ANDAIKATA AKU BISA MELIHAT CATATAN MALAIKAT
Setiap
detik setiap menit bahkan setiap hembusan nafas, malaikat
selalu mencatat perbuatan kita dan kita selalu diawasinya, kita tidak bisa terhindar dari pengawasanya, malaikat
mencatat perbuatan yang baik maupun
perbuatan yang buruk yang
kita lakukan.
Semasa
kecil kita diajari rukun iman itu ada enam yang pertama iman pada Allah iman
pada malaikat Allah, iman pada kitab Allah, iman pada Nabi dan Rosul Allah, iman pada hari akhir
serta iman pada qadha’ dan qodar Allah. Semasa kecilpun disuruh meghafalkan
nama-nama
malaikat beserta tugasnya, termasuk ada malaikat yang mencatat amal baik dan amal
buruk seseorang.
Malaikat
yang mencatat amal baik itu berada di sisi kanan. Setiap amal kebaikan kita selalu
di catat olehnya. Maka perlu sekiranya kita meemperbanyak amal baik agar
catatan tentang kebaikan kita
agar
banyak. Kita
perlu berusaha untuk selalu melakukan kebaikan akan tetapi perlu perjuangan dan
tantangan,
bagiku
malas termasuk virus yang membahayakan sebab akan berdampak pada masa depan.
Bulan suci Ramadhan telah tiba,
yang membawa beribu keberkahan. Adzan mahrib telah berkumandang,
yang mengigatkan pada kampung
halaman,
rasanya sagat rindu dengan
bapak ibu terkadang aku termenung
sedang apa beliau disana, sudah
makan apa belum, bahagia atau merana memikirkaan kita rasanya ingin pulang. Burung-burung berterbangan kembali
kesarang,
ayam berkokok entah apa yang dibicarakan mungkin sebuah instruksi agar tidak
kluyuran dan kembali ke kandang.
Setelah usai sholat mahrib
berjamaah kegiatannya adalah mengaji, ketiduran saat
mengaji itu sebuah kenimatan,
akan tetapi jika sering tidur saat kegiatan itu keterlaluan.
Tidur dengan
posisi duduk sambil
memegang pensil dan kitab tanpa meja begitu nikmatnya. Entah bagaimana sang
malaikat mencatat perbuatanku semacam ini mudah mudahan dicatat baik,
Andaikata
saya mengetahui apa yang di catat malaikat, dan saya mengetahui isi catatanya, jika
catatan yang diberikan itu kurang memuaskan aku bisa memperbaiki dengan remidi.
Akan tetapi kita tentu mengetahui catatan yang di catat oleh malaikat dengan
kita mengintropeksi diri dari hal apa saja yang telah kita perbuat selama ini. Sangat
perlu mengintropeksi diri dari hal-hal apa yang sekiranya baik yang telah kita
lakukan dan hal apa saja atau kemaksiatan yang bagaimana yang telah kita
lakukan selama ini.
Usai
sholat mahrib akupun mulai mengikuti kegitan seperti biasanya, menyimak dan mendegarkan apa
yang di sampaikan dan dijelaskan
oleh guruku saat mengaji. Akan tetapi tidak semua
apa yang disampaikan dan dijelaskan dapat teringat terkadang malah tidak mengerti apa yang telah
disampaikan sebab terkadang ketiduran, atau kurang jelas dari belakang, entah
mengapa saat mengaji terasa berat dan ngantuk akan tetapi sampai kamar mata terasa berbinar
binar
tak ada rasa ngatuk
lagi.
Saya ingat dalam pembelajaran
kitab Mukhtarul Akhdisin Nabawi guruku dawuh, uwong seng di khusus nhe Allah
kui yoiku wong seng slamet sakeng bendune allah, mulo ojo nglakoni pengawean
seng iso marakno pengeran kui bendu ng awake. Guruku juga memberikan
nasehat ‘’. Dadi uwong kui ojo wedi lue, ojo wedi mlarat, ojo mbok arani
wong kerjo sregep, gempuleng tenanan kui ojo kok arani lek wedhi mlarat, kui yo
kliru. Wong kerjo sregep kui mergo wedhi karo bendune pengeran ge nafkahi
keluargane ge sangu ngibadah, sebab lek wong kui males malesan ora tenanan le
ngibadah pengeran kui malah bendu.
Dalm pembahasan selanjutnya
sang guru juga menjelaskan tentang bab putus asa, ternyata ulama’ salaf sudah
mengarang kitab untuk para kaum milenial, bagaimana seyogyanya seseoran itu
agar tidak mudah putus asa, jika kita mudah putus asa maka dalam catatan buku
malaikatpun jelek, sebab jika seseorang itu putus asa maka engan akan melakukan
suatu kebaikan, guruku menjelaskan agar seorang murid itu harus memiliki
cita-cita, murid kui kudu due cita-cita setingi langit sap pitu, misale
awakmu ceblok isek iso ceblok neg sap lima opo sap papa topo sap telu. Cita-cita
adalah keinginan dan harapan dari seseorang cita-cita belum terwujud dimasa
kini dan diharapkan akan terjadi dimasa mendatang.
Tidak lama kemudian jarum jam
sudah menunjukkan pukul 19.00 WIB sholat isyak berkumandang, setelah sholat isyak
ganti kajian kitab yang lain yang di isi oleh bu nyai dalm kajian kitab ini bu
nyai menjelaskan isi kitab ini, selain itu bu nyai juga memotifasi untuk rajin
mengaji, tertib dalm berangkat mengaji bunyai dawuh, podo podo lingguhi lungguh
ng kamar karo lungguh ng gon ngaji ngono kok ya abot men, awakmu lhe lungguh ng
kamar urung mesti oleh ganjaran bedo karo awakmu lungguh ng gon ngaji ngeneiki
senajan awakmu turu malaikat wes nyatet niat apikmu.
Meski terpisah jarak dan waktu
pasti akan ada waktu bertemu dengan orang tua, sebab guru juga termasuk orang
tua yang telah memberikan nafkah rohani kita yang telah mengenalkan kita kepada
sang maha pencipta. Selalu berpikir positif berusaha melakukan kebaikan
meskipun belum menjadi baik agar malaikat mencatat kebaikan kita dan saat pembagian
buku catatan amal kita, kita bisa menerima dari tangan kanan bukan dari tangan
kiri. Akan tetapi penyesalan tidaklah berguna pada hari akhir karena habis
sudahlah waktu untuk beramal. Waktu beramal adalah di dunia sedangkan di
akherat tidak lagi ada amal, yang ada hanyalah pembalasan, semoga kita
dijadikan orang yang selamat di duni dan di akhirat

Mantap Mas. Menarik.
BalasHapusPagestunipun pak, derek panjenegan...
HapusMantab
BalasHapusTrimakasih bang suhe, temn seperjuagan..
Hapus