Godaan mencari ilmu
Seorang
muslim baik laki-laki maupun perempuan memiliki kewajiban untuk mencari ilmu. Ilmu
yang dulu dipelajari sebelum ilmu yang lain ialah ilmu tauhid. Karena dengan
ilmu seseorang dapat mebedakan suatu perkara yang baik dan yang buruk. Ilmu
akan menghiasi bagi pemiliknya.
Yang
saya rasakan ketika mencari imu tentunya banyak godaan dan rintangan. Godaan
dari dalam maupun godaan dari luar. Seperti halnya santri, ketika mencari ilmu
di pondok pesantren banyak cobaan dan godaan. Tidak sedikit seorang santri baru
yang tidak kuat dengan cobaan yang ada sehingga ia memutuskan untuk pulang.
Mungkin
yang membuat santri baru tidak betah di pondok pesantren sebab jauh dari orang
tua dan di pondok pesantren pada umumnya makan antri, mandi antri, banyak
tugas-tugas, disuruh hafalan dan tempat tidur tidak ada kasur yang mewah sehingga
membuat santri baru tidak betah.
Ada
juga godaan di pondok seorang santri sering sakit-sakitan, ada juga terkena
penyakit kulit kalo di pondok terkenal dengan penyakit gudik. Sebenarnya di
pondok pesantren dengan selalu menjaga kebersihan dan kesehatan, kamar mandi
bersih, kamar tidur bersih meskipun demikian pada umumnya masih saja santri
baru terkena penyakit yang berupa gudik. Akan tetapi jika sudah beberapa tahun bertahan
di pondok dan kuat bertahan maka penyakit gudik ini akan sembuh dengan
sendirinya.
Selain
itu malas adalah godaan bagi para santri ketika akan belajar. Kegiatan seorang
santri di pondok pesantren ialah mencari ilmu. Seperti sekolah madrasah diniyah,
sorogan, bandongan, Syawir atau musyawarah, Hafalan, lalaran, dan kewajiban
untuk senantiasa sholat frdhu dengan
berjamaah. Ada juga yang khidmah di rumah guru.
Ketika
mau berangkat ngaji tubuh terasa sagat berat dan ketika di tempat ngajipun
ngantuk. Anehnya setelah ngaji sesampainya di asrama mata mulai berbinar-binar
tidak merasakan ngantuk lagi. Mungkin kita telah di goda oleh setan
Ada
suatu kisah didalam kitab Durrah An
Nashihin. Menurut kisahnya suatu hari Rasulullah SAW bertemu dengan
beberapa setan. Setan-setan itu nampak seperti sedang berdiskusi tentang
sesuatu.
Wahai
setan laknatullah, apa yang sedang kalian lakukan disitu ? tegur beliau.
Kami
sedang merencanakan sesuatu, ya Rasulullah, jawab salah seorang dari mereka.
Sudah menjdi ketetapan Allah, setan tidak dapat bohong kepada Rasulullah.
Apa
yang sedang engkau rencanakan? Tanya beliau lagi.
Wahai
kekasih Allah, sesungguhnya kami sedang berkeliling untuk mencari umatmu yang
hendak pergi kemajlis ilmu, jawab setan.
Rasulullah
SAW, melihat para setan membawa seutas tali, pengait, beberapa buah paku, dan
segengam serbuk. Apa yang akan engkau lakukan dengan barang-barang itu ? Tanya
beliau.
Tali
ini akan kami gunakan untuk mengikat siapapun yag hendak pergi ke majlis ilmu,
dan dia akan merasakan badanya berat untuk berangkat dan kami berharap ia
menggurungkan niatnya untuk pergike majlis ilmu. Terang salah satu dari setan.
Apabila
tali itu tidak mampu menghentikan niat umatmu untuk pergi kemajlis ilmu, maka
kami akan gunakan pengait ini untuk menarik pungungnya dari belakang. sehingga ia
malas untuk melanjutkan perjalanannya dan memilih kembali kerumah. Kata setan
yag lain.
Jika
ada umatmu yang berhasil mematahkan pengait ini dan duduk di majlis ilmu, maka
kami akan meletakkan paku-paku ini di bawah tempat duduknya agar ia merasa
tidak betah berada di majlis itu dan memilih untuk pulang. Terang setan lagi.
Rasulullah SAW berkata, ketahuilah bahwa
perangkapmu itu tak akan mampu mencegah umatku yang ikhlas.
Ya
Rasulullah, jika semua perangkap itu berhasil dilalui oleh umatmu maka kami
akan menaburkan serbuk-serbuk ini pada kedua mata mereka sehingga mereka merasa
mengantuk dan tak menyimak isi dari majlis dakwah itu.
Begitulah
cara setan mengoda manusia untuk bermalas-malasan dalam menuntut ilmu, cara
untuk memerangi sifat malas pada diri kita ialah dipekso ( bahasa jawa) di paksa, dipaksa
untuk terus belajar dan mencari ilmu.

Komentar
Posting Komentar