Jagan begadang kalau tidak ada
artinya.
Seperti
lagunya bang Roma Irama. begadang jagan begadang kalau tiada artinya begadang
boleh saja kalau ada artinya.
Lagu
tersebut memberikan pesan kepada kita yakni dilarang untuk begadang jika tidak
ada artinya. Jika malam hari hanya digunakan untuk melakukan aktifitas yang
kurang bermanfaat lebih baik istirahat. Dengan istirahat cukup semoga bisa
bagun disepertiga malam untuk qiyamullail dan paginya bisa melakukan sholat
subuh berjamaah. Kita boleh begadang jika digunakan untuk melakukan
kebikan-kebaikan seperti beribadah, belajar kitab, berdzikir dan yang
memberikan manfaat.
Sebab
jika kita begadang yang tidak ada artinya selain kesehatan kita yang terganggu
paginya bisa bagun kesiangan. Sedangkan dipagi hari kita sebagai umat muslim
memiliki kewajiban untuk mengerjakan sholat subuh tepat waktu.
Bagun
pagi memiliki banyak manfaat bagi tubuh kita. Ketika waktu istirahat kita cukup
kemungkinan kita bisa bagun lebih awal dan bisa melakukan sholat sunah dua
rekaat sebelum sholat subuh atau di kenal denga sholat fajar. Sholat dua rekaat
sebelum sholat subuh lebih baik dari pada dunia dan seisinya.
Kita
boleh begadang asalkan digunakan untuk hal-hal yang bernanfaat. Tubuh kita
harus dijaga kesehatanya agar bisa melakukan kebaikan dan bisa beribadah kepada
Allah SWT termasuh menjaga kesehatan denga tidur tepat waktu.
Hendaknya
ketika kita tidur bisa meneladani tidurnya Rasulullah SAW, Saya teringat dawuh
Bu Nyai ketika ngaji. Didalam kitab ikhyak ulumuddin dijelaskan bahwa
Rasulullah SAW sebelum tidur membaca surah al ikhlas, al falak serta annas
sebanyak tiga kali dan ditiupkan ke telapaktannya dan diusapkan mulai dari ubun
ubun hingga jempol kaki. Agar terhidar dari ganguan setan.
Sebelum
tidur harus berdoa. Aisyah ra meriwayatkan bahwa, apabila Rasulullah menuju pembaringannya
setiap malam, beliau mempertemukan kedua telapaktanganya, lalu meniupnya sambil
membaca qul huwallahu ahad, qul a'uudzu bi rabbil falaq dan qul a'udzu
birabbinnas kemudian mengusapkan kedua telapak tanganya kesekujur tubuhnya,
dimulai dari kepala dan wajahnya serta tubuh bagian depan. Demikian beliau mengulanginya
sebanyak tiga kali ( HR. Bukhori-Muslim, Tirmidzi, Ibnu Majah, Dan Abu
Dawud)
Selain
itu bu nyai juga menjelaskan bahwa, tidurnya Rasulullah SAW yakni miring
kekanan dengan posisi telapak tangan kanan di letakkan dibawah kepala.
Seperti sabda Rasulullah Saw
berbaringlah diatas rusuk sebelah kananmu (HR Bukhari)
Ternyata
hadis tersebut telah diteliti oleh para pakar kesehatan dan mereka merasa
terkejut menemukan kebenaran dari faedah tidur dengan posisi miring kekanan.
Diantara
manfaat yang diperoleh adalah menghalagi tekanan hati yang berlebihan pada
lambung. Posisi ini juga dapat mempercepat pengeluaran cairan di usus dan usus
duabelasjari, berkat adanya gaya gravitasi.
Tulungagung
Kamis 26 November 2020

Mantap.
BalasHapusTrimakasih pak.....
BalasHapusMantab. Bermanfaat sekali
BalasHapusTerimakasih bu....
BalasHapus