Nasehat guru untuk menjalankan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya
Kegiatannya
seorang santri di pondok pesantren salahsatunya ialah mengaji. Akupun sedikit
bercerita tentang nasehat guru yang disampaikan saat ngaji. Suasana kelas satu sebelum
kedatangan seorang guru sangat ramai. Akan tetapi bukan ramai bermain dan bukan
bersenda gurau. Keramain ini yaitu lalaran nadhom kitab ngaqidatul awam. Karena seluruh santri diwajibkan lalaran nadhom tertentu sesuai jenjang kelasnya. Ada yang lalaran nadhom ngaqidatul awam, lalaran nadho
Sebelum
guru masuk kedalam kelas salahsatu dari kami ada yang bergegas ketempat meja
guru untuk menatakan tempat duduknya. Dan meja yang akan digunakan guru di
bentangkan serban atau sajadah untuk alas meja, itulah salah satu wujud kami
menghormati guru.
Saat
itu Ketua kelas mempersiapkan sepedol di atas meja guru dan mempersiapkan
absensi. Karena ketika guru masuk biasanya beliau menanyakan siapa yang tidak hadir,
andaikata ada santri yang tidak ngaji maka akan menanyakan alasanya kenapa
tidak ikut ngaji. Sehingga segala sesuatu yang sekiranya dibutuhkan guru di dalam
kelas sudah dipersiapkan. Termasuk surat izin dari santri yang tidak ikut ngaji agar guru mengetahui alasan satri yang tidak masuk
ngaji. Ketua kelas sudah meletakkan surat izin dari santri yang bersangkutan di atas meja guru.
Tak
lama kemudian ketika kami hampir selesai lalaran kitab ngaqidatul awam. Dari kejauhan sudah terlihat guru kami menuju kelas. Yang
semula ramai karena sedang lalaran karena mengetahui guru menuju kelas tanpa
diberi aba-aba semua diam dengan penuh rasa hormat dan ta’dim saat guru telah
tiba didepan pintu kelas kami. Kemudian guru duduk dan mengucapkan salam serta memabaca
tawasul. Kemudian guru memerintahkan kepada kami untuk berdoa bersama sebelum
pelajaran dimulai.
Guru
membacakan kitab. Untuk jadwal pengajian kitab saat itu ialah kitab taisirul
kholaq yaitu kitab yang membahas tentang akhlaq. Ketika sudah cukup membacakannya, guru menjelaskan
dan memberi nasehat kepada kami semua yaitu untuk terus mengerjakan segala sesutu
perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-larang-Nya. Beliau juga memberikan
contoh perintah perintah Allah SWT itu apa saja dan larangan larangan nya itu
apa saja.
Beliu
dawuh, ketika kita bisa melakukan perintah-Nya maka Allah akan memberikan
balasan kebaikan dan memberikan ganjaran. Misalnya kita rajin sholat berjamaah,
berperilaku baik kepada orang lain, dan menebar kebaikan maka Allah akan memberikan
pahala. Kebaikan sekecil apapun Allah akan memberikan balasan yang baik pula. Akan
tetapi jika kita melakukan apa –apa yang menjadi laranganya maka kita akan
mendapatkan dosa. Seperti melakukan maksiat mata melihat gambar yang tidak baik.
Maksiat tangan yaitu mengambil barang milik orang lain. Maksiat perut yaitu
makan berlebihan. Maksiat lisan yaitu membicarakan keburukan orang lain. Dan banyak
nasehat-nasehat yang diberikan guru kepada kami.

Komentar
Posting Komentar