Langsung ke konten utama

Seorang Ibuk Yang Menabung di BCA( Bank Central Akhirat)

Seorang Ibuk Yang Menabung di BCA( Bank Central Akhirat)



Wabah Virus corona sampai sekarang masih menghantui para masyarakat sehingga masyarakat tidak saling berjabat tanggan seperti biasanya, selalu menjaga jarak dan mengharuskan setiap orang untuk selalu mengunakan masker. Saat tersenyum atau tertawa orang tidak begitu tampak jelas, orang itu tersenyum atau tertawa sebab tertutup dengan masker.

Beberapa hari lalu sebelum datangnya hari raya Idul Adha 1441H, saya ada keperluaan sebentar sehingga izin sebentar keluar dari pondok. Tepatnya di Kecamatan Ngntru Kabupaten Tulungagung.

Saat perjalanan tak tau mengapa di tepi jalan raya ada masjid yang nyaman, dengan menara yang menjulang tinggi keatas, halaman parkir yang luas, dan terdapat beberapa pohon mangga yang rindang, sehingga membuat tempat ini begitu sejuk dan nyaman.

Kemudian saya parkirkan kendaraan saya dan singgah di situ, tepatnya saya duduk santai di dekat beduk yang besar sambil memandangi beberapa kendaraan yang berlalu lalang di jalan raya, matahari memancarkan sinarnya dari arah timur yang cerah dan ada beberapa burung sedang berkicau yang hinggap di pohon mangga yang rindang sehingga menambah suasana menjadi damai.

Tidak lama kemuadian ada seorang ibu-ibu yang tidak muda lagi, yang sedang menuntun sepeda onthel, memakai kerudung dan masih memakai topi dari anyaman bambu, di boncengan belakang sepeda itu tadi terdapat kranjang, mungkin ibu ini sedang berjualan.

Dari kejauhan ibu itu menuju kotak amal yang ada di teras masjid, dari kejauhan saya melihat ibu itu mengeluarkan uang dari tas kecil yang digendongnya dan kemudian ibu itu memasukkan uang kedalam kotak amal, lalu pergi begitu saja.

Aku mendapatkan pelajaran dari ibu itu, dengan tampilan yang seadanya, tapi hatinya yang luar biasa, mungkin kebanyakan oran mampir ke masjid untuk istirahat setelah perjalanan jauh, atau untuk melakukan sholat ada pula yang hanya numpang ke kamar mandi,.

Tapi ibu ini tidak, ia mampir kemasjid hanya untuk mengisi kotak amal, setelah itu mennggalkan tempat begitu saja.  Mungkin ibu ini memperbanyak tabungan untuk dikemudian hari yakni tabungan untuk akhirat dan sebab kehidupan di akhirat adalah kehidupan yang abadi.

pelajaran yang dapat kita ambil dari keteladanan ibu tersebut ialah semakin banyak penghasilan yang kita dapat tidak malah meninggikan gaya hidup yang berlebihan akan tetapi memperbanyak memberikan kemanfaatan bagi orang lain, sebab segala sesuatu itu ada sebab akibat.

           

dawuhe simbah seng nandur apek bakale panen apik,  la lek ora nandur mosok yo panen ….?

 

                                                                                                                               

                                                                                                                               

           

 


Komentar

  1. Terkadang benar mas.. saya lebih hanya numpang dimasjid untuk istirahat dan sholat saat diperjalanan.. semog menjadi teladan

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak rugi memiliki mimpi

 Tidak rugi memiliki mimpi Orang yang memiliki mimpi tidaklah rugi. Sebab bermimpi tidaklah memerlukan biaya. Saya teringat dawuh guru saat belajar " bermimpilah pada malam hari dan wujudkan mimpi itu pada siang hari"  Seperti istilah yang tidak asing lagi yang sering kita dengar " Bengi macul langit awan macul bumi" Untuk mewujudkan mimpi tersebut butuh usaha dan upaya serta do'a yang tak pernah padam. Dalam mewujudkan mimpi butuh perjuangan, pengorbanan dan tidak luput dari halangan dan rintangan. Mungkin kita harus meningalkan tanah kelahiran kita untuk sementara waktu untuk mewujudkan mimpi tersebut. Sebagaimana yang penah didawuhkan oleh imam Syafi'i " Tiada kata diam dan santai bagi orang yang berakal dan beradab. Maka tinggalkan kampung halaman dan merantaulah".  Seperti halnya jika air tidak mengalir dan mengenang terlalu lama maka air tersebut akan kotor dan berbau tidak enak. Air akan menjadi baik jika mengalir, dan menjadi buruk jika tid...

Bekerja, beribadah dan istirahat

 Bekerja, beribadah dan istirahat Setiap manusia mendambakan hidup yang bahagia, hidup yang berkah dan hidup yang memberikan kemanfaatan yang baik. Mencari kebahagiaan di dunia mapun kebahagiaan di akhirat nanti. Terkadang kita sampai lupa mencari kebahagiaan dunia sampai melupakan kebahagiaan di akhirat. Sebagai contoh siang malam bekerja mencari uang untuk membeli mobil mewah, membagun rumah yang mengah sampai lupa meninggalkan kewajiban sholat lima waktu. Terkadang juga sampai melupakan kesehatan dirinya sendiri. Maka perlunya keseimbangan antara beribadah bekerja dan istirahat untuk mencapai kebahagiaan di dunia maupun kebahagiaan di akhirat. Saya teringat dawuh guru yang mengutip dari kitab karya imam al Ghozali. Yang berisi tentang pentingnya membagi waktu yang seimbang antara bekerja beribadah dan istirahat. Sebab istirahat juga penting untuk menjaga kesehatan fisik agar dapat beribadah dan bekerja dengan baik. Selain itu sang guru juga menjelaskan bahwasanya di negar...

Sibuk kebaikan

Waktu memiliki sifat cepat dan tajam yang jika tidak digunakan untuk kebaikan, akan menebas atau memotong penggunanya. Yaitu membawa kerugian atau penyesalan dikemudian hari. Maka peting sekali kita mengunakan waktu kita untuk perbuatan yang baik. Jangan digunakan untuk perbuatan kemaksiatan  agar kita tidak menyesal dikemudian hari. Dawuh ibu nyai siti saudah, " Lakukanlah amalan wajib dan tambahkanlah amalan-amalan sunah, karena amalan-amalan sunah dapat menambal amalan-amalan yang belum sempurna" Jika setiap hari kita selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan amalan-amalan kecil maupun besar tingkatan iman akan bertambah. Setiap amal sholeh baik perkataan maupun perbuatan, baik amal hati maupun amal jasad pasti akan menambah keimanan. Dan keimanan akan bertambah dengan adanya ketaatan kepada Allah SWT dan kemaksiatan akan berkurang. Seperti halnya jika kita hanya duduk sendirian dan melamun fikiran tidak berkembang dan cenderung ke negatif maka perlu diri...