Langsung ke konten utama

Sahabatku Penyemangatku

 

Sahabatku Penyemangatku



Sahabat yang baik ialah sahabat yang mengajak kita pada kebaikan. Dan mengigatkan kepada kita jika kita melakukan kesalahan. Tak jarang ketika teman mengajak melakukan kebaikan seperti mengajak untuk sholat berjamaah, mengajak belajar bersama kadang kita menolaknya dan asyik bermain game atau bermain hanpone.

Rasa malas dalam melakukan kebaikan itu wajar tapi ada faktor dari dalam maupun dari luar yang dapat mempengaruhi bangkitnya semangat kita. Seperti pengaruh perilaku teman kepada kita. Akupun merasakan kemalasan dalam melakukan aktivitas dan menuda-nundanya. Tapi ada faktor lain yang menumbuhkan motivasi untuk sadar diri, yaitu pengaruh teman kepada kita. saya melihat sahabat-sahabat dalam melakukan aktivitas sehari-hari ia begitu bersemangat. Walaupun sahabat tidak memberikan nasehat melalui ucapanya secara langsung akan tetapi terkadang perilakunya malah sebagai motivasi untuk tidak bermalas-malasan dan terguggah jiwa ini.

Suatu malam sekitar pukul 02.00 WIB saya mau tidur dan melewati masjid dan disitu saya melihat ada teman yang sedang melakukan sholat malam, yang lainya tidur nyenyak minikmati malam yang panjang untuk bermimpi tapi ada seorang santri yang susah payah melaksanakan sholat malam. Pastinya di tengah malam suasana yang dingin enak-enaknya tidur tapi ia berjuang melakukan kebaikan.

Ada juga santri mempergunakan malamnya untuk deres Al Qur’an di bawah lampu yang tidak begitu terang karena sebagian lampu dimatikan ia tetep deres Al Quran,ia mau bersusah payah dalam proses mencari ilmu. Ada juga yang terus belajar membaca kitab kuning mencari arti per kata dengan membuka lembaran demi lembaran kamus Al Munawwir. Ada juag yang hafalan nadhom  alfiyah ia menyendiri agar bisa berkonsentrasi.

Dipesantren juga ada yang rajin melakukan riyadhoh ia berjuang dan selalu menjaga sunah-sunah seperti sholat dhuha tak pernah putus, puasa sunah dawud, dan ada juga yang tirakat ngrowot. Tirakat ngrowot kalo di pesantren banyak jenisnya ia tidak makan nasi putih dan yang enak enek ia hanya makan nasi tiwul atau nasi jagung.

Ada juga sahabat-sahabat yang aktif menekuni dunia literasi. Tulisanya yang indah. Meskipun ia tidak menasehati secara langsung ia telah memberi keteladanan yang baik. 

Mari melihat kepada mereka yang telah sukses, pastinya ada kisah tentang perjuangan mereka dalam menghadapi setiap rintangan menuju puncak kesuksesan. Ada juga kisah pengorbanan yang harus mereka lakukan demi meraih sukses. Dan tentunya doa yang tak pernah berhenti ia panjatkan dan mohon pertologan kepada yang maha kuasa.

Imam syafi’I pernah berkata: jika engkau sudah berada di jalan yang benar menuju Allah maka berlarilah. Jika sulit bagimu maka berlari kecillah. Jika kamu lelah, berjalanlah. Jika itu pun tidak mampu maka, merangkaklah. Namun jagan pernah berbalik arah atau berhenti.

Begitupun dengan Rasulullah SAW, bersabda:

Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang terus menerus (dilakukan) meskipun sedikit….. ( H.R Muslim.)

Tetap semangat. Jagan berputus asa…………

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak rugi memiliki mimpi

 Tidak rugi memiliki mimpi Orang yang memiliki mimpi tidaklah rugi. Sebab bermimpi tidaklah memerlukan biaya. Saya teringat dawuh guru saat belajar " bermimpilah pada malam hari dan wujudkan mimpi itu pada siang hari"  Seperti istilah yang tidak asing lagi yang sering kita dengar " Bengi macul langit awan macul bumi" Untuk mewujudkan mimpi tersebut butuh usaha dan upaya serta do'a yang tak pernah padam. Dalam mewujudkan mimpi butuh perjuangan, pengorbanan dan tidak luput dari halangan dan rintangan. Mungkin kita harus meningalkan tanah kelahiran kita untuk sementara waktu untuk mewujudkan mimpi tersebut. Sebagaimana yang penah didawuhkan oleh imam Syafi'i " Tiada kata diam dan santai bagi orang yang berakal dan beradab. Maka tinggalkan kampung halaman dan merantaulah".  Seperti halnya jika air tidak mengalir dan mengenang terlalu lama maka air tersebut akan kotor dan berbau tidak enak. Air akan menjadi baik jika mengalir, dan menjadi buruk jika tid...

Bekerja, beribadah dan istirahat

 Bekerja, beribadah dan istirahat Setiap manusia mendambakan hidup yang bahagia, hidup yang berkah dan hidup yang memberikan kemanfaatan yang baik. Mencari kebahagiaan di dunia mapun kebahagiaan di akhirat nanti. Terkadang kita sampai lupa mencari kebahagiaan dunia sampai melupakan kebahagiaan di akhirat. Sebagai contoh siang malam bekerja mencari uang untuk membeli mobil mewah, membagun rumah yang mengah sampai lupa meninggalkan kewajiban sholat lima waktu. Terkadang juga sampai melupakan kesehatan dirinya sendiri. Maka perlunya keseimbangan antara beribadah bekerja dan istirahat untuk mencapai kebahagiaan di dunia maupun kebahagiaan di akhirat. Saya teringat dawuh guru yang mengutip dari kitab karya imam al Ghozali. Yang berisi tentang pentingnya membagi waktu yang seimbang antara bekerja beribadah dan istirahat. Sebab istirahat juga penting untuk menjaga kesehatan fisik agar dapat beribadah dan bekerja dengan baik. Selain itu sang guru juga menjelaskan bahwasanya di negar...

Sibuk kebaikan

Waktu memiliki sifat cepat dan tajam yang jika tidak digunakan untuk kebaikan, akan menebas atau memotong penggunanya. Yaitu membawa kerugian atau penyesalan dikemudian hari. Maka peting sekali kita mengunakan waktu kita untuk perbuatan yang baik. Jangan digunakan untuk perbuatan kemaksiatan  agar kita tidak menyesal dikemudian hari. Dawuh ibu nyai siti saudah, " Lakukanlah amalan wajib dan tambahkanlah amalan-amalan sunah, karena amalan-amalan sunah dapat menambal amalan-amalan yang belum sempurna" Jika setiap hari kita selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan amalan-amalan kecil maupun besar tingkatan iman akan bertambah. Setiap amal sholeh baik perkataan maupun perbuatan, baik amal hati maupun amal jasad pasti akan menambah keimanan. Dan keimanan akan bertambah dengan adanya ketaatan kepada Allah SWT dan kemaksiatan akan berkurang. Seperti halnya jika kita hanya duduk sendirian dan melamun fikiran tidak berkembang dan cenderung ke negatif maka perlu diri...