KAMI BUKANLAH SOBAT AMBYAR
Istilah ambyar tidak asing lagi bagi masyarakat jawa, orang jawa memaknai kata ambyar dengan terpecah-pecah, istilah lainya galau yang lagi viral pada zamanya, istilah ambyar yang menunjukkan suasana hati yang lagi sedih mungkin di tingal cewek atau cowoknya. Di ujung akan berakhirnya tahun 2019 kata ambyar lagi hits, apa lagi ada lagu ciptaan didikempot tentang ambyar, lagu ini untuk menghibur para sobat-sobat yang merasa ambyar, memang di ujung tahun 2019 ini adalah hari-hari special bagi yang special, dan hari yang ambyar bagi yang merasa ambyar, mengapa demikian ? sebab di akhir tahun 2019 ini banya pernikahan, terop-terop berdiri mengah di depan rumah, mungkin bagi sahabat yang merasa ambyar sebab korban janji, janji-janji manis yang terurai dibibir dan hancurnya hati yang dihiannati dengan kurban janji, ataupun sudah lama memperjuangkan tapi tidak duduk bersama dipelaminan makai a merasa ambyar.
Di tenggah heningya malam, yang dihiasai dengan tiupan-tiupan yang menawan sehingga menambah keindahan malam yang ditemani dengan secangkir kopi untuk join sana sini menambah kasyikan malam ini, yaitu kumpul dengan kawan-kawan lama, ia adalah Muhamad Maftuh Riski Ihsan yang akrab aku pangil kang maftuh dan teman satunya lagi ialah Hamdan Khoirul Muttakin aku akrab denag pangilan kang hamdan, dua temanku ini adalah teman seperjuanga ketika masih belajar Bersamasama dulu pada tahun 2014-hingga 2018.
Gambar diatas aku ambil dari akun facebooknya kang maftuh pada tahun 2018, foto itu saat hariraya idul fitri ketika kita kumpul barenag diakun fb itu dituliskan, alhmadulillah sampai lebaran tahun ini (2018 M/1440H) kami semua masih diberikan amanah menyandang status ‘’ jomblo’’ mengapa kami sebuat sebagai amanah ? ya karena tidak semua orang belum tentu bisa ‘’ kuat lahir batin’’menyandang statu ini’’.
Ternyata di ujung berakhirnya tahun 2019 yang tinggal beberapa jam lagi menjadi 2020 status jomblo masih menjadi status kami, jomblo kami menanti dengan untaian do’a-doa yang takluput terucap setiap sujud kami untuk mendapatkan pasangan yang terbaik buat kami nanti, kami bukanlah sobat ambyar.
Musim liburanpun telah tiba sebab dua sahabtku ini ia berprofesi sebagai guru bangsa, orang-orang yang mengabdikan dirinya kepada negara untuk turut serta membagun generasi muda yang berakhlak mulia, kang maftuh mengbdikan dirinya di kota jombang yang rumahnya di kauman tulungagung, sedangkan kang hamdan yang mengbdikan dirinya di kecamatan ngunut. Kami bukanlah sobat ambyar sebab jika adaa waktu kosong kamipun mengisi liburan dengan kumpul Bersama, seperti halnya malam ini kami bercegkerama, berbincang, berdiskusi, membahas kenagan dulu dan menunggu akan habis masa aktifnya tahun 2019 menuju tahun 2020 bertepat di alun-alun tulungagung.
Akupun merasa bersyukur sebab adanya teman yang tidak adanya akad dan tidak adanya cerai. Bagi sobat ambyar jangan merasa ambyar yang berkepanjangan tapi tak mengapakah yang denikian itu, hidup itu penuh dengan warna warni, tidak mungkin hanya ada warna hitam atau putih jangan berharap bahagia selamanya sebab jalan semulus apapun pasti ada lubangnya, dan jangan pula kita berpikir kesedihan akan selamanya.


mantab om
BalasHapusSiapp komandan
Hapus