Pejuang Berkah
Para santri yang mencari ilmu di
dunia Pondok Pesantren meyakini adanya berkah atau sering kita dengar dengan
istilah lain barokah. Berkah atau barokah memiliki arti ziyadatul khoir yaitu
bertambahnya kebaikan atau kebagusan.
Harapan santri ketika belajar di Pondok
Pesantren mengharpkan keberkahan yaitu bertambahnya kebaikan. Santri
mengharapkan ilmu yang manfaat dan barokah maksudnya ilmu yang menambah
kebaikan bagi dirinya serta memberi kebaikan kepada orang lain. Ilmu yang dapat
mendekatkan diri kepda Allah SWT. Serta mengharap kehidupan yang selalu bertambah kebaikanya
bukan malah bertambahnya kemaksiatan atau keburukan.
Banyak cara yang dilakukan oleh
seorang santri saat mencari ilmu di pondok pesantren dalam mencari keberkahan
dan ridho seorang guru.
Suatu hari saya pernah mengunjungi
pengajian umum dalam rangka haflah akhirussanah tepatnya di kecamatan gandusari
trengalek. Setelah acara selesai para santri berebut untuk sungkem dengan
berjabat tangan. Tidak hanya itu saja sisa makanan ataupun minuman seorang
kiyai di makan oleh para santri, sebab santri memiliki keyakinan adanya
keberkahan.
Selain itu banyak juga para santri
yang khidmah pada guru dengan tulus seperti membantu guru mengurus perkebunan
seperti menncangkul, menanam jagung di kebun, ada juga yang membantu memasak,
ada juga yang nyapu membersihka ndalemnya guru, ada juga yang membersihkan
kendaraan guru. Para santri melakukan dengan tulus dan ikhlas dengan tujuan
memperoleh ridho guru.
Pondok pesantren tempat para santri
menimba ilmu, santri yang dididik terkait akhlak terhadap guru maupun orang
lain, termasuk menata sandal guru, mulai dahulu hingga sekarang kebiasaan
menghormati siapa saja menjadi ciri khas setiap santri. hal penting ini
diajarkan hingga melekat menjadi karakter mereka sampai terbawa saat mereka
pulang.
Akhlak santri salahsatunya memutar
sandal kiyai (diwalik=Bahasa jawa ) menghadap sesuai posisi saat nanti akan
dipakai pemiliknya sebagaimana lazim dalam dunia pesantren.
Dikatakan oleh Sebagian ulama’ menghormati
itu lebih baik dari pada taat tidakkah engkau tau bahwa seseorang menjadi kufur
bukan karena berbuat maksiat. tetapi ia menjadi kufur lantaran tidak
mengindahkan perintah dan larangan Allah SWT. Termasuk memuliakan ilmu adalah
memuliakan guru.
Sayidina Ali berkata: aku tetap
menjadi budak orang yang mengajariku, meskipun hanya satu kalimat. kalua orang
tersebut ingin menjualku, maka bolehlah. jika ia ingin membebaskan atau
menetapkan aku menjadi budaknya, aku tetap mau. Maka dari itu kita harus menghormati
guru dimanapun berada.

Komentar
Posting Komentar