Langsung ke konten utama

Nasehat Simbah

 

Nasehat Simbah



Saat musim libur sang cucu biasanya berkunjung kerumah simbah, apalagi jika jarak rumahnya tidak begitu jauh. Selain orang tua yang selalu menasehati anaknya, simbah pun tak jarang utuk selalu menasehati cucu-cucunya, apabila si cucu melakukan kesalahan simbah akan menasehatinya, apabila sang cucu akan melakukan permainan atau aktifitas yang sekiranya membahayakan simbah akan menasehatinya.

Nasehat nasehat yang diberikan oleh simbah akan lebih berbobot karena lebih berpengalaman dan lebih lama merasakan asam garam kehidupan. Setiap cerita dan nasehatnya dilandasi dengan kasih sayang yang tulus. Hal demikian mengigatkanku pada masa laluku, akupun sering bermain kerumah simbah karena jarak rumahku dan rumah simbah tidak begitu jauh.

Aku suka jika simbah bercerita seperti menceritakan masa dulu ketika bangsa ini dijajah oleh belanda, selain bercerita demikian simbah juga memberikan nasehat nasehat ala orang jawa. Ketika saya membantu nyapu di rumah simbah dan kurang begitu bersih simbah berkata, nang lek nyapu seng resik, lek ora resik bojone brewok, lek bar nyapu sampahe langsung di cikrak, . ( Bahasa Jawa )

Ketika saya duduk-duduk santai di tengah pintu sembari memandangi burung-burung yang sedang berkicau simbah menasehati kepadaku demikian nasehatnya.

Simbah            : Nang lek lingguh ojo neng tengah lawing ngono lho

Aku                 : la tengnopo lho mbah kok boten pareng ?

simbah             : yo ora ilok ngono kui nang,….        

aku                  : la kok saget teng nopo mbah…?

simbah             : jerene mbah-mbah biyen, lek enek tamu balek dalan.

Beberapa hari kemudian simbah juga memberikan nasehat, saat saya makan, nang lek maem segone ojo sampek cebret, ngono kui engko segone nagess,

Selain itu simbah juga menasehati, lek maem kudu ditelas nhe, leek ora entek pitik e mati, saya pun dulu masih berfikir fikir dan ada sedikit kebingungan. Dalam benak ini masih bertanya-tanya hubungan antara saat makan tidak dihabiskan dan ayam akan mati apaya..?

Seiring berjalanya waktu, nasehat-nasehat simbah ternyata ada dasarnya, memeng benar nasehat orang dulu lebih berbobot karena telah lama merasakan manis pahitnya kehidupan serta banyaknya pengalaman yang ia dapatkan.

Hal-hal demikian ada didalam kitab ta’limul muta’alim pada bab sesuatu yang memudahkan dan menyempitkan rezeki, memperpanjang dan mengurangi umur. sebagai seorang pelajar hendaknya mengetahui kekuatan rezeki dan mengetahui sesuatu yang dapat menambahnya, serta memngetahui sesuatu yang dapat menambah (memperpanjang) umur.

Apabila mengetahui tentang kesehatan agar dalam mencari ilmu tidak tergangu. termasuk yang menjadi sebabnya kefakiran ialah tidur telanjang, makan dalam keadaan junub, meremehkan sisa makanan, menyapu rumah pada waktu malam, menyapu sampah tidak langsung dibuang.

Sungguh benar nasehat nasehat yang diberikan orang dulu ada dasarnya terkadang alasan yang digunakan itu di kaitkan kegan kehidupan, agar mudah difahami dan dapat diterima. mungkin ini termasuk warisan para wali zaman dahulu ketika berdakwah dengan penuh kasih sayang, lemah lembut dan tidak menyingung perasaan orang tersebut sehingga mudah diterima oleh masyarakat ibarat mengambil ikan di sungai tanpa mengeruhkan airnya.

Seperti nasehat simbah ketika makan harus dihabiskan jangan menyisakan, dari keterangan dalam kitab ta’limul muta’alim tersebut jika menyepelekan makanan hal demikian itu termasuk sesuatu yang dapat menyempitkan rezeki. Memanag benar jika kita makan dengan mengambil porsi yang berlebihan dan pada akhirnya makanan tersebut tidak habis maka itu termasuk pemborosan.

Jangan lupa saling nasehat menasehati dalam kebaikan tanpa harus menyakiti apalagi menyingung perasaan yang dinasehati, ibarat mengambil ikan di sungai, tidak harus membuat keruh airnya.

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak rugi memiliki mimpi

 Tidak rugi memiliki mimpi Orang yang memiliki mimpi tidaklah rugi. Sebab bermimpi tidaklah memerlukan biaya. Saya teringat dawuh guru saat belajar " bermimpilah pada malam hari dan wujudkan mimpi itu pada siang hari"  Seperti istilah yang tidak asing lagi yang sering kita dengar " Bengi macul langit awan macul bumi" Untuk mewujudkan mimpi tersebut butuh usaha dan upaya serta do'a yang tak pernah padam. Dalam mewujudkan mimpi butuh perjuangan, pengorbanan dan tidak luput dari halangan dan rintangan. Mungkin kita harus meningalkan tanah kelahiran kita untuk sementara waktu untuk mewujudkan mimpi tersebut. Sebagaimana yang penah didawuhkan oleh imam Syafi'i " Tiada kata diam dan santai bagi orang yang berakal dan beradab. Maka tinggalkan kampung halaman dan merantaulah".  Seperti halnya jika air tidak mengalir dan mengenang terlalu lama maka air tersebut akan kotor dan berbau tidak enak. Air akan menjadi baik jika mengalir, dan menjadi buruk jika tid...

Bekerja, beribadah dan istirahat

 Bekerja, beribadah dan istirahat Setiap manusia mendambakan hidup yang bahagia, hidup yang berkah dan hidup yang memberikan kemanfaatan yang baik. Mencari kebahagiaan di dunia mapun kebahagiaan di akhirat nanti. Terkadang kita sampai lupa mencari kebahagiaan dunia sampai melupakan kebahagiaan di akhirat. Sebagai contoh siang malam bekerja mencari uang untuk membeli mobil mewah, membagun rumah yang mengah sampai lupa meninggalkan kewajiban sholat lima waktu. Terkadang juga sampai melupakan kesehatan dirinya sendiri. Maka perlunya keseimbangan antara beribadah bekerja dan istirahat untuk mencapai kebahagiaan di dunia maupun kebahagiaan di akhirat. Saya teringat dawuh guru yang mengutip dari kitab karya imam al Ghozali. Yang berisi tentang pentingnya membagi waktu yang seimbang antara bekerja beribadah dan istirahat. Sebab istirahat juga penting untuk menjaga kesehatan fisik agar dapat beribadah dan bekerja dengan baik. Selain itu sang guru juga menjelaskan bahwasanya di negar...

Sibuk kebaikan

Waktu memiliki sifat cepat dan tajam yang jika tidak digunakan untuk kebaikan, akan menebas atau memotong penggunanya. Yaitu membawa kerugian atau penyesalan dikemudian hari. Maka peting sekali kita mengunakan waktu kita untuk perbuatan yang baik. Jangan digunakan untuk perbuatan kemaksiatan  agar kita tidak menyesal dikemudian hari. Dawuh ibu nyai siti saudah, " Lakukanlah amalan wajib dan tambahkanlah amalan-amalan sunah, karena amalan-amalan sunah dapat menambal amalan-amalan yang belum sempurna" Jika setiap hari kita selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan amalan-amalan kecil maupun besar tingkatan iman akan bertambah. Setiap amal sholeh baik perkataan maupun perbuatan, baik amal hati maupun amal jasad pasti akan menambah keimanan. Dan keimanan akan bertambah dengan adanya ketaatan kepada Allah SWT dan kemaksiatan akan berkurang. Seperti halnya jika kita hanya duduk sendirian dan melamun fikiran tidak berkembang dan cenderung ke negatif maka perlu diri...