Saat musim libur sang
cucu biasanya berkunjung kerumah simbah, apalagi jika jarak rumahnya tidak
begitu jauh. Selain orang tua yang selalu menasehati anaknya, simbah pun tak
jarang utuk selalu menasehati cucu-cucunya, apabila si cucu melakukan kesalahan
simbah akan menasehatinya, apabila sang cucu akan melakukan permainan atau
aktifitas yang sekiranya membahayakan simbah akan menasehatinya.
Nasehat nasehat yang
diberikan oleh simbah akan lebih berbobot karena lebih berpengalaman dan lebih
lama merasakan asam garam kehidupan. Setiap cerita dan nasehatnya dilandasi
dengan kasih sayang yang tulus. Hal demikian mengigatkanku pada masa laluku, akupun
sering bermain kerumah simbah karena jarak rumahku dan rumah simbah tidak
begitu jauh.
Aku suka jika simbah
bercerita seperti menceritakan masa dulu ketika bangsa ini dijajah oleh belanda,
selain bercerita demikian simbah juga memberikan nasehat nasehat ala orang jawa.
Ketika saya membantu nyapu di rumah simbah dan kurang begitu bersih simbah
berkata, nang lek nyapu seng resik, lek ora resik bojone brewok, lek bar
nyapu sampahe langsung di cikrak, . ( Bahasa Jawa )
Ketika saya duduk-duduk
santai di tengah pintu sembari memandangi burung-burung yang sedang berkicau
simbah menasehati kepadaku demikian nasehatnya.
Simbah : Nang lek lingguh ojo neng
tengah lawing ngono lho
Aku : la tengnopo lho mbah kok boten
pareng ?
simbah : yo ora ilok ngono kui nang,….
aku : la kok saget teng nopo mbah…?
simbah : jerene mbah-mbah
biyen, lek enek tamu balek dalan.
Beberapa hari kemudian simbah
juga memberikan nasehat, saat saya makan, nang lek maem segone ojo sampek
cebret, ngono kui engko segone nagess,
Selain itu simbah juga menasehati, lek
maem kudu ditelas nhe, leek ora entek pitik e mati, saya pun dulu masih berfikir
fikir dan ada sedikit kebingungan. Dalam benak ini masih bertanya-tanya
hubungan antara saat makan tidak dihabiskan dan ayam akan mati apaya..?
Seiring berjalanya waktu,
nasehat-nasehat simbah ternyata ada dasarnya, memeng benar nasehat orang dulu lebih
berbobot karena telah lama merasakan manis pahitnya kehidupan serta banyaknya
pengalaman yang ia dapatkan.
Hal-hal demikian ada
didalam kitab ta’limul muta’alim pada bab sesuatu yang memudahkan dan menyempitkan
rezeki, memperpanjang dan mengurangi umur. sebagai seorang pelajar hendaknya
mengetahui kekuatan rezeki dan mengetahui sesuatu yang dapat menambahnya, serta
memngetahui sesuatu yang dapat menambah (memperpanjang) umur.
Apabila mengetahui
tentang kesehatan agar dalam mencari ilmu tidak tergangu. termasuk yang menjadi
sebabnya kefakiran ialah tidur telanjang, makan dalam keadaan junub, meremehkan
sisa makanan, menyapu rumah pada waktu malam, menyapu sampah tidak langsung
dibuang.
Sungguh benar nasehat
nasehat yang diberikan orang dulu ada dasarnya terkadang alasan yang digunakan
itu di kaitkan kegan kehidupan, agar mudah difahami dan dapat diterima. mungkin
ini termasuk warisan para wali zaman dahulu ketika berdakwah dengan penuh kasih
sayang, lemah lembut dan tidak menyingung perasaan orang tersebut sehingga
mudah diterima oleh masyarakat ibarat mengambil ikan di sungai tanpa
mengeruhkan airnya.
Seperti nasehat simbah ketika
makan harus dihabiskan jangan menyisakan, dari keterangan dalam kitab ta’limul
muta’alim tersebut jika menyepelekan makanan hal demikian itu termasuk sesuatu
yang dapat menyempitkan rezeki. Memanag benar jika kita makan dengan mengambil
porsi yang berlebihan dan pada akhirnya makanan tersebut tidak habis maka itu
termasuk pemborosan.
Jangan lupa saling
nasehat menasehati dalam kebaikan tanpa harus menyakiti apalagi menyingung
perasaan yang dinasehati, ibarat mengambil ikan di sungai, tidak harus membuat
keruh airnya.

Komentar
Posting Komentar