beribadah bekerja dan istirahat untuk mencapai kebahagiaan di dunia maupun kebahagiaan di akhirat. Saya teringat dawuh guru yang mengutip dari kitab karya imam al Ghozali. Yang berisi tentang pentingnya membagi waktu yang seimbang antara bekerja beribadah dan istirahat. Sebab istirahat juga penting untuk menjaga kesehatan fisik agar dapat beribadah dan bekerja dengan baik. Selain itu sang guru juga menjelaskan bahwasanya di negar...

Sibuk kebaikan

Waktu memiliki sifat cepat dan tajam yang jika tidak digunakan untuk kebaikan, akan menebas atau memotong penggunanya. Yaitu membawa kerugian atau penyesalan dikemudian hari. Maka peting sekali kita mengunakan waktu kita untuk perbuatan yang baik. Jangan digunakan untuk perbuatan kemaksiatan  agar kita tidak menyesal dikemudian hari. Dawuh ibu nyai siti saudah, " Lakukanlah amalan wajib dan tambahkanlah amalan-amalan sunah, karena amalan-amalan sunah dapat menambal amalan-amalan yang belum sempurna" Jika setiap hari kita selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan amalan-amalan kecil maupun besar tingkatan iman akan bertambah. Setiap amal sholeh baik perkataan maupun perbuatan, baik amal hati maupun amal jasad pasti akan menambah keimanan. Dan keimanan akan bertambah dengan adanya ketaatan kepada Allah SWT dan kemaksiatan akan berkurang. Seperti halnya jika kita hanya duduk sendirian dan melamun fikiran tidak berkembang dan cenderung ke negatif maka perlu diri...