Lelah
yang indah
oleh: Alif F
Ceritaku pada hari sabtu, 19 April 2020. Akhir-akhir
ini aktifitas kami sedikit berbeda dengan hari-hari kemaren dengan kehadiranya
makhluk Allah yaitu virus corona, yang mengencarkan dunia termasuk Indonesia. Mulai
dari aktifitas para pedagang yang berjualan mulai sepi kendaraan yang biasanya
berlalu Lalang sekarang mulai lengang, banyak kita jumpai orang sudah memakai
masker guna untuk memutus mata rantai penularan virus corona.
Dengan adanya wabah virus corona proses
belajar mengajarpun dikerjakan dirumah, belajar onlen begitu jugan dengan Lembaga
Pendidikan Islam yakni Pondok Pesantren semua santri dipulangkan untuk belajar
di rumah samapi keadaan pulih seperti biasanya, akan tetapi beberapa santri
masih tinggal dipondok, meskipun berada dipondok tidak boleh keluar kecuali
dalam keadaan penting.
Pagi ini saya dipanggil guru saya
dalam Bahasa pesantren dengan istilah ditimbali, kata ditimbali merupakan Bahasa
jawa halus. Maka saya bergegas langsung
ke dalem ( Rumah ) guru saya saya menunggu beberapa menit, tidak lama kemudian
guru saya keluar dan dawuh saya disuruh manasin mobil keluarga dalem, saat
kontak mobil diberikan saya berjalan pelan keluar tak lama kemudian saya
dipanggil lagi, dalam benak saya apa ada yang salah atau kurang ya ?, ternyata
tidak saya diberi jamu kunyit.
Tidak tau mengapa saya merasa Bahagia,
saat menerima jamu dari gurusaya, jamu yang biasanya diunjuk ( diminum ) guru
saya adalah jamu yang terbuat dari kunyit dan dicampur dengan jeruk nipis dan
ditambahkan dengan rebusan air kacang ijo, dalam benak saya mengatakan mudah
mudahan dengan lantaran minum jamu ini menjadikan hidupku penuh dengan
keberkahan.
Saat saya membawa segelas jamu tidak
saya minum ditempat akan tetapi saya bawa kebelakang atau diteras belakang, rasanyapun
berbeda soalnya jamu. Setelah selesai saya langsung menuju garasi mobil, yang
pertama saya mengarah pada mobil Panter yang berwarna putih dan saya buka pintu
kemudian saya nyalakan mobilnya. Setelah nyala saya menuju ke mobil yang klasik
yakni mobil hijet entah mobil ini terlihat berbeda, dan saya nyalakan setelah
mobil menyala begitujuga radio yang berada di dalam mobil menyala pula.
Saat membersihkan bagian dalam mobil
hijet saya sambil mendengarkan berita yang ada di radio yakni radio ( 105,7 )Andika
FM Kediri yang menginformasikan tentang pencegahan virus corona, ternya di media
seperti televisi, radio juga menginformasikan tentang pandemi wabah virus corona,
di radio andika tadi menjelaskan tentang pencegahan wabah virus corona
diantaranya selalu mencuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan dengan
orang banyak, menutup mulut saat batuk dan mengunakan masker.
Saat saya membersihkan mobil saya
mengunakan kain dan Ketika sudah cukup dalam saya membersihkan mobil mulai dari
bagian dalam dan luar saya menuju pada mobil sedan Accord setelah mobil sedan
ini sudah menyala dalam keadaan netral saya mengeser tuasnya kepaling kanan dan
menarik kebelakang sebab posisi parkir yang terlalu berdekatan dengan tembok
yang saya khawatirkan jika bagian depan lecet dan saya beri jarak kurang lebih 40
cm. Setelah itu saya membersihkan mobil sedan ini dan mobil panter tadi.
Saat kendaraan sudah bersih dan
cukup kontak mobil saya kembalikan ke ndalem, dan saya menuju kamar. Jarum jam terus berjalan matahari mulai terasa
sedikit panas saya izin untuk keluar. Tujuan keluar saya untuk membeli kitab Mukhtarul
ahadist di toko kitab di ploso kediri. Sebab setelah liburan sekolah madrasah
setelah sholat mahrib kajian kitabnya adalah kitab mukhtarul ahadist saat itu
saya belum memilikinya, sehingga saya hanya mendegarkan penjelasan dari
belakang tanpa membawa kitab ini.
Setiba ditempat toko kitab saya
berdiam diri sejenak di luar toko, ternyata saya lupa kitab apa yang mau saya
beli, maklum soalnya baru kali ini ikut kajian kitab tersebut, Alhamdulillah,
baru saya ingat ternyata saya pernah
mencatat nama kitab di hand pone beberapa hari lalu. Setelah ingat saya
langsung masuk toko dan memesan kitabnya.
Setelah mendapatkan kitab saya
kembali kepondok, jarak antara pondok dan ploso kediri lumayan jauh dan
ditambah lagi dengan panasnya sengatan matahari yang menguras sedikit energi. Matahari
mulai bergeser kebarat saya baru ingat kalua hari ini saya harus mengambil aki
mobilnya nya kelurga dalem yang ada di sumbergempol, saya langsung bergegas
menuju bengkel aki untuk mengambil aki yang sudah di servis beberapa hari
kemaren, dan langsung saya bawa ke sumbergempol sampai disana saya pasang dan
saya nyalakan mobilnya ternyata tidak menyala, sampai menjelang petang, mungkin
ada mesin atau kabel lain yang mempengaruhinya. Beberapa jam kemudian tibalah
sholat mahrib setelah solat mahrib hati ini terasa senang karena kitabnya baru.
Kata demi kata setiap lafad yang di bacakan
oleh guru, saya beri makna pegon dan berusaha mendegarkan penjelasannya, malam ini
guru saya menjelaskan terkait kita sebagai makhluk Allah maka kita harus
mengikuti perintahnya seperti senantiasa mengerjakan sholat lima waktu, saat
kita melakukan perintahnya jangan mengharap surga agar dalam mengerjakan sholat
tersebut tidak ada unsur mengharap sehingga ikhlas mengerjakan karena Allah
SWT.
Apabila dengan kita menjalankan
sholat lima waktu maka punya harapan mendapatkan surga, dan surga jangan
dijadikan tujuan utama kita melakukan perintahnya, agar kita ikhlas dalam
mengerjakan perintahnya.
Selain itu guru saya menjelaskan
tentang hadis no 328 tentang anjuran untuk menyenangkan terhadap anak kecil,
jangan terlalu galak pada anak kecil kecuali dalam hal tertentu misalnya dalam
mendidik. Guru saya juga mencontohkan saat lebaran orang dewasa memberikan uang
pada anak kecil dengan tujuan untuk menyenangkan anak kecil, dan hadis tersebut
bisa digunakan sebagai dasarnya.
Guruku juga memberikan penjelasan
tentang seorang murid harus menyibukkan dirinya dengan ilmu, agar kita sampai
lupa dengan maksiat, sebab kalau banyak melamun membayangkan yang aneh aneh
maka setan lebih mudah mengoda kita.
Sebagian kecil itu yang dijelaskan
yang saya ingat, masih ada sebagian yang ketingalan saat saya maknani dan
mencatat. Itulah sebagian coretan malam ini tentang aktifitas sehari tadi sambil
menikmati malam yang sunyi.

Mantab mas alif... oh iya saran saja mas ya.. untuk penulisan di cek lagi tapi ada beberapa yang kurang huruf dan ada salah huruf.
BalasHapusOke tetap semangat berkarya mas alif.
Kunjungi juga ya situs blog gado-gado saya hehehe
Herdiksumsel.blogspot.com
Makasih bang suhe, masukan mu pesanmu kunjuganmu mengianpirasi hidupku. Hhhhh
HapusBang suhe ayo gek budal manceng golek iwak...hhhh
Hapus