Langsung ke konten utama

wudhu sebagai perawatan kecantikan


 

WUDHU SEBAGAI PERAWATAN KECANTIKAN




            Suatu hal yang mengigatkanku, yakni pada suatu saat aku pernah di tanya teman saya dalam Bahasa jawa,  nyapo lek bar kentut kudu wudhu lek arep nglakoni solat,  nyapo pas wudhu seng di basuh kui kok wajah, tangan kok ora gon dalan metune agen kui?, orang yang bertanya itu ada dua kemungkinan yang pertama ia belum tau dan yang kedua ia ingin melihat apakah yang ditanya itu sudah mengetahui atau belum, anehnya disaat ia berwudhu ia juga seperti pada umumnya membasuh wajah, kedua tangan  dan seterusnya, akupun balik bertanya, la nyapo lek wong seng loro mripate kadang seng di suntik lengennhe udu mripate? Jawabanya memang seperti itu yang sudah ada di dalam Al-Qur’an dan yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhamad SAW.  Allah berfirman dalam surah Al Maidah Ayat 6         
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فاغْسِلُواْ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُواْ بِرُؤُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَينِ وَإِن كُنتُمْ جُنُباً فَاطَّهَّرُواْ وَإِن كُنتُم مَّرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاء أَحَدٌ مَّنكُم مِّنَ الْغَائِطِ أَوْ لاَمَسْتُمُ النِّسَاء فَلَمْ تَجِدُواْ مَاء فَتَيَمَّمُواْ صَعِيداً طَيِّباً فَامْسَحُواْ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ مَا يُرِيدُ اللّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ وَلَـكِن يُرِيدُ لِيُطَهَّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ -٦-
            Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak Membersihkan kamu dan Menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur. ( Q.S Al Maidah: 6)
**Sakit yang tidak boleh kena air.
**Menyentuh, menurut jumhur ialah “bersentuhan kulit.” Sedang sebagian mufasir adalah “bercampur sebagai suami istri.”
                  Dalam melaksakan wudhu ada rukun-rukunnya dalam kitab fathul qorib rukun wudhu ada enam yang pertama yaitu niat, untuk niat wudhu itu sendiri ketika membasuh wajah, rukun yang kedua ialah membasuh wajah, yang ketika membasuh dua tanggan hingga siku, yang ketiga mengusap sebagian kepala, kelima membasuh kaki hingga kedua mata kaki, yang keenam tertib atau urut-urut.
            Selain rukun dalam wudhu ada beberapa kesunahan dalam berwudhu. Wudhu diwajibkan ketika akan melakukan sholat dengan tujuan untuk menghilangkan hadas kecil, ternyata hal-hal yang disyariatkan dalan rukun wudhu dan sunah-sunah wudhu ternyata bisa untuk melakukan perawatan kecantikan dan kebersian seseorang, bila kita amati seperti yang dibasuh saat wudhu pada umumnya baik itu masuk fardhu wudhu maupun sebagian kesunahan dalam wudhu saat kita melakukan wudhu kita membasuh telapak tangan hingga pergelangan tangan.
Selanjutnya setelah membersihkan telapak tanggan yakni berkumur, untuk menghilangkan sisa-sisa makanan yang ada di sela-sela gigi, adaikata sisa makanan itu berhari-hari di gigi mungkin bisa busuk dan menyebabkan munculnya kuman dan bau tidak sedap, dengan berkumur saat wudhu mungkin sisa-sisa makanan yang ada di mulut hanyut terbawa oleh air.
Kebanyakan orang ketika berwudhu juga melakukan istingsyak, yakni menghirup air kedalam hidung yang termasuk kesunahan dalam berwudhu, di saat kita menghirup air kehidung kotoran yang ada di hidung akan bersih, seperti debu yang kasat mata yang masuk kedalam hidung yang bersamaan ketika kita menghirup udara, hal demikian tidak bisa dipungkiri bukan.
Setelah istingsyak selanjutnya membasuh wajah, tentunya setiap insan saat bertemu dengan teman, saudara maupun orang lain, pasti orang melihat wajahnya dengan demikian maka banyak yang merawat wajahnya dengan berbagai cara agar menghasilkan yang tampak lebih bersih seperti mengkonsumsi vitamin, mengunakan sabun cuci muka, mengunakan bedak dengan tujuan agar tampak lebih kelihatan bersih, dengan berwudhu saat mengalirkan air kewajah minyak-minyak pada wajah sedikit terkurangi, dan membersihkan pori-pori yang terdapat kotoran yang kasat mata.
 Sebagian orang mengatakan tumbuhnya jerawat pada wajah sebab minyak yang berlebihan pada wajah, begitu juga wajah yang kering akan menimbulkan garis garis pada wajah maka dari itu pentingnya membasuh air pada wajah, seperti halnya tanaman jika setiap hari di siram maka tumbuh dengan subur dan segar begitupula dengan kita minimal sehari semalam lima kali dalam bberwudhu ketika akan melakukan sholat maka akan bersih dengan sendirinya.
Untuk Batasan dalam membasuh wajah dijelaskan dalam kitab Fathul Qorib yakni batasan wajah secara memanjang adalah wilayah antara tempat tumbuhnya rambut kepalahingga bagian paling akhir darui kedua tulang dagu. Dua tulang itu adalah dua tulang yang diatasnya tumbuh gigi-gigi bawah, bagian depan keduanya menyatu pada jangut dan bagian belakangnya bertemu dengan telinga. Sedangkan Batasan melebarnya yakni wilayah antara dua telinga.
Membasuh dua tangan hingga dua siku dan wajib menghilangkan sesuatu yang berada dibawah kuku berupa kotoran yang dapat mencegah masuknya air pada bagian bawah kuku. Maka perlu membersihkan kotoran yang ada disela-sela jari kita dan membersihkan kotoran yang ada di bawah kuku, mungkin kita dulu di sekolah bu guru selalu melihat kebersihan kuku kita sebab disaat kita wudhu air harus sampai pada kulit, sehingga wajib menghilangkan sesuatu yang berada di bawah kuku berupa kotoran yang dapat mencegah masuknya air pada bagian bawah kuku.
Mengusap seluruh bagian telinga, baik bagian luar maupun dalam ini termasuk kesunahan dalam wudhu, ketika membasuh seluruh bagian telingga akan menghilangkan kotoran, dan menjadikannya bersih. Mengusap sebagian kepala termasuk fardhu wudhu, ketika mengusap rambut dengan air rambut akan kelihatan lembab dan tampak lebih segar sehinga tidak kering. Membasuh dua kaki hinga dua mata kaki bisa menghilangkan kotoran yang ada di kaki, sebab kaki berada di bawah yang memungkinkan banyak terkena kotoran, walaupun mengunakan alas kaki maupun sepatu sebab biasanya kalau kelamaan mengunakan sepatu maka ada bau-bau yang tidak sedak terkadang baunya malah menyengat sehinga apabila di basuh maka akan bersih. Sebab itu Allah itu Maha indah dan menyukai Keindahan.
Hal demikian hanya perspektif dari pandangan manusia, mungkin ada hal-hal tertentu yang tidak diketahui manusia, sehingga saat wudhu yang di basuh di bagian-bagina tertentu, Hanya Allah SWT yang tahu dan maha mengetahui.

  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak rugi memiliki mimpi

 Tidak rugi memiliki mimpi Orang yang memiliki mimpi tidaklah rugi. Sebab bermimpi tidaklah memerlukan biaya. Saya teringat dawuh guru saat belajar " bermimpilah pada malam hari dan wujudkan mimpi itu pada siang hari"  Seperti istilah yang tidak asing lagi yang sering kita dengar " Bengi macul langit awan macul bumi" Untuk mewujudkan mimpi tersebut butuh usaha dan upaya serta do'a yang tak pernah padam. Dalam mewujudkan mimpi butuh perjuangan, pengorbanan dan tidak luput dari halangan dan rintangan. Mungkin kita harus meningalkan tanah kelahiran kita untuk sementara waktu untuk mewujudkan mimpi tersebut. Sebagaimana yang penah didawuhkan oleh imam Syafi'i " Tiada kata diam dan santai bagi orang yang berakal dan beradab. Maka tinggalkan kampung halaman dan merantaulah".  Seperti halnya jika air tidak mengalir dan mengenang terlalu lama maka air tersebut akan kotor dan berbau tidak enak. Air akan menjadi baik jika mengalir, dan menjadi buruk jika tid...

Bekerja, beribadah dan istirahat

 Bekerja, beribadah dan istirahat Setiap manusia mendambakan hidup yang bahagia, hidup yang berkah dan hidup yang memberikan kemanfaatan yang baik. Mencari kebahagiaan di dunia mapun kebahagiaan di akhirat nanti. Terkadang kita sampai lupa mencari kebahagiaan dunia sampai melupakan kebahagiaan di akhirat. Sebagai contoh siang malam bekerja mencari uang untuk membeli mobil mewah, membagun rumah yang mengah sampai lupa meninggalkan kewajiban sholat lima waktu. Terkadang juga sampai melupakan kesehatan dirinya sendiri. Maka perlunya keseimbangan antara beribadah bekerja dan istirahat untuk mencapai kebahagiaan di dunia maupun kebahagiaan di akhirat. Saya teringat dawuh guru yang mengutip dari kitab karya imam al Ghozali. Yang berisi tentang pentingnya membagi waktu yang seimbang antara bekerja beribadah dan istirahat. Sebab istirahat juga penting untuk menjaga kesehatan fisik agar dapat beribadah dan bekerja dengan baik. Selain itu sang guru juga menjelaskan bahwasanya di negar...

Sibuk kebaikan

Waktu memiliki sifat cepat dan tajam yang jika tidak digunakan untuk kebaikan, akan menebas atau memotong penggunanya. Yaitu membawa kerugian atau penyesalan dikemudian hari. Maka peting sekali kita mengunakan waktu kita untuk perbuatan yang baik. Jangan digunakan untuk perbuatan kemaksiatan  agar kita tidak menyesal dikemudian hari. Dawuh ibu nyai siti saudah, " Lakukanlah amalan wajib dan tambahkanlah amalan-amalan sunah, karena amalan-amalan sunah dapat menambal amalan-amalan yang belum sempurna" Jika setiap hari kita selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan amalan-amalan kecil maupun besar tingkatan iman akan bertambah. Setiap amal sholeh baik perkataan maupun perbuatan, baik amal hati maupun amal jasad pasti akan menambah keimanan. Dan keimanan akan bertambah dengan adanya ketaatan kepada Allah SWT dan kemaksiatan akan berkurang. Seperti halnya jika kita hanya duduk sendirian dan melamun fikiran tidak berkembang dan cenderung ke negatif maka perlu diri...