Langsung ke konten utama

Mencari pahala dengan berkarya

 

Mencari pahala dengan berkarya



Setiap orang manusia memiliki suatu kelebihan dan kekurangan masing masing. Sehingga antara satu orang dengan orang yang lain memiliki keahlian dalam bidangnya. Akan tetapi bagaimana kita mengasah serta mengembangkan keahlian yang kita miliki. Kita juga harus mengenali potensi yang ada pada diri kita sendiri.

Selagi kita masih diberikan kesehatan, kekuatan oleh Allah SWT mari kita gunakan dengan melakukan kebaikan-kebaikan dan berkarya yang memberikan manfaat kepada diri sendiri maupun kepada orang lain. Siapa tau dengan kita berkarya itu menjadi ladang bagi kita untuk mencari pahala.

            Sisa hidup yang Allah SWT berikan kepada kita mari kita gunakan dengan hal kebaikan dan meningalkan kemaksiatan yang dapat membuat Allah murka kepada hambanya. Karena kelak kita akan dimintai pertanggungjawaban atas apa saja yang sudah kita perbuat selama di dunia ini. Untuk apa harta dan usia kita gunakan. Semuanya akan dihisab oleh Allah SWT.

Orang yang melakukan kebaikan kelak akan dibalas dengan kebaikan pula. Apabila seseorang selama hidup di dunia melakukan keburukan maka kelak akan mendapatkan balasan yang buruk.

Rasulullah SAW bersabda, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia ( HR. Ahmad, ath Thabrani, ad Daruqutni )

Misalnya kita bisa menulis mari kita berkarya untuk menulis sesuatu yang baik yang meberikan kemanfaatan kebaiakan bagi orang yang membacanya. Karena seseorang yang cakap dalam mengolah kata dan menjadikan kata tersebuat menjadi kalimat yang bagus dan bermanfaat maka akan memberikan kemanfaatan kepada orang lain. karena dengan tulisan bisa mempegaruhi kepada pembacanya.

 Misalnya kita menulis suatu  motifasi, kisah inspiratif, kisah ulama’ terdahulu, dan ajakan untuk semangat dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Maka ketika kita dapat mempegaruhi kepada membaca dan memberikan kemanfaatan dan orang itu mengamalkannya semoga itu semua menjadikan ladang pahala bagi kita yang menulis. Ternyata dengan menulis selain memberikan kemanfaatan bagi yang membaca tentunya memberikan banyak manfaat kepada kita sendiri.

Seperti dawuh guru saya bapak Dr Ngainun Naim seperti ini. Jika kita mengunggah sebuah tulisan  atau foto di media sosial unggahan anda memiliki peluang untuk dilihat oleh banyak orang. Jika kita mengunggah suatu kebaikan yang memberi kemanfaatan kepada orang lain dan kebaikan itu akan berlipat-lipat kali di lihat dan dibaca. Tulisan yang mampu memberikan dampak perubahan pada pembacanya. Sebaliknya jika kita menebar keburukan maka keburukan itu juga akan berlipat saat orang mendapatkan inspirasi keburukan dari apa yang kita unggah.

            Itulah, jika kita berkaryadalam hal  kebaikan maka kebaikan itu akan kembali kepada kita dan semoga menjadi pahala bagi kita semua yang berkarya. Aamiin...

 

 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak rugi memiliki mimpi

 Tidak rugi memiliki mimpi Orang yang memiliki mimpi tidaklah rugi. Sebab bermimpi tidaklah memerlukan biaya. Saya teringat dawuh guru saat belajar " bermimpilah pada malam hari dan wujudkan mimpi itu pada siang hari"  Seperti istilah yang tidak asing lagi yang sering kita dengar " Bengi macul langit awan macul bumi" Untuk mewujudkan mimpi tersebut butuh usaha dan upaya serta do'a yang tak pernah padam. Dalam mewujudkan mimpi butuh perjuangan, pengorbanan dan tidak luput dari halangan dan rintangan. Mungkin kita harus meningalkan tanah kelahiran kita untuk sementara waktu untuk mewujudkan mimpi tersebut. Sebagaimana yang penah didawuhkan oleh imam Syafi'i " Tiada kata diam dan santai bagi orang yang berakal dan beradab. Maka tinggalkan kampung halaman dan merantaulah".  Seperti halnya jika air tidak mengalir dan mengenang terlalu lama maka air tersebut akan kotor dan berbau tidak enak. Air akan menjadi baik jika mengalir, dan menjadi buruk jika tid...

Bekerja, beribadah dan istirahat

 Bekerja, beribadah dan istirahat Setiap manusia mendambakan hidup yang bahagia, hidup yang berkah dan hidup yang memberikan kemanfaatan yang baik. Mencari kebahagiaan di dunia mapun kebahagiaan di akhirat nanti. Terkadang kita sampai lupa mencari kebahagiaan dunia sampai melupakan kebahagiaan di akhirat. Sebagai contoh siang malam bekerja mencari uang untuk membeli mobil mewah, membagun rumah yang mengah sampai lupa meninggalkan kewajiban sholat lima waktu. Terkadang juga sampai melupakan kesehatan dirinya sendiri. Maka perlunya keseimbangan antara beribadah bekerja dan istirahat untuk mencapai kebahagiaan di dunia maupun kebahagiaan di akhirat. Saya teringat dawuh guru yang mengutip dari kitab karya imam al Ghozali. Yang berisi tentang pentingnya membagi waktu yang seimbang antara bekerja beribadah dan istirahat. Sebab istirahat juga penting untuk menjaga kesehatan fisik agar dapat beribadah dan bekerja dengan baik. Selain itu sang guru juga menjelaskan bahwasanya di negar...

Sibuk kebaikan

Waktu memiliki sifat cepat dan tajam yang jika tidak digunakan untuk kebaikan, akan menebas atau memotong penggunanya. Yaitu membawa kerugian atau penyesalan dikemudian hari. Maka peting sekali kita mengunakan waktu kita untuk perbuatan yang baik. Jangan digunakan untuk perbuatan kemaksiatan  agar kita tidak menyesal dikemudian hari. Dawuh ibu nyai siti saudah, " Lakukanlah amalan wajib dan tambahkanlah amalan-amalan sunah, karena amalan-amalan sunah dapat menambal amalan-amalan yang belum sempurna" Jika setiap hari kita selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan amalan-amalan kecil maupun besar tingkatan iman akan bertambah. Setiap amal sholeh baik perkataan maupun perbuatan, baik amal hati maupun amal jasad pasti akan menambah keimanan. Dan keimanan akan bertambah dengan adanya ketaatan kepada Allah SWT dan kemaksiatan akan berkurang. Seperti halnya jika kita hanya duduk sendirian dan melamun fikiran tidak berkembang dan cenderung ke negatif maka perlu diri...