Langsung ke konten utama

Perayaan lebaran ketupat di tengah adanya pandemi covid 19 tetap ethem karem ( Bahagia )


Perayaan lebaran ketupat di tengah adanya pandemi covid 19
tetap ethem karem ( Bahagia )


Bertepat pada tanggal 31 Mei 2020, masyarakat Tulungagung memperingati lebaran ketupat,  termasuk warga desa Plosokandang kecamatan Kedungwaru kabupaten Tulungagung, yang dilaksanakan pada pagi hari ini di masjid Nurul Huda atau Pondok Pesantren Mbah Dul yang di pimpin langsung oleh romo KH. Abdul Kholik.
Masyarakat dan para santri sangat antusias dalam memperingati lebaran ketupat, dimana lebaran ketupat di laksanakan pada tanggal 8 syawal, yang sebelumnya di sunahkan untuk puasa selama enem hari.
Untuk acara lebaran ketupat atau syawalan yang ada di masjid  Pondok Pesantren Mbah Dul dilaksanakan sekitar pukul 06.30 WIB yang dihadiri oleh para warga dan santri pondok yang tidak pulang ke kampung halaman.
Ternyata masyarakat sangat antusias dalam menyambut datangnya lebaran ketupat, banyak para penjual janur maupun menjual ketupat yang sudah jadi di pasar maupun di pingir jalan. Untuk harga ketupat sekitar sepuluh ribu dapat delapan ketupat yang sudah jadi, berbeda dengan harga janur yang sedikit lebih murah.
Ketupat berasal dari daun kelapa yang masih muda dan berwarna kuning serta daunya lentur dan mudah untuk menganyamnya. Terkait bentuk ketupat beraneka ragam jenisnya, untuk pembuatan ketupat mengunakan janur dan lidinya di buang hanya dimanfaatkan daunya saja.
Alhamdulillah pagi ini cuaca sangat cerah, para warga berdatangan dan berkumpul kemasjid akan tetapi  tetap mematuhi protokol kesehatan dalam pemutus penyebaran virus corona dan tetap memakai masker dan cuci tangan. Pagi ini para warga membawa ketupat lengkap dengan sayur dan lauknya, selain membawa ketupat warga juga ada yang membawa buah seperti semangka, ada yang membawa air mineral ada juga yang membawa teh pucuk.
Untuk ketupat, sayur, buah dan air minum yang dibawa oleh warga dikumpulkan dan di taruh di tenggah srambi masjid, untuk jamaah putri duduk di sebelah selatan dan untuk jamaah putra di sebelah utara.
Pagi tadi untuk santri putra setelah selesai sholat subuh berjamaah telah mempersiapkan pelaksanaan lebaran ketupat ini mulai dari menyapu halaman dalem, halamn masjid, ngepel masjid, mempersiapkan sendok, piring, pisau, nampan dan lainnya.
Acara lebaran ketupat atau sawalan di masjid Nurul Huda atau Pondok Pesantren Mbah Dul di isi langsung oleh KH. Abdul Kholik, untuk rangkaian acara lebaran ketupat ini awalnya membaca ayat suci Al Qur'an dan di lanjutkan membaca tahlil, wirid setelah itu mahalul qiyam dan di isi ceramah dan ditutup dengan doa. Dalam memperingati lebaran ketupat ini KH. Abdul Kholik dawuh,
Acara lebaran ketupatan merupakan tradisi yang di peringati setiap tangal 8 syawal dan sebelumnya di sunahkan untuk berpuasa, walaupaun hanya seglintir orang yang melakukan puasa syawal selama enam hari tetap ethem karem edos miyos begitulah dawuh beliau. Ada makna dibalik ketupat yaitu ngaku lepat, atau mengakui kesalahan, dengan mengakui kesalahan maka seyogyanya untuk saling maaf memaafkan. Anyaman ketupat juga memiliki makna agar setiap manusia untuk selalu memperkuat silaturahmi, begitu juga dengan ketupat yang saling rekat satu sama lain.
Beliau juga menuturkan untuk selalu mendoakan saudara, tetangga yang sedang sakit ditengah adanya wabah virus corona dan mengigatkan  saudara, tetanga yang masih lupa dengan Allah dan nantinya kita bisa diakui umatnya nabi Muhammad SAW.
Setelah sambutan dan doa selesai para ibu-ibu mempersiapkan makanan ketupat untuk dibagi bagikan……...
Selain itu malam harinya sebagian santri pondok pesantren Mbah Dul yang masih di pondok mendapat undangan di rumahnya bapak Rozikin tepatnya di desa Wonorejo kecamantan Sumbergempol Tulungahung, beliau termasuk guru ngaji di pondok pesantren Mbah Dul.
Acara di dalemnya bapak Rozikin tidak lain juga memperingati lebaran ketupat yang di hadiri oleh warga sekitar sebelum makan ketupat menyalakan mercon serta kembang api yang menambah meriahnya acara.
Untuk tamu yang berdatangan di persilahkan langsung makan, sudah di siapkan nasi ketupat serta sayur lengkap dengan lauknya, setelah usai makan beliau menuturkan bahwa kupatan merupakan tradisi yang dilakukan pada tangal 8 syawal dan sebelumnya disunahkan puasa, belaiu juga menceritan lebaran ketupat di kabupaten Trengalek tepatnya di kecamatan durenan yang di rintis oleh mbah Mesir, mbah Mesir merupakan tokoh masyarakat makamnya berada di kecamatan Durenan dan  mbah Mesir merupakan putra dari mbah yahuda yang makamnya beradi di kecamatan Ngadirojo Lorok kabupaten Pacitan yang sampai sekarag banyak penziarah yang berdatangan.
Wallahu a’lam,
Selamat hari lebaran,  mohon maf lahir dan batin.....







Komentar

  1. Selamat menikmati ketupat. Barakallah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Egeh pak.... selalu termotifasi kleh panjenegan pak..

      Hapus
  2. Mantep kang, aku selalu setia membaca dan men support tulisan mu hhe

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak rugi memiliki mimpi

 Tidak rugi memiliki mimpi Orang yang memiliki mimpi tidaklah rugi. Sebab bermimpi tidaklah memerlukan biaya. Saya teringat dawuh guru saat belajar " bermimpilah pada malam hari dan wujudkan mimpi itu pada siang hari"  Seperti istilah yang tidak asing lagi yang sering kita dengar " Bengi macul langit awan macul bumi" Untuk mewujudkan mimpi tersebut butuh usaha dan upaya serta do'a yang tak pernah padam. Dalam mewujudkan mimpi butuh perjuangan, pengorbanan dan tidak luput dari halangan dan rintangan. Mungkin kita harus meningalkan tanah kelahiran kita untuk sementara waktu untuk mewujudkan mimpi tersebut. Sebagaimana yang penah didawuhkan oleh imam Syafi'i " Tiada kata diam dan santai bagi orang yang berakal dan beradab. Maka tinggalkan kampung halaman dan merantaulah".  Seperti halnya jika air tidak mengalir dan mengenang terlalu lama maka air tersebut akan kotor dan berbau tidak enak. Air akan menjadi baik jika mengalir, dan menjadi buruk jika tid...

Bekerja, beribadah dan istirahat

 Bekerja, beribadah dan istirahat Setiap manusia mendambakan hidup yang bahagia, hidup yang berkah dan hidup yang memberikan kemanfaatan yang baik. Mencari kebahagiaan di dunia mapun kebahagiaan di akhirat nanti. Terkadang kita sampai lupa mencari kebahagiaan dunia sampai melupakan kebahagiaan di akhirat. Sebagai contoh siang malam bekerja mencari uang untuk membeli mobil mewah, membagun rumah yang mengah sampai lupa meninggalkan kewajiban sholat lima waktu. Terkadang juga sampai melupakan kesehatan dirinya sendiri. Maka perlunya keseimbangan antara beribadah bekerja dan istirahat untuk mencapai kebahagiaan di dunia maupun kebahagiaan di akhirat. Saya teringat dawuh guru yang mengutip dari kitab karya imam al Ghozali. Yang berisi tentang pentingnya membagi waktu yang seimbang antara bekerja beribadah dan istirahat. Sebab istirahat juga penting untuk menjaga kesehatan fisik agar dapat beribadah dan bekerja dengan baik. Selain itu sang guru juga menjelaskan bahwasanya di negar...

Sibuk kebaikan

Waktu memiliki sifat cepat dan tajam yang jika tidak digunakan untuk kebaikan, akan menebas atau memotong penggunanya. Yaitu membawa kerugian atau penyesalan dikemudian hari. Maka peting sekali kita mengunakan waktu kita untuk perbuatan yang baik. Jangan digunakan untuk perbuatan kemaksiatan  agar kita tidak menyesal dikemudian hari. Dawuh ibu nyai siti saudah, " Lakukanlah amalan wajib dan tambahkanlah amalan-amalan sunah, karena amalan-amalan sunah dapat menambal amalan-amalan yang belum sempurna" Jika setiap hari kita selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan amalan-amalan kecil maupun besar tingkatan iman akan bertambah. Setiap amal sholeh baik perkataan maupun perbuatan, baik amal hati maupun amal jasad pasti akan menambah keimanan. Dan keimanan akan bertambah dengan adanya ketaatan kepada Allah SWT dan kemaksiatan akan berkurang. Seperti halnya jika kita hanya duduk sendirian dan melamun fikiran tidak berkembang dan cenderung ke negatif maka perlu diri...