Langsung ke konten utama

Guru guru ku ku anggap orang tua ku, apa jadinya aku jika tidak ada guru

 




 

 

Guru guru ku ku anggap orang tua ku, apa jadinya aku jika tidak ada guru

 

Guru juga orang tua kita yang menafkahi jiwa kita, yang mendidik memberikan ilmunya pada kita, yang mengajarkan baik buruk suatu perkara dari segi kognitif, afektif, psikomotorik maupun spiritual.

Tentunya kita wajib hormat kepada guru untuk mendapatkan keridhoan nya mulai dari orang tua kita, orang tua selain beliau menjadi orang yang melahirkan kita di bumi ini beliau juga guru kita, yang telah mengajarkan segala sesuatu pada kita.  Guru ngaji di mushola dulu yang sabar mengajarkan doa-doa, cara membaca alif, ba’, ta’…., menyanyi lagu islami, baik guru di sekolah formal maupun non formal.

Guru guru yang sangat berjasa, apa jadinya jika tidak ada guru. alhamdulillah bisa bertemu dengan para guru yang dengan ikhlas memberikan ilmunya.

Guru sebenarnya tidak hanya yang mengajarkan ilmunya dan memberikan pengetahuan pada kita di dalam ruang kelas dengan ceramah maupun dengan metode pembelajaran yang lainya, akan tetapi guru juga memberikan ilmunya melalui perilakunya.

Suatu hari saya teringat dawuh beliau KH. Abdul kholiq menasihati kepada para santri ketika setelah selesai ngaji ba’da sholat subuh , khasile murid kui seukuran karo rekosone, lek ngolek ilmu kui ojo kakean manggan, ojo kakean turu ojo malesan, kudu jamaah, ora kok lagek qomat lagek podo budal neng mesjid, ganjarane ngenteni imam kui gedhe opo maneh lek gelem deres.  

 

 Suatu hari saya pernah derek ( ikut) bepergian sang kiai beliau meberikan keteladanan bagi para santri-santrinya. Beliau mengajarkan pada santrinya untuk memper erat tali silaturahmi.

Saat itu saya derek (iku) beliau mengendarai mobil, saat itu kaca mobil tertutup rapat sehingga orang yang berada didalam mobil bisa melihat keluar, tapi orang yang di luar tidak bisa melihat kedalam, saat itu beliau dawuh, kacane bukaen, ( kaca pintu kendaraan) ternyata jika ada orang atau yang dikenal beliau selalu menyapa dan membunyikan klakson mobil serta menundukkan kepala dan mengucapkan salam itulah beliau yang mengajarkan pada kita begitu pentingnya menghargai orang lain dan menghargai orang yang sedang berjalan kaki atau di pinghir jalan.

Saat bepergian beliau sering membawa makanan atau buah buahan atau yang lain, buah itu tidak untuk di makan atau digunakan sebagai bekal perjalanan akan tetapi ketika ada orang di jalan ia berikan.

Saat silaturahmi beliau mampir di masjid, lumayan lama beliau di masjid, saya pun biasanya menuggu di teras masjid kadang juga menunggu di kendaraan. Tak sengaja saya melihat beliau selalu mengerjakan sholat setelah itu membaca al qur'an cukup lama di dalam masjid untuk mengerjakan sholat dan mengaji.

Sebelum masuk masjid saya mengamati sendiri, beliau sudah menata sandal yang dikenakan beliau dan melangkahkan kaki sebelah kanan untuk masuk kemasjid. seumpama beliau tidak menata sandalnya sendiri, saya inggin menatakan sandalnya.

Setelah sekian lama di masjid beliau keluar masjid, ia selalu menuju kotak amal untuk mengisi kotak amal yang telah disediakan masjid. Pernah saya diutus di perintahkan memasukkan uang kedalam kotak amal. pernah suatu Ketika di srambi masjid tidak ada kotak amalnya beliau memerintahkan saya untuk mencarinya. Golek ono kotak amale iki lebok nho....

Terkadang kalau ada anak kecil yang sedang bermain di halaman masjid, beliau bertanya namnya siapa, bapaknya siapa, rumahnya mana kemudian beliau mengambilkan uang dari jasket yang beliau kenakan dan memberikan uang pada anak anak tersebut. Iki di bagi seng roto ( ini dibagi yang rata) dan mengucapkan salam pada anak anak tersebut.

Pernah suatu Ketika di tenggah perjalanan tepatnya di desa sumberdadi sumbergempol ada ranting bambu di tenggah jalan, beliau menghentikan kendaraan dan memerintahkan untuk memindah ranting bambu itu, dengan maksud agar tidak menganggu penguna jalan yang lain.

Saat perjalanan sekalipun ketika terdengar suara adzan dan sudah masuk waktu sholat beliau langsung berhenti dan menuju tempat suara adzan dikumandangkan, dan beliau bisa melaksanakan sholat berjamaah. Beliau sagat berhati hati dan selalu menjaga sholat berjamaah.

Saat di tempat wudhu atau di kamarmandi ada sampah plastik beliau mengambil dan membuang ketempat sampah, apabila kolah dan airnya belum penuh ia membuka kran hingga airnya penuh.

Suatu saat saya pernah diperintah untuk menjaga kran air yang telah beliau hidupkan dan memerintahkan untuk menunggu sampai kolah air penuh, apabila sudah penuh kran baru dimatikan. Saya teringat beliau dawuh, lek jedinge resik banyunnhe okeh uwong kui seneng. ( kalu kamarmadi itu bersih dan airnya banya orqng itu seneg)

            Trimakasih guru, seyogyanya kita wajib hormat dan patuh terhadap guru baik guru kita semasa kecil hingga dewasa beliau tetap guru kita,….

 

Tulungagung, 09-09-2020

 

 

 

IM

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak rugi memiliki mimpi

 Tidak rugi memiliki mimpi Orang yang memiliki mimpi tidaklah rugi. Sebab bermimpi tidaklah memerlukan biaya. Saya teringat dawuh guru saat belajar " bermimpilah pada malam hari dan wujudkan mimpi itu pada siang hari"  Seperti istilah yang tidak asing lagi yang sering kita dengar " Bengi macul langit awan macul bumi" Untuk mewujudkan mimpi tersebut butuh usaha dan upaya serta do'a yang tak pernah padam. Dalam mewujudkan mimpi butuh perjuangan, pengorbanan dan tidak luput dari halangan dan rintangan. Mungkin kita harus meningalkan tanah kelahiran kita untuk sementara waktu untuk mewujudkan mimpi tersebut. Sebagaimana yang penah didawuhkan oleh imam Syafi'i " Tiada kata diam dan santai bagi orang yang berakal dan beradab. Maka tinggalkan kampung halaman dan merantaulah".  Seperti halnya jika air tidak mengalir dan mengenang terlalu lama maka air tersebut akan kotor dan berbau tidak enak. Air akan menjadi baik jika mengalir, dan menjadi buruk jika tid...

Bekerja, beribadah dan istirahat

 Bekerja, beribadah dan istirahat Setiap manusia mendambakan hidup yang bahagia, hidup yang berkah dan hidup yang memberikan kemanfaatan yang baik. Mencari kebahagiaan di dunia mapun kebahagiaan di akhirat nanti. Terkadang kita sampai lupa mencari kebahagiaan dunia sampai melupakan kebahagiaan di akhirat. Sebagai contoh siang malam bekerja mencari uang untuk membeli mobil mewah, membagun rumah yang mengah sampai lupa meninggalkan kewajiban sholat lima waktu. Terkadang juga sampai melupakan kesehatan dirinya sendiri. Maka perlunya keseimbangan antara beribadah bekerja dan istirahat untuk mencapai kebahagiaan di dunia maupun kebahagiaan di akhirat. Saya teringat dawuh guru yang mengutip dari kitab karya imam al Ghozali. Yang berisi tentang pentingnya membagi waktu yang seimbang antara bekerja beribadah dan istirahat. Sebab istirahat juga penting untuk menjaga kesehatan fisik agar dapat beribadah dan bekerja dengan baik. Selain itu sang guru juga menjelaskan bahwasanya di negar...

Sibuk kebaikan

Waktu memiliki sifat cepat dan tajam yang jika tidak digunakan untuk kebaikan, akan menebas atau memotong penggunanya. Yaitu membawa kerugian atau penyesalan dikemudian hari. Maka peting sekali kita mengunakan waktu kita untuk perbuatan yang baik. Jangan digunakan untuk perbuatan kemaksiatan  agar kita tidak menyesal dikemudian hari. Dawuh ibu nyai siti saudah, " Lakukanlah amalan wajib dan tambahkanlah amalan-amalan sunah, karena amalan-amalan sunah dapat menambal amalan-amalan yang belum sempurna" Jika setiap hari kita selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan amalan-amalan kecil maupun besar tingkatan iman akan bertambah. Setiap amal sholeh baik perkataan maupun perbuatan, baik amal hati maupun amal jasad pasti akan menambah keimanan. Dan keimanan akan bertambah dengan adanya ketaatan kepada Allah SWT dan kemaksiatan akan berkurang. Seperti halnya jika kita hanya duduk sendirian dan melamun fikiran tidak berkembang dan cenderung ke negatif maka perlu diri...