Langsung ke konten utama

Nasehat guru agar murid memiliki budi pekerti yang luhur ketika mencari ilmu

 

 Nasehat guru agar murid memiliki budi pekerti yang luhur ketika mencari ilmu




Seorang guru tidaklah bosan untuk memberikan nasehat-nasehat kepada muridnya. Seorang guru mengharapkan  agar murid-muridnya menjadi orang yang baik. Dan mendapatkan ilmu yang barokah dan manfaat di dunia maupun di akherat.

Sebelum masuk kedalam kelas guru memberikan salam. Dan serentak dijawab oleh semua murid di kelas itu. Kemudian guru menanyakan siapa yang hari ini tidak ikut ngaji. Ketua kelas menjawab ada satu santri yang tidak masuk karena izin pulang. Setelah guru selesai mengabsen murid-muridnya kemudian guru memerintahkan kepada semua murid untuk membaca doa sebelum pelajaran dimulai. Setelah selesai membaca do’a kemudian guru membaca tawasul dan memulai membaca kitab taisirul kholaq .

Setelah cukup yang beliau membaca, guru lalu menjelaskan isi kitab tersebut dan mengaitkan dengan fenomena sekarang. Guru juga menceritakan kisah-kisah hikmah tentang para ulama terdahaulu ketika mencari ilmu. Kemudian beliau menjelaskan adab-adab yang harus dimiliki seorang murid.  Beliau dawuh seorang yang mencari ilmu harus memiliki sopan santun, budi pekerti yang luhur baik kepada gurunya, kepada diri sendiri serta kepada teman- teman. Agar lantaran memiliki budi pekerti yang luhur Allah memudahkan danlam mencari ilmu serta mendapatkan ilmu yang manfaat.

Seorang murid tidak boleh membangakan dirinya sendiri. Karena sifat membagakan diri bisa membuat sombong dan riya’. Baik membangakan karena dirinya dari keturunan orang terhormat, baik membagakan dari harta benda yang dimilikinya maupun kecerdasan yang ia miliki. Murid Tidak boleh membagakan diri atas semua itu. Karena dapat menyebabkan kesombongan dan pamer kepada orang lain, itu semua hanya titipan dari Allah. Selain itu murid harus memiliki sifat tawadhu’, menjaga setiap perilakunya maupun ucapanya serta selalu menjaga peglihatanya dari perkara-perkara yang dilarang oleh agama.

Murid harus memiliki sopan santun,  andap asor didepan guru. Baik guru yang mengajarkan kita sekarang maupun guru yang mengajarkan kita ketika masih kecil. Dan jagan sampai melupakan jasa para guru yang telah mengajarkan kita sewaktu kecil yang mengajarkan membaca, menulis, mengajari tata cara wudhu, tata cara sholat dan sebagainya. Ketika seorang murid mendapatkan pelajaran oleh guru maka harus duduk dengan tenang, mendengarkan apa yang disampaikan oleh guru. Jagan sampai bermain sendiri, jagan sampai tidur, jagan sampai ngobrol dengan teman sampingnya karena hal demikin perbuatan yang tidak menghormati dan tidak menghargai seorang guru.

Begitu juga tatakrama seorang murid kepada sesama yaitu untuk saling memuliakan, jagan sampai menghina atau menyakiti teman sendiri. Semog kita semua mendapatkan ilmu yang manfaat.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak rugi memiliki mimpi

 Tidak rugi memiliki mimpi Orang yang memiliki mimpi tidaklah rugi. Sebab bermimpi tidaklah memerlukan biaya. Saya teringat dawuh guru saat belajar " bermimpilah pada malam hari dan wujudkan mimpi itu pada siang hari"  Seperti istilah yang tidak asing lagi yang sering kita dengar " Bengi macul langit awan macul bumi" Untuk mewujudkan mimpi tersebut butuh usaha dan upaya serta do'a yang tak pernah padam. Dalam mewujudkan mimpi butuh perjuangan, pengorbanan dan tidak luput dari halangan dan rintangan. Mungkin kita harus meningalkan tanah kelahiran kita untuk sementara waktu untuk mewujudkan mimpi tersebut. Sebagaimana yang penah didawuhkan oleh imam Syafi'i " Tiada kata diam dan santai bagi orang yang berakal dan beradab. Maka tinggalkan kampung halaman dan merantaulah".  Seperti halnya jika air tidak mengalir dan mengenang terlalu lama maka air tersebut akan kotor dan berbau tidak enak. Air akan menjadi baik jika mengalir, dan menjadi buruk jika tid...

Bekerja, beribadah dan istirahat

 Bekerja, beribadah dan istirahat Setiap manusia mendambakan hidup yang bahagia, hidup yang berkah dan hidup yang memberikan kemanfaatan yang baik. Mencari kebahagiaan di dunia mapun kebahagiaan di akhirat nanti. Terkadang kita sampai lupa mencari kebahagiaan dunia sampai melupakan kebahagiaan di akhirat. Sebagai contoh siang malam bekerja mencari uang untuk membeli mobil mewah, membagun rumah yang mengah sampai lupa meninggalkan kewajiban sholat lima waktu. Terkadang juga sampai melupakan kesehatan dirinya sendiri. Maka perlunya keseimbangan antara beribadah bekerja dan istirahat untuk mencapai kebahagiaan di dunia maupun kebahagiaan di akhirat. Saya teringat dawuh guru yang mengutip dari kitab karya imam al Ghozali. Yang berisi tentang pentingnya membagi waktu yang seimbang antara bekerja beribadah dan istirahat. Sebab istirahat juga penting untuk menjaga kesehatan fisik agar dapat beribadah dan bekerja dengan baik. Selain itu sang guru juga menjelaskan bahwasanya di negar...

Sibuk kebaikan

Waktu memiliki sifat cepat dan tajam yang jika tidak digunakan untuk kebaikan, akan menebas atau memotong penggunanya. Yaitu membawa kerugian atau penyesalan dikemudian hari. Maka peting sekali kita mengunakan waktu kita untuk perbuatan yang baik. Jangan digunakan untuk perbuatan kemaksiatan  agar kita tidak menyesal dikemudian hari. Dawuh ibu nyai siti saudah, " Lakukanlah amalan wajib dan tambahkanlah amalan-amalan sunah, karena amalan-amalan sunah dapat menambal amalan-amalan yang belum sempurna" Jika setiap hari kita selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan amalan-amalan kecil maupun besar tingkatan iman akan bertambah. Setiap amal sholeh baik perkataan maupun perbuatan, baik amal hati maupun amal jasad pasti akan menambah keimanan. Dan keimanan akan bertambah dengan adanya ketaatan kepada Allah SWT dan kemaksiatan akan berkurang. Seperti halnya jika kita hanya duduk sendirian dan melamun fikiran tidak berkembang dan cenderung ke negatif maka perlu diri...