Langsung ke konten utama

Ora ono waktu kang pas ngawiti kebecian, kejobo dimulai ket saiki.........


BELAJAR DILUAR RUANG KELAS


Saat ini saya tinggal di Tulungagung yang merupakan salah satu kabupaten yang ada di Jawa Timur, Tulungagung yang terkenal dengan batu marmernya dengan moto Tulungagung ayem tentrem mulya lan tinoto. Selama di Tulungagung saya di ajak teman-teman untuk mengenal kota tulungagung di saat waktu santai.
Selain jalan-jalan di kota Tulungagung saya juga mengenal dengan kota yang berdekatan dengan Tulungagung, seperti kabupaten Blitar. Saat musim libur telah tiba aku di ajak temanku untuk ziaroh ke makam bung Karno yang berada di Blitar Jawa Timur saat itu kami ber enam yakni kang hamdan, kang maftuh, kang langeng, kang rozik dan kang dwiki. Liburan itu di pandu oleh kang Langeng sebab ia asli orang Blitar maka ia paham, sampai tiba disana kami jalan-jalan di sekitar makam setelah itu ziarah di makam bung Karno.
Setelah berziarah kami melihat-lihat foto Bung Karno, miniatur rumah Bung Karno, ada gamelan seperti Bonang, Gong dan banyak peningalan-peningalanya, selain itu kami juga berfoto dekat patung Bung Karno yang sedang membaca buku.
Ada sesuatu yang menarik dari patung Bung Karno yakni kenapa patung Bung Karno itu digambarkan dimana Bung Karno duduk di kursi sedang memegang buku ? Kenapa tidaak saat berpidato atau saat kenjugan keluar negri atau apalah.
Mungkin di buat patung yang sedang memegang buku itu suatu isyarat agar rakyat Indonesia ini mau membaca. Sering kita  mendegar bahwasanya buku adalah jendela dunia, dengan membaca maka akan menambah wawasan kita. Memang membaca buku atau suatu ilmu itu sagat berat, seperti membaca Al-Qur’an, membaca buku pelajaran mudah di ucapkan tapi berap di praktekkan sebab rasa malas ini masih saja menghantui. Berbeda dengan mudahnya membaca status di media sosial seperti whatshap, facebook, instagram itulah yang aku rasakan sekarang ini, maka perlu paksaan dan motifasi agar mau membaca dan belajar.
Aku pernah membaca suatu kutipan oleh bungkarno, beliau berkata demikian aku lebih suka pemuda yang perokok sambal diskusi memikirkan bangsanya dari pada seorang yang kutu buku tapi hanya memikirkan dirinya sendiri. Aku mencoba menambah, aku lebib suka pemuda yang kutu buku sambil merokok, dan ditemani segelas kopi dan berdiskusi memikirkan bangsanya.
Seperti halnya jika kita berkunjung ke taman Amir Hamzah di Menteng, Jakarta Pusat disana ada sebuah patung presiden ke 4 yaitu bapak Abdurrahman wahid yang akrab di panggil dengan Gus Dur, patung itu mengambarkan tentang patung Gus Dur kecil yang sedang membaca buku.
Begitu juga dengan karya Syeh Az Zarnuzi yang memberikan pesan kepada para murid yang sedang mencari ilmu yakni agar menghormati ilmu dan ahli ilmu, salah satu menghormati ilmu yakni setelah mendapatkan ilmu entah itu dari seorang guru ataupun membaca setelah itu agar mencatat dengan yang rapi, jangan menulis terlalu lembut atau kecil agar ketika sudah tua agar tidak menyesal di kemudian hari, beliau juga berpesan di dalam karangan kitabnya bahwasanya saat menulis jangan mengunakan tinta yang berwarna merah, juga berpesan ikatlah ilmumu dengan tulisan.
Salah satu pesan dosen aktif di IAIN Tulungagung dan ketua LP2M IAIN Tulungagung yakni bapak Ngainun Naim memberi pesan agar semangat dalam literasi yakni membaca, menulis dan transformasi diri sudah banyak buku-buku yang dibaca dan karya tulis beliau, dengan semngat dalam literasi berarti semngat untuk berbagi.
Ora ono wektu kang pas ngawiti kebecian, kejobo di kawiti songko saiki......





Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak rugi memiliki mimpi

 Tidak rugi memiliki mimpi Orang yang memiliki mimpi tidaklah rugi. Sebab bermimpi tidaklah memerlukan biaya. Saya teringat dawuh guru saat belajar " bermimpilah pada malam hari dan wujudkan mimpi itu pada siang hari"  Seperti istilah yang tidak asing lagi yang sering kita dengar " Bengi macul langit awan macul bumi" Untuk mewujudkan mimpi tersebut butuh usaha dan upaya serta do'a yang tak pernah padam. Dalam mewujudkan mimpi butuh perjuangan, pengorbanan dan tidak luput dari halangan dan rintangan. Mungkin kita harus meningalkan tanah kelahiran kita untuk sementara waktu untuk mewujudkan mimpi tersebut. Sebagaimana yang penah didawuhkan oleh imam Syafi'i " Tiada kata diam dan santai bagi orang yang berakal dan beradab. Maka tinggalkan kampung halaman dan merantaulah".  Seperti halnya jika air tidak mengalir dan mengenang terlalu lama maka air tersebut akan kotor dan berbau tidak enak. Air akan menjadi baik jika mengalir, dan menjadi buruk jika tid...

Bekerja, beribadah dan istirahat

 Bekerja, beribadah dan istirahat Setiap manusia mendambakan hidup yang bahagia, hidup yang berkah dan hidup yang memberikan kemanfaatan yang baik. Mencari kebahagiaan di dunia mapun kebahagiaan di akhirat nanti. Terkadang kita sampai lupa mencari kebahagiaan dunia sampai melupakan kebahagiaan di akhirat. Sebagai contoh siang malam bekerja mencari uang untuk membeli mobil mewah, membagun rumah yang mengah sampai lupa meninggalkan kewajiban sholat lima waktu. Terkadang juga sampai melupakan kesehatan dirinya sendiri. Maka perlunya keseimbangan antara beribadah bekerja dan istirahat untuk mencapai kebahagiaan di dunia maupun kebahagiaan di akhirat. Saya teringat dawuh guru yang mengutip dari kitab karya imam al Ghozali. Yang berisi tentang pentingnya membagi waktu yang seimbang antara bekerja beribadah dan istirahat. Sebab istirahat juga penting untuk menjaga kesehatan fisik agar dapat beribadah dan bekerja dengan baik. Selain itu sang guru juga menjelaskan bahwasanya di negar...

Sibuk kebaikan

Waktu memiliki sifat cepat dan tajam yang jika tidak digunakan untuk kebaikan, akan menebas atau memotong penggunanya. Yaitu membawa kerugian atau penyesalan dikemudian hari. Maka peting sekali kita mengunakan waktu kita untuk perbuatan yang baik. Jangan digunakan untuk perbuatan kemaksiatan  agar kita tidak menyesal dikemudian hari. Dawuh ibu nyai siti saudah, " Lakukanlah amalan wajib dan tambahkanlah amalan-amalan sunah, karena amalan-amalan sunah dapat menambal amalan-amalan yang belum sempurna" Jika setiap hari kita selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan amalan-amalan kecil maupun besar tingkatan iman akan bertambah. Setiap amal sholeh baik perkataan maupun perbuatan, baik amal hati maupun amal jasad pasti akan menambah keimanan. Dan keimanan akan bertambah dengan adanya ketaatan kepada Allah SWT dan kemaksiatan akan berkurang. Seperti halnya jika kita hanya duduk sendirian dan melamun fikiran tidak berkembang dan cenderung ke negatif maka perlu diri...