Meneladani jejak ulama terdahulu ( Al Husain bin Abdullah Sina)
Dalam perjalannya mencari ilmu di penuhi dengan perjuangan, kesungguhan dan himmah yang tinggi.
Beliau seorang yang alim dan teliti, filsuf dan dokter yang mashur.
Ketika beliau berusia sepuluh tahun beliau telah menguasai Al Qur'an dan sastra.
Beliau menyibukkan diri deng memperdalam untuk mencari ilmu seperti ilmu alam, ilmu teologi dan Allah membukakan baginya pintu-pintu ilmu.
Selanjutnya beliau senang memperdalam ilmu-ilmu tentang kedokteran dan kitab-kitab yang berkaitan dengan itu.
Beliau menguasai ilmu-ilmu kedokteran dalam tempo yang relatif singkat sehingga mengungguli orang-orang terdahulu dan setelahnya.
Selama mencari ilmu, beliau tidak pernah tidur semalam suntuk dan tidak menyibukkan diri disiang hari kecuali dengan belajar dan belajar.
Apabila ada permasalahan yang dirasa sulit untuk dipecahkan maka beliau berwudhu dan pergi ke masjid jami' lalu sholat dan berdoa kepada Allah supaya dimudahkan urusanya dan membukakan pintu-pintu ilmu yang tertutup.
Saya teringat dawuh guru saya ketika pengajian kitab ta'limul muta'alim karya Syekh Az Zarnuji.
Seorang santri atau murid dalam mencari ilmu supaya menyedikitkan makan dan menyedikitkan tidur. Karena apa? ketika seorang murid terlalu banyak makan maka ia akan malas untuk belajar bahkan ngantuk. Apabila sudah ngantuk maka ia akan malas untuk belajar ilmu-ilmu pengetahuan.
Sehingga makan dan tidur secukupnya supaya kuat untuk menjalankan ibadah dan mempelajari ilmu.
Sekiranya perlu kita meneladani jejak ulama terdahulu seperti Al Husain bin Abdulliah Sina, beliau menguasai dalam ilmu kedokteran serta ilmu yang lain dan pada usianya yang masih sepuluh tahun beliau sudah menguasai Al Qur'an dan sastra...
Semoga kita bisa meneladaninya... Aamiin
Tulungagung 10 januari 2021

Semoga tetap bisa istiqomah dlm mempelajari ilmu
BalasHapusAamiin. Terimakasih mbak
HapusAamiin 🤲🤲 tulisan yg bermanfaat 🙏 trimakasih
BalasHapusEgeh mbak. Terimakasih.......
BalasHapus