MENGAMBIL PELAJARAN DARI SEBUAH BAMBU.
Pasti orang Nusantara mengetahui apa itu bambu, yang memiliki
banyak peran untuk sekitarnya, maka perlu kita mengambil pelajaran dari sebuah
bambu. Khususnya pelajaran untuk diri ini. Bambu
itu memiliki banyak jenisnya dan mudah untuk tumbuh, ketika di tebang satu
untuk digunakan
maka tumbuh lagi tanpa di pupuk tanpa di obat ia akan tumbuh dengan sendirinya, sehingga sebelum si
bambu di tebang biasanya disampingnya akan tumbuh tunasnya lagi. Ia sudah menyiapkan generasi
selanjutnya maka tidak cepat
punah.
Selain
itu tunas bambu yaang masih muda bisa
di masak, mungkin orang-orang
Jawa
mengetahuinya
ia menyebut dengan sayur bung. Rasa
sayur bung pun tidak kalah dengan sayuran yang lain, tentunya enak.
Disaat
indonesia dulu di jajah oleh kolonial
Belanda peran bambu sangat berarti dalam melawan
penjajah, sebab indonesia dulu belum memikiki alat perang selain mengunakan
bambu, sering kita dengar dengan istilah bambu runcing, mengapa disebut dengan
bambu runcing? Karena bambu yang ujungnya di buat runcing untuk persenjataan
perang melawan penjajah. Berkat semngat juang rakyat indonesia dan peran
penting bambu runcing kita bisa merasakan kemerdekaan tanpa adanya penjajahan.
Membuat
rumah pun tidak luput dari peran bambu, jaman dahulu orang jawa sebelum adanya besi,
pasir, semen, bata ketika membuat rumah bahan dasar yang digunakan cukup bambu pilihan. Mulai dari tiang
rumah mengunakan bambu, dindingnyapun mengunakan bambu orang jawa akrab dengan
sebutan gedhek, selain itu kerangka atapnya mengunakan bambu seperti istilah
dalam jawanya blandar, usuk, reng mengunakan bambu. Sampai-sampai meja dan kursipun dengan
bambu, sunguh
luar biasa
jasa bambu.
Dewasa
ini, peran penting sebuah bambu
masih sangat dibutuhkan meskipun
sudah era teknologi, sehingga
teknologi tidak mengeser peran penting sebuah bambu,
seperti halnya petani cengkeh, ketika memanen pasti mebutuhkan bambu untuk di
buat tangga di saat memanen cengkih, bambu juga di buat untuk menjemur cengkih
yang sudah di unduh istilah jawanya sesek, sesek ini biasanya di gunakan untuk
menjemur padi setelah di panen ,begitu juga petani padi di sawah untuk mengikat
jerami biasaanya mengunakan tali dari bambu, begitu pula petani sayur di kebun
untuk melindunggi tanamaan biasanya di buatkan pagar dari bambu. Subhansllah
sungguh besar jasamu....
Akupun teringat masa kecilku, dahulu belum ada gatget maka
kami akrab dengan bambu untuk membuat layang-layang, baling-baling
bambu, kerajinan-kerajinan. Ada satu permainan dari
bambu di bulan ramadhan yang jarang di temukan sekarang, masyarakat desa pager lor kabupaten pacitan dimana tempat aku tinggal dulu menyebutnya
dengan istilah “long” entah kenapa di sebut demikian mungkin bentuknya
yang panjang, istilah lainya Meriam bambu, permainan ini
mengunakan bambu yang bawahya di lubang dan dikasih minyak tanah. Suara yang gemblegar dan keras itu juga tergantung dari kualitas bambu misalnya
bambu sudah tua yang tidak mudah pecah, dan ukuranya yang besar maka
suaranyapun keras.
Bambu juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan alat musik,
masa kecilku dulu di saat bulan Ramadhan saya dan teman-teman suka mencari bambu,
selain untuk membuat Meriam kami membuat kenthongan, kalau saat mulai waktu
sahur keliling untuk rondha sahur dan membunyikan kenthongan yang telah dibuat.
Bambu juga bisa dimanfaatkan sebagai alat musik seperti seruling juga bisa
untuk musik agklung.
Pelajaran
apa yang perlu kita ambil dari sebuah pohon bambu tersebut? Yang dapat kita ambil adalah
memberikan manfaat untuk sekitar
kita misalnya ada duri atau batu di tenggah jalan yang memungkinkan menganggu
orang lain bisa di pinggirkan siapa tau hal demikian itu amal kita di terima Tuhan
belum tentu ibadah yang kita lakukan setiap hari di terima siapa tau malah
hal-hal yang sepele itu yang diterima oleh Tuhan yang maha kuasa,
jagan sampai kita malah membuat
masalah
bagi orang di sekitar kita. pepeleng ge awak e dewe.........

siiipppp kangg..
BalasHapus