Langsung ke konten utama

Berusaha Kembali Pada Tuhan Meski Banyak Godaan


Berusaha Kembali Pada Tuhan Meski Banyak Godaan
 
Saat kita ingin melakukan kebaikan selalu ada godaan dan rintangan, terutama rasa malas pada diri ini, akupun berfikir  dari mana sumber malas itu? Apa mungkin nafsu dalam diri ini ataukah godaan dari syetan yang menghalang-halangi untuk melakukan kebaikan.
Ketika saya akan melakukan kebaikan seperti sholat berjamaah, ngaji, belajar, sekolah terasa berat dan selalu menunda-nunda apakah ini godaan syetan? Jika saya berangapan itu godaan dari syetan apakah saya suudzan, karena saya telah berburuk sangka pada syetan, kan kasian jika syetan selalu disalahkan. Mungkin nafsu pada diri ini yang perlu di kendalikan dan dijinakkan.
Sebab seperti bulan ramadhan syetan-syetan telah dibelenggu tapi saat ingin melakukan kebaikan seperti tadarus, belajar megerjakan tugas masih menunda-nunda dan berat untuk mengerjakanya dan rasa malas yang selalui menyertaiku. Mungkinkah masih menyalahkan syetan, yang telah dibelenggu pada bulan Ramadhan ini.
Aku sedikit teringat penjelasan guruku dalam pembelajaran kitab ta’limul muta’alim seseorang itu jagan bermalas-malasan seseorang itu haru sunguh-sunguh dan memiliki cita cita yang tinggi dijelaskan bahwa bagi orang yang mencari ilmu itu hendaknya rajin, bersunguh-sunguh dan kontinu dan barang siapa yang menghendaki sesuatu disertai ketekunan tentu akan kesampaian apa yang diharapkan dan barang siapa yang mengetuk pintu, kemudian terus maju maka ia akan sampai kedalam.
Ketekunan itu dapat mendekatkan sesuatu yang jauh dan ketekunan itu bisa juga membuka pintu yang tertutup. Ketauihilah tidak ada orang yang mendapatkan harta benda tanpa bekerja, apalagi ilmu bagaimana mendapatkan ilmu sendang ia tidak belajar
Jika menghendaki suatu perkara maka jaganlah tergesa gesa, mengharapkan cepat berhasil, tetapi lakukanlah dengan tekun, karena meluruskan togkat yang bengkong itu harus dengan cara pelan-pelan dan terus menerus. Seperti biasanya saat kegiatan ba’da mahrib sang guru juga menjelaskan tentang jangan mudah putus asa manusia itu harus memiliki cita-cita, beliau juga berpesan suatu saat nanti apapun profesi kalian silahkan selagi tidak bertentangan denagan syariat islam, dan dengan profesi yang kamu lakukan buatlah suatu inovasi agar bagaimana orang yang belum mengenal tuhan bisa mengenal tuhan, yang belum mengerjakan sholat mau sholat, jadilah orang yang memberikan manfaat kebaikan bagi orang lain.
Guruku bercerita tentang kisah nyata, suatu hari ada percakapan seorang guru dan murid saat tahuan ajaran baru di kesekolah ada murid mengenakan celana panjang, hanya dia yang mengenakan celana panjang yang lainnya hanya memakai celana pendek selutut, setelah awal masuk sekolah murid yang mengenakan celana panjang itu dipangil gurunya dan ditanya
Guru: kenapa kamu mengunakan celanan panjang ?
Murid: untuk menutup aurot pak,
Guru: Jika kamu saya suruh pakai celana seperti temanmu bagaiman?,
Murid:  ya gak mau pak,
Guru: kenapa?
Murid:  ya saya gak mau sekolah pak jika disuruh pakai celana pendek.
Selang beberapa hari guru itu memberikan kebijakan kepada semua murid untuk mengunakan celana panjang. Hikmah apa yang dapat kita ambil dari cerita tersebut, dimanapun kita berada kita haru menjadai orang yang bermanfaat bisa membawa perubahan yang lebih baik. Guruku berpesan dimanapun kita berada jadilah orang yang bermanfaat bagi orang lain dan buatlah perubahan yang lebih baik, jangan menyusahkan orang lain ataupun membuat repot orang lain.
Sang guru juga menjelaskan dalam pengajian kitab idhotun nasyi'in tentang tujuan dan cita-cita hidup itu penting jangan berputus asa akan tetapi apabila suatu cita-cita tercapai jangan hanya digunakan untuk dunia semata sebab kehidupan yang hakiki adalah akhirat, maka dengan tercapainya cita cita juga didasarkan pada Allah SWT, sehingga dengan profesi yang di capai kita bisa mengajak melakukan kebaikan, seperti ada teman yang belum sholat di ajak sholat tanpa memaksakan tapi menanamkan dengan kesadaranya sendiri.
Sehingga jangan mudah putus asa railah cita-citamu hilangkan rasa malas kembalilah ketujuan awal, meskipun dalam melakukan suatu usaha untuk meraih suatu cita-cita terdapat godaan dan cobaan yang dapat mengendorkan semnagat maka permasalahan yang ada serahkanlah pada tuhan, memohon pertolongan sebab tidak ada kekuatan kecuali dari Allah. Maka tugas kita adalah berusaha dan berdo’a.
Sehingga hidup itu harus memiliki cita-cita jangan putus asa dan jangan bermalas malasan,


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak rugi memiliki mimpi

 Tidak rugi memiliki mimpi Orang yang memiliki mimpi tidaklah rugi. Sebab bermimpi tidaklah memerlukan biaya. Saya teringat dawuh guru saat belajar " bermimpilah pada malam hari dan wujudkan mimpi itu pada siang hari"  Seperti istilah yang tidak asing lagi yang sering kita dengar " Bengi macul langit awan macul bumi" Untuk mewujudkan mimpi tersebut butuh usaha dan upaya serta do'a yang tak pernah padam. Dalam mewujudkan mimpi butuh perjuangan, pengorbanan dan tidak luput dari halangan dan rintangan. Mungkin kita harus meningalkan tanah kelahiran kita untuk sementara waktu untuk mewujudkan mimpi tersebut. Sebagaimana yang penah didawuhkan oleh imam Syafi'i " Tiada kata diam dan santai bagi orang yang berakal dan beradab. Maka tinggalkan kampung halaman dan merantaulah".  Seperti halnya jika air tidak mengalir dan mengenang terlalu lama maka air tersebut akan kotor dan berbau tidak enak. Air akan menjadi baik jika mengalir, dan menjadi buruk jika tid...

Bekerja, beribadah dan istirahat

 Bekerja, beribadah dan istirahat Setiap manusia mendambakan hidup yang bahagia, hidup yang berkah dan hidup yang memberikan kemanfaatan yang baik. Mencari kebahagiaan di dunia mapun kebahagiaan di akhirat nanti. Terkadang kita sampai lupa mencari kebahagiaan dunia sampai melupakan kebahagiaan di akhirat. Sebagai contoh siang malam bekerja mencari uang untuk membeli mobil mewah, membagun rumah yang mengah sampai lupa meninggalkan kewajiban sholat lima waktu. Terkadang juga sampai melupakan kesehatan dirinya sendiri. Maka perlunya keseimbangan antara beribadah bekerja dan istirahat untuk mencapai kebahagiaan di dunia maupun kebahagiaan di akhirat. Saya teringat dawuh guru yang mengutip dari kitab karya imam al Ghozali. Yang berisi tentang pentingnya membagi waktu yang seimbang antara bekerja beribadah dan istirahat. Sebab istirahat juga penting untuk menjaga kesehatan fisik agar dapat beribadah dan bekerja dengan baik. Selain itu sang guru juga menjelaskan bahwasanya di negar...

Sibuk kebaikan

Waktu memiliki sifat cepat dan tajam yang jika tidak digunakan untuk kebaikan, akan menebas atau memotong penggunanya. Yaitu membawa kerugian atau penyesalan dikemudian hari. Maka peting sekali kita mengunakan waktu kita untuk perbuatan yang baik. Jangan digunakan untuk perbuatan kemaksiatan  agar kita tidak menyesal dikemudian hari. Dawuh ibu nyai siti saudah, " Lakukanlah amalan wajib dan tambahkanlah amalan-amalan sunah, karena amalan-amalan sunah dapat menambal amalan-amalan yang belum sempurna" Jika setiap hari kita selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan amalan-amalan kecil maupun besar tingkatan iman akan bertambah. Setiap amal sholeh baik perkataan maupun perbuatan, baik amal hati maupun amal jasad pasti akan menambah keimanan. Dan keimanan akan bertambah dengan adanya ketaatan kepada Allah SWT dan kemaksiatan akan berkurang. Seperti halnya jika kita hanya duduk sendirian dan melamun fikiran tidak berkembang dan cenderung ke negatif maka perlu diri...